Minggu, 22 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 05 Sep 2019, 17:00:11 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Yunus Wonda: Kekerasan Tak Pernah Selesaikan Masalah Papua - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – DPR Papua akhirnya bersikap dengan menggelar rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk membahas kerusuhan di Jayapura, Papua, beberapa waktu lalu. Hasilnya adalah DPRP akan mengundang para pemimpin TNI-Polri di Papua untuk mengecek penanganan pasca kejadian. Selain itu DPR juga ingin ada upaya bersama untuk menciptakan Jayapura dan daerah Papua secara umum menjadi kondusif seperti sebelumnya.

Untuk Kota Jayapura sendiri situasi berangsur pulih dan rencananya dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi akbar yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Satu tujuannya adalah bagaimana ada komitmen bersama untuk menciptakan kedamaian.



“Yang dibutuhkan saat ini adalah kedamaian. Saya ingin katakan bahwa yang namanya kekerasan tak pernah menyelesaikan masalah. Justru melahirkan kebencian dan dendam hingga muncul masalah baru,” kata Ketua DPR Papua, DR Yunus Wonda seperti dilansir Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group), Rabu (4/9).

Ia ingin seluruh warga negara yang ada di Papua memahami bahwa keamanan adalah sesuatu yang mahal namun harus diciptakan agar tak ada ketakutan. Ia meminta masing-masing orang berfikir bahwa tak ada ajaran agama yang mengajarkan kekerasan apalagi harus saling membunuh dan membenci. Semua agama mengajarkan kebaikan dan jika hanya karena emosi dan ego semata maka akan sulit menyelesaikan masalah.

“Sekali lagi kami ingatkan bahwa jangan terpancing, sangat mudah untuk kita terpecah dan jika itu terjadi maka bisa saja ada yang merasa puas. Merasa tujuannya berhasil. Saya pikir Papua merupakan daerah yang plular dan sikap toleransi selama ini sudah terbangun baik. Jangan karena emosi akhirnya semua warga kena imbasnya. Coba ingat bahwa masih ada saudara-saudara kita yang tinggal di daerah berbeda,” himbaunya.

Bentuk Tim Khusus

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian bersama Panglima TNI TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Wali Kota Jayapura, Wakil Wali Kota Jayapura, Wabup Jayapura, Wabup Keerom dan pejabat TNI-Polri memberikan keterangan pers di Lanud Silas Papare, Sentani Kabupaten Jayapura, Rabu (4/9). (Elfira/Cepos)

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku telah membentuk tim khusus gabungan dari Mabes Polri dengan Polda Papua, Kodam XVII/Cenderawasih, BIN dan lainnya. Tim ini menurut mantan Kapolda Papua tersebut, untuk mengejar dan menangkap pihak-pihak yang dianggap terus memprovokasi.

“Kita tidak ingin Jayapura dikacaukan oleh mereka. Karena tidak semua masyarakat yang ada di Papua setuju dengan mereka,” tegas Kapolri Tito Karnavian, Kamis (5/9).

Menurut Tito, Polri saat ini terus berupaya melakukan penyelesaian, baik secara hukum maupun dengan cara adat yang berlaku di tanah Papua. Sebab dengan cara ini, tanah Papua tetap aman. Kapolri juga telah melarang adanya unjuk rasa susulan yang melanggar Pasal 6 Undang-Undang RI Nomor 9 tahun 1998.

Hal ini menurutnya untuk mencegah aksi anarkis di wilayah Papua dan Papua Barat. Menurut Tito, sudah terlalu banyak toleransi yang diberikan. Diakuinya, berdasarkan UU Nomor 9 Tahun 1998 masyarakat boleh melaksanakan penyampaian pendapat di muka umum. Namun masyarakat juga perlu membaca pasal 6 dimana terdapat empat poin terkait penyampaian pendapat di muka umum.

“Empat poin yang tidak boleh yakni mengganggu ketertiban publik, mengganggu hak asasi orang lain, harus mengindahkan etika dan moral, harus memelihara persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Tito Karnavian.

Dikatakan, jika empat poin tersebut ada potensi untuk dilanggar, pihaknya sudah memerintahkan kepada Kapolda untuk mengeluarkan Maklumat dalam rangka pencegahan larangan demonstrasi yang punya potensi melanggar empat poin tersebut. “Jangan sampai demo yang berakhir anarkis terulang lagi. Gelar pasukan akan kami perkuat. Rekonsiliasi akan kami jalankan. Caranya komunikasi dengan teman-teman penguyuban untuk tidak melakukan aksi sendiri,” tegasnya.

Dirinya juga meminta masyarakat penguyuban untuk menahan diri dengan tidak melakukan langkah-langkah main hakim sendiri. Karena pihaknya akan melakukan penegakan hukum yang sama posisinya.

Menurutnya, dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Dialog dengan warga asli perlu dilakukan dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat adat. Dimana Gubernur Papua Lukas Enembe sudah berjanji akan bicara dengan kepala-kepala suku. Sementara TNI-Polri menurutnya juga akan bergerak untuk berbicara agar pihak tertentu tidak melakukan aski-aksi kekerasan lagi.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Geliat Penyelamatan Bumi, Puluhan Kota Terancam Hilang - Gudang Berita Viral Geliat Penyelamatan Bumi, Puluhan Kota Terancam Hilang
Minggu, 22 Sep 2019, 14:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Layani Umrah dan Haji, Flynas Kini Terbang dari Bandara Soekarno-Hatta - Gudang Berita Viral Layani Umrah dan Haji, Flynas Kini Terbang dari Bandara Soekarno-Hatta
Minggu, 22 Sep 2019, 14:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Taneyan Lanjang - Gudang Berita Viral Taneyan Lanjang
Minggu, 22 Sep 2019, 14:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print