Minggu, 15 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 09 Sep 2019, 18:00:20 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Wawancara Khusus Dengan Juara Dunia Dua Kali Hariyanto Arbi (1) - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com-HARIYANTO ARBI bukan hanya seorang mantan pemain bulu tangkis kelas dunia. Dia adalah legenda, ikon, dan salah satu penanda penting dominasi luar biasa Indonesia pada sektor tunggal putra dunia era 1990-an.

Hari, begitu dia biasa dipanggil, bersama Ardi B. Wiranata, Joko Suprianto, dan Alan Budikusuma bergantian mendominasi dunia. Puncaknya adalah ketika Indonesia menempatkan tiga pemain di semifinal Olimpiade Barcelona 1992, lantas berlanjut dengan Ardi serta Alan yang mampu menciptakan All Indonesian Final.



Sampai akhir karirnya pada 2000, Hari memang gagal meraih emas di Olimpiade. Dia ”hanya” sampai ke semifinal Olimpiade Atlanta 1996. Namun, pencapaiannya dengan meraih satu gelar Kejuaraan Dunia BWF, satu trofi Piala Dunia, dua kali naik ke podium tertinggi All England, dua emas Asian Games, dan tiga kali mengantarkan Tim Indonesia menjadi kampiun Thomas Cup, tetap menjadikannya salah seorang pemain tunggal putra terpenting dalam sejarah bulu tangkis dunia.

Hari memulai karirnya pada usia 10 tahun di Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum Kudus. Sebagai salah seorang alumnus tersukses PB Djarum, Hari merasa galau dengan keputusan mantan klubnya yang meniadakan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis mulai 2020.

PB Djarum mengambil langkah ini karena desakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Insititusi itu menyebut bahwa ajang pencarian bakat PB Djarum memanfaatkan anak-anak sebagai medium promosi produk rokok.

Kepada Wartawan Jawa Pos Ainur Rohman, Hari mengungkapkan pandangannya soal polemik ini. Juga pengalamannya sebagai salah seorang pemain terbesar yang pernah lahir dari rahim PB Djarum.

Prediksi Anda bahwa PB Djarum benar-benar menyetop Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis ternyata menjadi kenyataan…
Iya. Saya memang sempat ngobrol dengan para pengurusnya. Ya keputusannya mending setop dulu, daripada terus diributin. Sambil terus menunggu perkembangannya untuk sementara.

Bagaimana Anda menyikapi pendapat KPAI yang mengatakan bahwa audisi ini adalah ajang eksploitasi anak?
Begini, harusnya KPAI bisa membedakan antara PT Djarum dengan PB Djarum. Kalau di PB, kami benar-benar mencari prestasi. Tidak ada urusannya dengan rokok dan macam-macam itu. Sedangkan PT, memang jualan rokok. Harusnya dibedakan itu.

Mas Hari ikut waktu negosiasi antara KPAI dengan PB Djarum?
Iya ikut, yang dipermasalahkan memang soal kaus. Sedangkan saya saja dari kecil, sejak umur 10 tahun di PB Djarum, beberapa kali pakai kaus Djarum itu. Lalu keliling main ke mana-mana main pakai kaus itu. Sampai sekarang saya tidak merokok. Mestinya tidak ada hubungannya ya. Katanya KPAI pernah survei menyoal itu. Harusnya survei juga dong mantan-mantan atlet. Kan banyak itu. Kenapa nggak disurvei juga? Sejak kecil kami latihannya di gudang rokok, kausnya juga Djarum, tapi ya nggak ada yang ngerokok semua. Kami itu tiga bersaudara. Saya, Hastomo (Arbi) dan Eddy Hartono (Arbi). Semuanya tidak ada yang merokok. Liem Swie King juga nggak merokok. Banyak yang nggak merokok. Mengapa kaus yang dipermasalahin?

Reaksi mantan atlet dan pemain bulu tangkis nasional soal polemik ini bagaimana?
Soal ini memang jadi pembicaran. Mereka bilang ya nggak ada hubungannya lah antara audisi dengan promosi rokok. Apalagi yang dipersoalkan masalah kaus. Semua ngomong, memang ngawur itu (KPAI). (Liem) Swie King waktu saya tanya juga seperti itu. Kami yang ngalamin sendiri, nggak ada tuh atlet yang merokok. Swie King juga setuju dengan itu. Masalah kaus itu memang lucu sekali bagi saya.

Tanggapan dari pengurus PB Djarum bagaimana?
Mereka bilang, kalau ada solusinya misalnya dari pihak swasta atau BUMN yang bisa setotal Djarum, ya nggak masalah diambil alih. Kami menerima kok. Tapi masalahnya, sekarang nggak ada yang mau mengurus. Eh sekarang malah ngeributin Djarum. Istilahnya nggak ada back-upnya. Nah kalau gini bisa repot semua. Kecuali kalau sudah ada yang kayak Djarum, ya silakan saja ributin soal rokok. Kami sih oke-oke saja kalau ada pengganti yang melakukan pembibitan. Lihat saja Gudang Garam (di tenis meja, red). Kalau mereka sudah nggak seneng, ya ditinggalin begitu saja.

Mengapa tidak ada pihak swasta yang tertarik melakukan pembibitan total di bulu tangkis seperti PB Djarum. Misalnya dengan ikut membuat acara seperti audisi umum?
Ya karena biayanya gede. Jadi memang wajar kalau yang lain nggak ada yang membikin event yang sama. Ada beberapa juga yang melakukan pembibitan. Tetapi ya nggak setotal itu. Saya kira, setengah-setengah saja ya. Kalau Djarum ini ngadain semua. Mulai pembinaan dan pelaksanaan event. Baik itu yang nasional maupun yang internasional.

Jadi memang dari hulu sampai hilir?
Ya memang. Makanya, kalau misalnya Djarum sampai setop, ya bisa bubar bulu tangkis Indonesia.

Wah sebesar itu dampaknya?
Iya, betul seperti itu. Sampai sekarang, Sirnas (sirkuit nasional) dengan delapan seri itu yang pegang kan Djarum semua. Mereka yang ngadain semuanya. Dan itu bagus sekali. Termasuk bagi pemain yang sudah keluar dari pelatnas. Jadi Djarum masih memikirkan nasib mereka. Ya meskipun sudah keluar pelatnas, tapi kan ikut Sirnas dan kalau juara masih dapat penghasilan. Itu sampai kayak gitu dipikirkannya. Makanya setiap tahun hadiahnya meningkat terus. (bersambung)




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Lakukan 5 Cara Mencegah dan Mengobati Gejala Mata Kering - Gudang Berita Viral Lakukan 5 Cara Mencegah dan Mengobati Gejala Mata Kering
Minggu, 15 Sep 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Berpose di Majalah Dewasa, Kylie Jenner Pakai Koleksi Rinaldy Yunardi - Gudang Berita Viral Berpose di Majalah Dewasa, Kylie Jenner Pakai Koleksi Rinaldy Yunardi
Minggu, 15 Sep 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Kecelakaan Tunggal di Jagorawi, 3 Orang Meninggal Dunia - Gudang Berita Viral Kecelakaan Tunggal di Jagorawi, 3 Orang Meninggal Dunia
Minggu, 15 Sep 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print