Kamis, 22 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 07 Agu 2019, 12:00:06 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Warning Jokowi: Gagal Padamkan Titik Api Karhutla, Copot! - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Peningkatan jumlah hot spot atau titik api di berbagai wilayah menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo. Kepala negara meminta untuk dilaksanakan pemadaman demi menghindari bencana kebakaran hutan yang lebih luas.

Jokowi menambahkan, kepala daerah bersama aparat kepolisian dan TNI harus berkolaborasi dalam mengantisipasi bencana kebakaran hutan. ”Api sekecil apa pun segera padamkan,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (6/8).



Dia menuturkan, aturan main bagi pejabat yang tidak menjalankan tugas masih sama dengan 2015. Yakni, pencopotan jabatan. ”Saya ingatkan kepada Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres, aturan yang saya sampaikan 2015 masih berlaku,” imbuhnya.

Presiden menyatakan, jika lalai diantisipasi, peristiwa itu membawa dampak kerugian yang tidak sedikit. Sebagai contoh, kebakaran hutan 2015 menghanguskan 2,6 juta hektare dan menimbulkan kerugian Rp 221 triliun.

Jokowi menuturkan, jika dibandingkan dengan 2015, jumlah titik api tahun ini lebih rendah 81 persen. Namun, jika dibandingkan dengan 2018, terjadi sedikit kenaikan. ”Ini yang tidak boleh. Seharusnya tiap tahun turun, turun, turun terus. Menghilangkan total memang sulit, tetapi harus tekan turun,” imbuhnya.

Berdasar data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah hot spot yang tercatat selama Januari-Juli 2019 mencapai 2.070 titik. Jumlah itu meningkat. Pada periode yang sama 2015, ada sekitar 6.590 titik. Pada 2018, juga dalam periode yang sama, ada 1.338 hot spot.

Jokowi menuturkan, dalam menghadapi bencana kebakaran hutan, upaya yang ditempuh bukan hanya penanggulangan. Namun, yang lebih penting adalah pencegahan. Sebab, upaya penanganan relatif lebih sulit jika dibandingkan dengan pencegahan.

”Kalau sudah gede, apalagi di hutan gambut, sangat-sangat sulit padamnya,” kata mantan wali kota Solo itu.

Dengan adanya infrastruktur organisasi hingga level babinsa dan bhabinkamtibmas, aparat semestinya mudah mendeteksi titik api. Yang terpenting, patroli harus selalu ditingkatkan.

Jokowi menceritakan, dalam waktu dekat, dirinya melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia dan Singapura. Dia berharap tidak ada lagi kasus kebakaran hutan yang berdampak pada ”ekspor” asap ke negara tetangga. ”Hati-hati, malu kita kalau nggak bisa menyelesaikan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, hingga kemarin (6/8), luas kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah sepanjang 2019 berjumlah total 135.749 hektare. Luas kebakaran tertinggi, antara lain, terdapat di Nusa Tenggara Timur (71.712 hektare), Riau (30.065 hektare), Kepulauan Riau (4.970 hektare), Kalimantan Selatan (4.670 hektare), dan Kalimantan Timur (4.430 hektare).

Sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi, Mabes TNI sejak jauh hari menyiapkan prajurit dan alutsista untuk membantu pemadaman titik api akibat kebakaran hutan dan lahan. Tugas itu mereka serahkan kepada masing-masing komando utama atau kotama di daerah terdampak kebakaran hutan maupun lahan.

”Tugas (pemadaman kebakaran hutan dan lahan) itu diserahkan kepada kotama terkait,” ungkap Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Ketika Aliando Syarief Bicara Soal Gaya Rambutnya yang Seperti Dono - Gudang Berita Viral Ketika Aliando Syarief Bicara Soal Gaya Rambutnya yang Seperti Dono
Kamis, 22 Agu 2019, 11:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
Ibu Kota Baru Berkonsep Kota Pancasila - Gudang Berita Viral Ibu Kota Baru Berkonsep Kota Pancasila
Kamis, 22 Agu 2019, 11:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
DPD Sambut Positif Rencana Penggabungan DKI Jakarta dan Bogor - Gudang Berita Viral DPD Sambut Positif Rencana Penggabungan DKI Jakarta dan Bogor
Kamis, 22 Agu 2019, 11:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print