Jumat, 18 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 30 Sep 2019, 12:00:07 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : News
Warga Wamena Asal Jawa Pulang dalam Kondisi Cemas - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Masyarakat yang tinggal di Wamena, Papua, masih diliputi kecemasan. Namun, keinginan untuk eksodus ke Jayapura atau luar Papua terkendala terbatasnya transportasi. Sebagian warga pun memilih untuk mengungsi ke tempat yang dirasa aman seperti asrama polisi.

Salah satunya Hadi Purwanto. Pria 46 tahun tersebut berasal dari Dusun Kaligesing, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Dia menuturkan, saat ini dirinya bersama warga lain mengungsi ke asrama polisi di Wamena untuk antisipasi.



Purwanto menyebutkan, ada sekitar 50 KK dari Banyuwangi yang tinggal di Wamena. Diperkirakan, sekarang mereka sudah mengungsi ke tiga titik yang berbeda. ”Saya sekarang di asrama polisi,” ujar dia melalui sambungan telepon kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi tadi malam.

Saat kerusuhan meletus, mereka langsung meninggalkan rumah untuk mencari perlindungan. ”Mereka menyebar di tiga tempat. Insya Allah, tidak ada yang menjadi korban. Saat kejadian, langsung lari ke polres semua,” ungkap Purwanto yang mengaku hampir sepuluh tahun tinggal di Wamena.

Saat ini mereka berharap bisa keluar dari Wamena menuju Jayapura. Namun, satu-satunya akses dengan penerbangan Hercules memiliki kemampuan angkut yang terbatas. Dia berharap gubernur Jawa Timur bisa mengambil langkah terkait dengan kondisi warganya di Wamena.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi Wiyono menjelaskan, pihaknya mengalami kendala informasi soal Papua. ”Bukan terbatas, tapi belum ada komando,” ujarnya.

Jika kondisi mendesak dan memungkinkan, pihaknya mengimbau warga mengungsi di kantor polisi atau markas TNI. Cara seperti itu dianggap lebih aman. ”Kalau lari ke TNI atau pos polisi, insya Allah diopeni,” katanya.

Wiyono memastikan bahwa pemerintah akan memberikan penanganan yang baik apabila warga di Wamena memang harus kembali ke Banyuwangi. ”Kalau ada pengungsi pulang, tidak mungkin ditelantarkan,” tegasnya.

Pengungsi Asal Jatim

Sebanyak 40 orang warga Jawa Timur (Jatim) yang ada di Papua tiba di Asrama Transito Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim pukul 13.10 WIB kemarin (29/9). Mereka pulang ke kampung halaman lantaran terjadi kerusuhan dan konflik sosial di Papua.

Dari asrama mereka menuju daerah asal masing-masing dengan difasilitasi Pemprov Jatim. Paling banyak warga dari Sampang (28 orang). Disusul Surabaya 6 orang, Mojokerto 4 orang, dan Lumajang 2 orang. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turut mengantar kepulangan mereka.

Khofifah mengatakan, kerusuhan dan konflik sosial di Papua mengharuskan masyarakat Jatim pulang. Pihaknya bersyukur mereka dalam keadaan selamat. ”Setelah itu kami akan komunikasikan baiknya. Dagang atau kerja di sini diputuskan berikutnya,” ujar gubernur.

Masyarakat Jatim yang pulang masih akan bertambah. Kemarin, ujar Khofifah, ada dua pesawat Hercules lagi yang dikirim dari Bandara Abdulrachman Saleh Malang. Koordinasi juga dilakukan dengan TNI-AL, termasuk kapal rumah sakit dr Soeharso di Jayapura.

Terkait jumlah warga Jatim di Papua, pihaknya belum memiliki data lengkap. Meski begitu, koordinasi terus dilakukan. ”Belum terkonfirmasi detail jumlahnya. Tapi, semoga secepatnya semua bisa terdata,” harap Khofifah.

Terkait hal itu, komunikasi dengan Pemprov Papua terus dilakukan. Rencananya, bupati Mimika datang hari ini di Jatim. Mantan menteri sosial tersebut mengajak segenap pihak menjaga suasana tetap kondusif. ”Ini bagian dari dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Ashari, salah seorang pengungsi asal Sampang, mengatakan bahwa kondisi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, memang cukup menegangkan. Massa mencoba mendobrak pintu rumah dengan senjata. Aksi bakar motor pun tak terhindarkan. Untung, dia bersama rekan-rekannya berhasil kabur lewat pintu belakang. ”Saya naik, bobol plafon. Lari lewat belakang,” ucapnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut warga Jatim yang baru tiba dari Wamena Minggu (29/9). (Alfian Rizal/Jawa Pos)

Massa tersebut, ungkap pria 46 tahun itu, mengincar para pendatang. Pihaknya sangat menyayangkan kejadian yang berlangsung pada Senin (23/9) sekitar pukul 09.00 itu. Sebab, selama ini hubungan dengan masyarakat setempat berjalan sangat baik. ”Saya lari ke gunung. Saya tiga hari nunggu Hercules. Kamis baru dapat. Karena yang didahulukan ibu-ibu dan anak-anak,” terangnya.

Tambah Dua Pesawat

Ribuan pengungsi masih antre di Bandara Wamena, Papua. Hingga kemarin (29/9), TNI-AU terus mengangkut warga yang ingin keluar dari Wamena melalui Jayapura. Rencananya, ada penambahan dua pesawat Hercules berkapasitas 150 penumpang.

Komandan Lanud Silas Papare Marsekal Pertama TNI Bowo Budi Santoso menjelaskan, saat ini instansinya memaksimalkan dua Hercules yang ada. ”Masing-masing empat sortie per hari,” ungkap dia kepada Jawa Pos. Dengan begitu, minimal 1.200 penumpang bisa diangkut setiap hari. Dengan catatan, tidak ada gangguan cuaca.

Bowo menekankan, keselamatan dan keamanan masyarakat tetap jadi prioritas. Mengingat, cuaca di langit Papua cenderung cepat berubah-ubah. Selain membawa masyarakat dari Wamena ke Jayapura, dua Hercules masih mendistribusikan bantuan untuk masyarakat. ”Barang-barang yang di sini (Jayapura) dirasa cukup digeser ke Wamena,” tuturnya.

Jenderal bintang satu TNI itu mengatakan, aparat keamanan membuka posko, baik di Lanud Silas Papare maupun Bandara Wamena. Sebagian besar yang bertahan di Lanud Silas Papare adalah pendatang dari luar Papua. ”Mereka yang nggak punya famili kami tampung,” jelasnya.

Meski sudah tidak ada perusuh dan situasi mulai membaik, kondisi di Wamena terus dipantau. Terakhir, dia bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit bertolak ke Wamena. ”Saya datang ke Papua itu melihat kondisi yang sebenarnya,” kata Nasrul kepada Jawa Pos.

Sedikitnya 1.800 warga asal Sumbar berada di Wamena dan Jayapura. Dalam kerusuhan di Wamena beberapa waktu lalu, sembilan orang di antaranya meninggal dunia. Delapan sudah dipulangkan ke Padang dan satu lainnya dimakamkan di Wamena.

Menurut Nasrul, sekitar 500 orang asal Sumbar meminta bantuan untuk dipulangkan ke Padang. Dari jumlah tersebut, 172 sudah berada di Jayapura. Sisanya masih di pengungsian di Wamena. ”Sekarang kami lagi mendata mana yang mau pulang mana yang tidak,” kata dia.

Bukan hanya masyarakat pendatang dari luar Papua, warga asli Papua yang berbondong-bondong meninggalkan Wamena ke kota lain juga tidak sedikit. Dari pengamatan Nasrul, Wamena kemarin seperti kota mati. ”Tidak ada aktivitas apa-apa, semua orang mengungsi,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi IV Bidang Polhukam Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodawardhani mengatakan, untuk saat ini gelombang eksodus di Wamena tidak bisa dihindari. Sebab, masyarakat sendiri yang menghendaki meninggalkan Wamena untuk sementara waktu. Nah, pemerintah berupaya memfasilitasi. ”Pemerintah telah memfasilitasi dengan menyediakan Hercules,” ujar dia kepada Jawa Pos.

Perempuan yang akrab disapa Dani itu menambahkan, sikap pemerintah terhadap kondisi keamanan di Wamena sudah jelas. Yakni, memberikan perlindungan semaksimalnya terhadap warga, baik orang asli Papua maupun para pendatang.

Karena itu, terkait pihak yang melakukan aksi anarki, perusakan fasilitas publik, dan kekerasan yang mengakibatkan luka maupun kematian, presiden telah meminta Kapolri untuk menindak tegas. Berdasar info yang dihimpun istana, dari kasus kerusuhan di Wamena, telah ditahan beberapa orang yang diindikasikan sebagai aktor pemicu kerusuhan. ”Sekarang sedang didalami kasusnya,” imbuhnya.

Terkait bantuan, Plt Kepala Biro Humas Kemensos Sonny W. Manalu menegaskan bahwa bantuan senilai Rp 3,4 miliar telah disiapkan. ”Ini lagi proses pengiriman,” ungkapnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Milenial jadi Sasaran Potensial Pengembang Apartemen - Gudang Berita Viral Milenial jadi Sasaran Potensial Pengembang Apartemen
Jumat, 18 Okt 2019, 13:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pelatih Persebaya Wolfgang Pikal Anggap Bali Rumah Kedua - Gudang Berita Viral Pelatih Persebaya Wolfgang Pikal Anggap Bali Rumah Kedua
Jumat, 18 Okt 2019, 13:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
519 Orang Tiba di Surabaya, Puluhan Pengungsi Wamena Jatuh Sakit - Gudang Berita Viral 519 Orang Tiba di Surabaya, Puluhan Pengungsi Wamena Jatuh Sakit
Jumat, 18 Okt 2019, 13:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print