Kamis, 17 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 01 Okt 2019, 20:00:07 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Volume Semburan Lumpur Kutisari Berkurang, Kandungan Menurun - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Penanganan semburan lumpur di Kutisari perlahan menunjukkan tren positif. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya mengklaim intensitas kandungan minyak dan gas semakin berkurang. Rencananya, hari ini tim dari Badan Geologi Kementerian ESDM mendatangi lokasi untuk meneliti lebih dalam.

Sejatinya DLH dan Dinas ESDM Jatim berencana menggelar rapat dengan Pertamina dan SKK Migas kemarin. Namun, hal itu urung terlaksana. Sebab, tim peneliti memutuskan turun ke lapangan.



Kepala DLH Eko Agus Supiadi mengungkapkan, tim badan geologi akan membawa sejumlah alat ke lokasi semburan lumpur hari ini Salah satunya geosonar. Alat itu yang bakal mendeteksi titik semburan lainnya di area Kutisari Indah Utara. ’’Kalau di Kutisari kan ada 34 titik. Nah, nanti dilihat apakah ada titik potensi lainnya. Tapi, harapan kami nggak ada,” katanya.

Untuk saat ini, Eko memastikan kandungan minyak di dalam lumpur semakin berkurang. Tekanan gas bawah tanah juga menurun sehingga kandungan lumpur yang paling dominan adalah air. Meski begitu, temuan itu masih akan dipastikan oleh tim peneliti.

Eko menyatakan, rencana pemisahan unsur minyak dan air tetap dilakukan. ’’Minyaknya yang diambil, sedangkan airnya dibuang,” katanya. Sementara waktu, hasil pemilahan itu tetap ditampung dalam drum berkapasitas 100–200 m3.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur Setiajit kemarin. Menurut dia, intensitas semburan lumpur ditengarai mulai berkurang seiring berjalannya waktu. Meski begitu, pihaknya tetap memikirkan solusi lain untuk mempercepat semburan.

’’Nanti dianalisis lagi cara terbaiknya seperti apa. Sambil menunggu, luapan lumpur itu tetap ditampung dalam bak kecil,” jelasnya. Hingga kemarin, lokasi titik semburan tidak bergeser ke area lain.

Setiajit menyebut, penyebab pasti munculnya pancaran lumpur bercampur minyak dan gas itu masih diselidiki. Namun, dia menyangsikan pendapat hilangnya selubung penutup sumur (casing) sebagai penyebab semburan. Yang jelas, dugaan sementara dilatarbelakangi tekanan gas bawah tanah.

Selain itu, pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan Pertamina dan SKK Migas. Tak hanya soal semburan, pihaknya juga akan membahas temuan sumur tua di beberapa titik lokasi. Sebab, hal itu berkaitan dengan keselamatan dan keamanan lingkungan di sekitarnya. ’’Itu yang akan dinilai membahayakan atau tidak. Nanti, di kawasan Kutisari apa mungkin terjadi lagi atau sebaliknya,” katanya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Hotspot Turun, Jambi dan Sumsel Sudah Diguyur Hujan - Gudang Berita Viral Hotspot Turun, Jambi dan Sumsel Sudah Diguyur Hujan
Kamis, 17 Okt 2019, 02:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Morgan Oey ‘Lahir’ dari Telur, Begini Sinopsis Film Eggnoid - Gudang Berita Viral Morgan Oey ‘Lahir’ dari Telur, Begini Sinopsis Film Eggnoid
Kamis, 17 Okt 2019, 02:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
KPK Ungkap Sejumlah Perkara Menyimpang di Lapas Sukamiskin - Gudang Berita Viral KPK Ungkap Sejumlah Perkara Menyimpang di Lapas Sukamiskin
Kamis, 17 Okt 2019, 02:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print