Minggu, 15 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 30 Agu 2019, 20:00:11 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Utak-atik Kelengkapan Dewan, PDIP Ingin Empat Kursi Pimpinan Komisi - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Lobi-lobi antarelit partai politik yang lolos ke DPRD Surabaya sedang hangat-hangatnya dilakukan sekarang ini. Mereka sedang menyusun kekuatan untuk mendapatkan jatah posisi di alat kelengkapan dewan (AKD). Terutama yang paling dinanti-nantikan adalah pimpinan komisi. Lobi-lobi itu berlangsung dinamis di dalam kantor DPRD yang relatif lengang dalam sepekan terakhir ini.

Di DPRD Surabaya ada empat komisi. Yakni, komisi A bidang hukum dan pemerintahan, komisi B bidang perekonomian, komisi C bidang pembangunan, serta komisi D bidang kesejahteraan rakyat. Tiap komisi tersebut mempunyai tiga pimpinan. Yakni, ketua, wakil ketua, dan sekretaris. Bila tak ada perubahan tata tertib, ada 12 posisi yang diperebutkan anggota DPRD.



Bagaimana penentuan 12 posisi itu bisa berjalan dinamis? Seorang politikus senior di Yos Sudarso menyebutkan, partai pemenang pemilu memang memegang kunci. Dalam hal ini PDI Perjuangan yang memiliki 15 kursi di DPRD Surabaya. Mereka bisa mengirimkan anggota dengan jumlah paling banyak di setiap komisi tersebut. Penentuan pimpinan komisi sejatinya telah diatur, dikondisikan, atau ditata di luar rapat komisi itu meski aturannya ada pemilihan secara formal.

’’Saiki podo bingung noto. Gambare isik akeh. Tapi, meh enek bentuke,’’ ujar politikus tersebut seraya mewanti-wanti agar namanya tak disebutkan. Gambar yang dimaksud adalah utak-atik siapa yang mendapatkan jatah pimpinan komisi itu. Meski menjadi pemenang, PDIP tetap harus berkoalisi dengan partai atau fraksi lain agar bisa memuluskan tujuan untuk mendapatkan posisi pimpinan.

’’Kalau lihat sekarang kan di C (komisi C, Red) dan D (komisi D). Paling ya itu lagi yang incar karena paling strategis,’’ jelasnya. Strategis dalam hal apa? ’’Ya, komisi C kan mengurusi proyek. Kalau komisi D itu komisi yang populis,’’ lanjutnya. Pada periode sebelumnya, yang menjadi ketua komisi C adalah Syaifuddin Zuhri yang pernah menjabat sekretaris DPC PDIP Surabaya. Untuk komisi D, ditangani Agustin Poliana, politikus senior PDIP Surabaya.

Kemarin (29/8) juga mulai muncul nama-nama yang diprediksi menjadi ketua komisi. Misalnya, komisi A menjagokan Pertiwi Ayu Khrisna dari Fraksi Golkar. Komisi B ada Luthfiyah, kader Partai Gerindra. Untuk jatah PDIP di komisi C, bisa jadi jatuh ke tangan Dyah Katarina.

Ketua DPC PDI Perjuangan Adi Sutarwijono saat dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya memang berharap kadernya bisa tetap menduduki posisi ketua komisi C dan D. Sebab, dua komisi itu strategis lantaran berdekatan langsung dengan masyarakat.

’’PDIP berkepentingan di AKD (alat kelengkapan dewan, Red). Itu komposisinya tetap seperti sekarang. Dua ketua komisi dan dua pimpinan komisi dan satu wakil ketua BK,’’ ujar pria yang akrab disapa Awi tersebut. Posisi lain akan didistribusikan ke politisi lain yang setia dengan PDIP dalam penyusunan AKD.

Ketua Fraksi PKB Minun Latif menuturkan, pihaknya berharap tetap bisa mempertahankan satu ketua komisi sama seperti sebelumnya. Pada periode lalu, Mazlan Mansur menjadi ketua komisi B. Namun, dia tak lolos lagi ke Yos Sudarso. ’’Ya, bergantung nanti. Mudah-mudahan dapat jatah ketua komisi,’’ ucapnya.

Sekretaris DPC Partai Gerindra A.H. Thony yang diprediksi menjadi wakil ketua DPRD Surabaya mengaku sudah komunikasi dengan partai lain.

Pemilihan Juga Bercampur Mitos

Politik modern masih mengenal mitos. Misalnya, pemilihan alat kelengkapan dewan di Surabaya. Di antara empat komisi di DPRD Surabaya, komisi B-lah yang agaknya tidak terlalu diminati. Komisi itu mengurusi bidang perekonomian dan keuangan. Di periode sebelumnya, hanya Baktiono dari komisi B yang lolos kembali menjadi anggota DPRD. Politikus gaek PDI Perjuangan itu menapaki periode kelima di DPRD Surabaya.

Di periode sebelumnya, pimpinan komisi B adalah Mazlan Mansur (dari PKB, ketua), Anugrah Ariyadi (PDIP, wakil ketua), M. Arsyad (PAN, sekretaris). Sementara itu, anggotanya meliputi Edi Rachmad (Hanura), Erwin Tjahyuadi (PDIP), Achmad Zakaria (PKS), Rio Pattiselano (Gerindra), Binti Rochmah (Golkar), Dini Rijanti (Demokrat), dan Baktiono (PDIP).

Bahkan, ada yang sampai tersangkut masalah hukum kasus jasmas, yakni Binti dan Dini. Juga, Saiful Aidy yang tersangkut kasus jasmas sebelumnya duduk di komisi B. Dalam situasi seperti itu, ada saja yang melempar candaan bahwa komisi B tersebut angker. Tidak membawa hoki.

Misalnya, Sukadar, mantan ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, dengan bercanda siap ditempatkan di komisi mana pun. Asalkan bukan komisi B. ”Pokoke nggak komisi B, malati (kena tuah, Red),” ujarnya setengah bercanda saat ditemui di DPRD Surabaya kemarin (29/8).

Malati atau tidak, komisi B memang jarang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Lantaran mitranya, antara lain, badan usaha milik daerah dan bagian keuangan serta perekonomian. Tidak sepopuler komisi D yang bisa bersentuhan langsung dengan anak-anak sekolah atau lansia. Atau sepenting komisi C yang langsung berurusan dengan proyek pembangunan.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Kinerja KPK Bakal Diragukan Jika Memiliki Kewenangan Penerbitan SP3 - Gudang Berita Viral Kinerja KPK Bakal Diragukan Jika Memiliki Kewenangan Penerbitan SP3
Minggu, 15 Sep 2019, 12:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Ketahui Sebab Mata Gatal Seperti Terganjal Pasir - Gudang Berita Viral Ketahui Sebab Mata Gatal Seperti Terganjal Pasir
Minggu, 15 Sep 2019, 12:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Jika Poin Usulan Revisi UU Disetujui, KPK Cuma seperti Lembaga Kajian - Gudang Berita Viral Jika Poin Usulan Revisi UU Disetujui, KPK Cuma seperti Lembaga Kajian
Minggu, 15 Sep 2019, 12:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print