Selasa, 17 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 04 Sep 2019, 16:00:06 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Usut Dugaan Korupsi Dana Jasmas, Jaksa Tangkap Syaiful Aidi di Rumah - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Penyidik Kejari Tanjung Perak akhirnya menangkap Syaiful Aidi kemarin (3/9). Mantan anggota DPRD Surabaya yang menjadi tersangka dugaan korupsi dana hibah jaring aspirasi masyarakat (jasmas) 2016 tersebut ditangkap di rumahnya, Jalan Ngesong, Dukuh Kupang. Tanpa perlawanan, dia dibawa ke kantor Kejari Tanjung Perak sekitar pukul 12.00.

Setelah menjalani pemeriksaan selama 2,5 jam, politikus PAN tersebut keluar dari ruang penyidik pada pukul 14.30. Mengenakan rompi tahanan merah, Syaiful yang baru sepuluh hari merampungkan jabatannya sebagai anggota legislatif digiring menuju mobil tahanan yang akan membawanya ke Cabang Rutan Kelas I Surabaya di Kejati Jatim. Di sana, dia akan ditahan selama 20 hari.



Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjung Perak Lingga Nuarie menyatakan, tersangka ditangkap setelah dipanggil tiga kali sebagai tersangka, tapi tidak hadir. Terakhir, penyidik memanggilnya untuk kali ketiga pada Senin (2/9) Syaiful menjadi mantan anggota dewan keempat yang ditahan atas kasus sama. Penyidik sebelumnya menahan Sugito, Aden Darmawan, dan Binti Rochmah. Kini masih ada dua lagi yang berstatus tersangka, tapi belum ditahan. Dia adalah mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya Ratih Retnowati dan Dini Rijanti.

’’Tiga orang sudah kami panggil sebagai tersangka, tapi tidak hadir. Makanya, kami jemput paksa. Mereka sudah bersurat ke kami. Tapi, dari kami ada SOP (standar operasional prosedur) kalau sudah tiga kali tidak hadir, akan kami jemput paksa,’’ ujarnya.

Lingga menambahkan, Syaiful saat ditangkap di rumahnya sama sekali tidak melawan. Dia menurut saja kepada jaksa yang akan membawanya ke kantor kejari untuk diperiksa. ’’Beliau kooperatif. Bersedia untuk kami bawa ke kejari. Cuma berpesan mau ganti baju dulu,’’ katanya.

Sementara itu, pengacara Syaiful, Yusuf Eko Nahuddin, mengatakan bahwa pihaknya akan menghormati seluruh proses hukum yang harus dijalani kliennya.Syaiful, menurut dia, tidak akan melawan. ’’Kami ikuti saja prosesnya. Yang jelas, kami kooperatif dan mengikuti dengan baik. Pada prinsipnya, semua tetap berjalan,’’ ungkap Yusuf.

Bahrul Ulum, pengacara Syaiful lainnya, menambahkan bahwa kliennya bersama Dini dan Ratih mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dia menilai proses penyidikan sudah tidak benar. Salah satunya, para tersangka tidak mendapatkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dari penyidik. ’’Hak klien kami sebagai terlapor untuk mendapatkan SPDP secara resmi dan patut maksimal tujuh hari setelah dikeluarkan,’’ tuturnya.

Meski demikian, tim pengacara itu hanya menjadi kuasa hukum Syaiful sebagai tersangka. Yusuf menyatakan bahwa dirinya belum mendapatkan kuasa untuk mendampingi Dini dan Ratih. Mereka hanya menjadi pengacara untuk ketiga tersangka saat praperadilan.

Syaiful ditangkap terlebih dahulu karena dalam tiga kali panggilan, dia tidak pernah mengonfirmasi. Sementara itu, dari tiga kali panggilan sebagai tersangka, Dini dan Ratih melalui surat mengonfirmasi tidak bisa datang memenuhi panggilan penyidik. Alasannya, mereka belum memiliki pengacara dan mencari bukti-bukti yang meringankan.

Penyidik menetapkan Syaiful sebagai tersangka bersama lima koleganya sesama mantan anggota dan anggota dewan aktif karena bersekongkol dengan pengusaha Agus Setiawan Jong. Upaya mereka merugikan keuangan negara Rp 4,9 miliar. Mereka diyakini telah berperan aktif dalam pengajuan dana hibah jasmas 2016 tersebut.

Mereka tidak sekadar mengetahui dugaan korupsi itu, tapi juga merekomendasikan ketua RT/RW yang akan mengajukan proposal harus melalui Agus Jong. Dari praktik itu, para anggota dewan tersebut diduga menerima fee 15 persen dari terpidana Agus Jong. Fee itu diberikan untuk setiap proposal yang disetujui Pemkot Surabaya, lalu dicairkan. 

Sepak Terjang Syaiful

Jumat, 23 Agustus: Melalui surat, Syaiful Aidi berjanji datang sendiri tanpa dipanggil penyidik.

Senin, 26 Agustus: Syaiful bersama dua kolega, Ratih Retnowati dan Dini Rijanti, dipanggil penyidik untuk kali pertama sebagai tersangka. Ratih dan Dini ditunggu sampai sore, tapi tidak datang. Syaiful tidak datang tanpa konfirmasi.

Kamis, 29 Agustus: Syaiful bersama Ratih dan Dini dipanggil penyidik untuk kali kedua sebagai tersangka. Ratih dan Dini tidak datang dengan alasan belum memiliki pengacara. Syaiful tidak datang tanpa konfirmasi.

Senin, 2 September: Syaiful bersama Ratih dan Dini dipanggil penyidik untuk kali ketiga sebagai tersangka. Ratih dan Dini tidak datang dengan alasan belum memiliki pengacara. Syaiful tidak datang tanpa konfirmasi.

Selasa, 3 September: Syaiful ditangkap di rumahnya di Jalan Ngesong.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Bergeser ke Usia Lebih Muda, Kenali 10 Gejala Umum Alzheimer - Gudang Berita Viral Bergeser ke Usia Lebih Muda, Kenali 10 Gejala Umum Alzheimer
Selasa, 17 Sep 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Polda Kalbar Tetapkan 61 Tersangka Karhutla, 9 Korporasi Disegel - Gudang Berita Viral Polda Kalbar Tetapkan 61 Tersangka Karhutla, 9 Korporasi Disegel
Selasa, 17 Sep 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
1.461 Mobil Mewah Belum Bayar Pajak, Total Tunggakan Rp 48,6 Miliar - Gudang Berita Viral 1.461 Mobil Mewah Belum Bayar Pajak, Total Tunggakan Rp 48,6 Miliar
Selasa, 17 Sep 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print