Selasa, 24 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 05 Sep 2019, 15:00:05 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Urban Propertindo Naikkan Anggaran Akuisisi Lahan  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mengubah komposisi pengunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering ( IPO) untuk akuisisi Lahan dan proyek properti.

Sekretaris Perusahaan URBN, Tri Racham Batara mengatakan  sampai saat ini perseroan masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp330,33 miliar. Sedangkan hingga akhir Juni 2019 menggunakan dana hingga Rp38,15 miliar untuk akusisi lahan, pengembangan lahan Rp13,06 miliar dan modal kerja Rp41,63 miliar.

“Adapun sisa dana IPO untuk akuisisi lahan sebesar Rp177,62 miliar, pengembangan lahan Rp116,39 miliar dan modal kerja Rp36,13 miliar. Totalnya senilai Rp330,33 miliar,” kata Tri tentang hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Kamis (5/9/2019).



Ia menambahkan, dengan perubahan penggunaan IPO itu maka perseroan lebih leluasa mengembangkan kawasan dengan konsep dan prinsip Transit Oriented Development (TOD).

“Sehinga perseroan dapat mengembangkan lahan-lahan yang berlokasi di titik-titik transportasi massal seperti LRT,” kata dia.

Untuk meningkatkan alokasi dana untuk akusisi lahan, proyek dan perusahaan properti sesuai hasil RUPSLB menjadi Rp342 miliar atau 80,83% dari sebelumnnya 50,99% dari dana IPO. Sedangkan untuk pengembangan lahan menjadi Rp26,27 miliar atau 6,21% dari sebelumnya 30,58% dan modal kerja menjadi Rp54,84 miliar atau 12,96% dari 18,42% dari dana IPO sebesar Rp423,1 miliar.

Dalam RUPSLB Kamis siang, juga mengangkat Thomas selaku Direktur perseroan dan menyetujui pengunduran diri, Tri Rachman Batara selaku Direktur.

Jadi susunan kepengurusan perseroan adalah komisaris utama, Yongky Wijaya. Komisaris Independen, Dyah Tjahjani Saraswati. Sedangkan jajasan direksi antara lain direktur utama,  Paulus Nurwandono. Direktur perseroan, Agustus Antono Aditomo dan Thomas.

PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) didirikan pada tanggal 09 Mei 1995 dengan nama PT Samsung Development.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Urban Jakarta Propertindo Tbk, yaitu: PT Nusa Wijaya Propertindo (79,24%) dan Ibukota Development Ltd. (9,61%). Saham publik sebesar 11,14%.

Ruang lingkup kegiatan URBN adalah menjalankan usaha dalam bidang konstruksi, Engineering, Procurement dan Construction (EPC), penyelenggaraan prasarana dan sarana perkeretaapian, usaha pariwisata, investasi dan/atau pengelolaan usaha prasarana dan sarana dasar infrastruktur, perdagangan, industri, pengembangan kawasan dan real estate. Saat ini, kegiatan utama URBN adalah pengembangan properti apartemen dan pusat perbelanjaan.

Pada tanggal 29 November 2018, URBN memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham URBN (IPO) kepada masyarakat sebanyak 360.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp1.200 per saham.

Penawaran juga disertai dengan Waran Seri I sebanyak 504.000.000 dengan harga pelaksanaan Rp2.500 per saham. Saham dan waran tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 Desember 2018.

Sesi I, saham URBN berada di Rp2.330 per saham per saham. [hid]




Sumber: inilah.com

Tag: News



Mencalonkan Jadi Ketum PSSI, Rahim Soekasah: Ini Murni Untuk Perbaikan - Gudang Berita Viral Mencalonkan Jadi Ketum PSSI, Rahim Soekasah: Ini Murni Untuk Perbaikan
Selasa, 24 Sep 2019, 16:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Sabri Lamouchi Tak Takut Nama Besar Arsenal - Gudang Berita Viral Sabri Lamouchi Tak Takut Nama Besar Arsenal
Selasa, 24 Sep 2019, 16:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Tito Ungkap Penyebab Kerusuhan Wamena, Dari Isu Rasis hingga Penyusup - Gudang Berita Viral Tito Ungkap Penyebab Kerusuhan Wamena, Dari Isu Rasis hingga Penyusup
Selasa, 24 Sep 2019, 16:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print