Kamis, 24 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 04 Okt 2019, 20:00:11 WIB, 7 View Tim Redaksi, Kategori : News
Undang-Undang Darurat Era Kolonial Diberlakukan, Demonstran Terpojok - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Unjuk rasa yang tak kunjung padam membuat pemerintah Hongkong memutar otak mencari cara agar bisa diredam. Teranyar, pemimpin Hongkong, Carrie Lam, menggunakan cara yang cukup mengejutkan yakni akan memberlakukan Undang-Undang Darurat Era Kolonial. Pemerintah melarang penggunaan masker atau topeng bagi warga Hongkong saat berada di area publik.

Ini dilakukan alam upaya menekan demonstrasi pro-demokrasi yang telah mengguncang Hongkong sejak Juni lalu. Bahkan, Hongkongers semakin marah setelah beberapa hari lalu seorang remaja terkena tembakan peluru tajam di dada dari jarak dekat. Saat terjadi bentrok, polisi terlihat menembakkan pistol ke arah remaja tersebut dan mengenai dada. Saat ini, remaja tersebut masih dalam perawatan.



Pemimpin Hongkong, Carrie Lam mengatakan bahwa larangan itu akan mulai berlaku pada Sabtu, 5 Oktober. Laporan mengatakan bahwa larangan tersebut diberlakukan pada tengah malam. Bagi siapa saja yang melanggar akan dikenai denda dan hukuman penjara satu tahun.

“Kekerasan telah menghancurkan Hongkong,” ungkap Lam seperti dilansir Al Jazeera terkait penerapan larangan tersebut. Lam menambahkan bahwa pelarangan masker atau topeng penutup wajah akan menjadi pencegah yang efektif karena pengunjuk rasa tak akan bisa menyembuyikan identitas mereka.

Tentu saja aturan tersebut membuat demonstran pro-demokrasi terpojok. Selama ini mereka memang menggunakan topeng atau masker untuk menyembunyikan identitas saat melakukan unjuk rasa. Artinya, dengan diberlakukannya larangan tersebut, para pengunjuk rasa bisa dikenali dan dengan mudah aparat keamanan mendata mereka. Apabila terjadi rusuh, hal itu memudahkan aparat untuk melakukan penangkapan karena identitas bisa dilihat secara jelas.

“Jika kekerasan meningkat, kami harus melakukan hal-hal yang perlu untuk melawan. Sudah saatnya demonstrasi dihentikan karena efeknya makin tak menguntungkan bagi Hongkong,” beber Lam.

Seperti diketahui, selama ini pengunjuk rasa telah menggunakan masker atau topeng dan dilengkapi dengan helm kuning. Mereka juga mengenakan kacamata dan respirator untuk melindungi diri dari gas air mata, peluru karet dan meriam air, dan untuk menyulitkan aparat keamanan mengenali mereka.

Sementara itu, legislator pro-Tiongkok, Elizabeth Quat, sebelumnya mendesak Lam untuk memberlakukan Undang-Undang Darurat saat Tiongkok merayakan hari jadi ke 70 tahun pada Selasa (1/10). Maklum saja, saat itu demonstrasi masif terjadi. Meski Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan bahwa Hongkong tetap milik Tiongkok, Hongkongers tetap melakukan unjuk rasa menuntut diberikan kebebasan untuk menentukan nasib sendiri.

“Jika kita memiliki hukum, maka harus diberlakukan dan akan memiliki efek jera untuk orang-orang yang melakukan unjuk rasa,” sebut Elizabeth Quat.

Warga Hongkong yang mayoritas pekerja kantoran memprotes akan diberlakukannya larangan pemakaian masker di area publik (New York Times)

Di satu sisi, larangan tersebut jelas membuat warga Hongkong pro-demokrasi semakin marah. Salah satu aktivis Hongkong, Joshua Wong, yang juga sekretaris jenderal partai pro-demokrasi Demosisto, mengatakan bahwa pelarangan penggunaan topeng menjadi awal dari lebih banyak penindasan yang akan dilakukan pemerintah.

“Penangkapan dan memburu yang sewenang-wenang, memperpanjang penahanan hingga 96 jam atau lebih, melarang akses internet, undang-undang darurat secara de facto memang itu yang sangat diharapkan pemerintah,” sebut Joshua di akun media sosial miliknya.

Sementara itu, warga Hongkong pada umumnya ternyata banyak yang tak setuju dengan pemberlakuan larangan memakai masker atau topeng saat berada di area publik. Sebagai bentuk protes akan diberlakukannya larangan tersebut, ribuan warga Hongkong melakukan unjuk rasa damai pada Jumat (4/10). Mereka sebagian besar adalah pekerja kantoran. Mereka turun ke jalan dengan mengenakan masker. Ada pula yang mengenakan topeng.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Chelsea Bawa Pulang Tiga Poin dari Markas Ajax  - Gudang Berita Viral Chelsea Bawa Pulang Tiga Poin dari Markas Ajax
Kamis, 24 Okt 2019, 03:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Starter di UCL, Ini Pesan Zidane ke Rodrygo  - Gudang Berita Viral Starter di UCL, Ini Pesan Zidane ke Rodrygo
Kamis, 24 Okt 2019, 03:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Mobil Listrik Honda e Tampil Perdana di Jepang  - Gudang Berita Viral Mobil Listrik Honda e Tampil Perdana di Jepang
Kamis, 24 Okt 2019, 03:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print