Jumat, 18 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 07 Okt 2019, 08:00:07 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
Tutup Wajah Dilarang, Hongkongers Membangkang - Gudang Berita Viral

Keputusan pemerintah Hongkong melarang penutup wajah di depan publik berdampak buruk. Bukannya takut, demonstran justru kian ekstrem.

SITI AISYAH, Jawa Pos



gudangberitaviral.com – “Kekerasan ekstrem yang mengerikan terjadi di semua distrik di Hongkong”. Peryataan itu meluncur dari mulut Chief Executive Hongkong Carrie Lam. Perempuan yang memimpin Hongkong sejak 2017 tersebut, sepertinya, syok. Kota yang dipimpinnya ibarat medan perang sejak Jumat (4/10) malam. Kerusuhan, pembakaran, vandalisme, serta perusakan toko dan berbagai fasilitas umum lainnya terjadi di mana-mana. Itu adalah respons penduduk atas Dekrit Kebijakan Darurat yang melarang penggunaan penutup wajah di depan umum.

Massa turun ke jalan sejak Jumat siang ketika Lam mengumumkan larangan kontroversial tersebut. Menjelang malam, demonstran mulai merusak stasiun kereta api bawah tanah, membakar kayu dan kardus, melakukan vandalisme dan menghancurkan kaca-kaca toko serta memblokade jalan.

Kaki seorang remaja 14 tahun tertembak. Seorang petugas kepolisian di Yuen Long dikepung massa. Bom molotov terbakar di dekat kakinya. Massa berusaha merebut pistolnya, tapi gagal. Sebanyak 31 orang dilaporkan luka-luka akibat bentrok.

“Pemerintah tidak mendengarkan kami. Jadi, kami meningkatkan permainan,” tegas Nathalie, salah seorang demonstran, seperti dikutip Agence France-Presse. Dia ikut dalam vandalisme di stasiun KA di Tseung Kwan O.

Ribuan orang berkumpul di New Hong Kong City Centre, Ma On Shan, untuk membaca Manifesto Pemerintahan Sementara Hongkong. Mereka menyebut pemerintah Hongkong saat ini sudah kehilangan legalitas. Dalam manifesto yang berisi 900 kata itu, massa menyerukan pembentukan kepemimpinan baru yang memberikan kebebasan, demokrasi, dan HAM. Pemilihan umum akan dilakukan Maret tahun depan.

Hingga kemarin, seluruh stasiun kereta api masih ditutup. Demikian halnya dengan toko-toko di berbagai penjuru Hongkong. Bandara hanya beroperasi sebagian. Bank-bank milik pemerintah Tiongkok juga tutup.

Di beberapa lokasi, penduduk mengantre panjang di supermarket. Mereka menstok beras, air, telur, tisu toilet, dan berbagai kebutuhan lainnya. Warga berjaga-jaga seandainya kerusuhan tak terkendali dan toko tutup berhari-hari. Mayoritas ATM juga kehabisan uang tunai.

Perpustakaan, museum, dan tempat-tempat pertunjukan juga ditutup. Polisi sudah mengirimkan pesan masal ke penduduk agar menjauhi lokasi demo selama akhir pekan.

Causeway Bay, distrik yang selama ini dikenal sebagai pusat perbelanjaan dan jujukan turis itu, tak lagi bisa dikenali. Kondisinya kacau. Lam meminta penduduk agar menjauhkan diri dari demonstran garis keras yang membuat kekacauan. Tapi, massa yang turun ke jalan justru bertambah setiap jam.

Belum diketahui langkah apa yang akan diambil pemerintah Hongkong selanjutnya. Menteri Kehakiman Hongkong Teresa Cheng menolak berkomentar terkait rencana penerapan darurat militer. “Pemerintah sedang mempertimbangkan semua cara legal yang ada untuk meredakan krisis,” ujar dia seperti dikutip Time.

Hongkong dalam Lintasan Sejarah

– 1842: Perang Opium I berakhir. Kerajaan Qing, Tiongkok, menyerahkan sebagian wilayah Hongkong ke Kerajaan Inggris.

– 1860: Perang Opium II berakhir, Inggris meluaskan kekuasaan hingga Semenanjung Kowloon.

– 1898: Kekuasaan Inggris kian luas. Lahir perjanjian sewa Hongkong selama 99 tahun. Banyak pelarian Tiongkok yang menuju Hongkong.

– 1984: Inggris sepakat mengembalikan Hongkong ke pangkuan Tiongkok pada 1997 dengan catatan one country two system alias satu negara dua sistem diberlakukan selama 50 tahun.

– 1997: Hongkong dikembalikan. Mereka punya sistem pemerintahan dan kebijakan sendiri, kecuali untuk urusan luar negeri dan pertahanan.

– September–Desember 2014: Umbrella Movement turun ke jalan. Mereka menuntut reformasi sistem pemilu di Hongkong. Gerakan itu dapat digagalkan. Massa sempat berkata “Kami akan kembali”.

– 2047: One country two system berakhir. Penduduk Hongkong mulai khawatir kebebasannya akan terbatasi.

– Survei yang dilakukan University of Hong Kong menunjukkan, hanya 11 persen penduduk yang menyebut dirinya sebagai warga Tiongkok. Sebanyak 71 persen melabeli diri sebagai Hongkongers alias warga Hongkong.

– Maret 2019: Massa kembali turun ke jalan untuk menolak RUU Ekstradisi. Massa kian banyak sejak Juni.

– Mendukung Hongkong, warga Inggris, Prancis, AS, Kanada, dan Australia ikut turun ke jalan.

– 4 September: RUU Ekstradisi resmi dicabut, tapi massa tak mau bubar. Mereka menuntut demokrasi penuh dan Chief Executive Hongkong Carrie Lam mundur.

– 29 September: Jurnalis Indonesia Veby Mega Indah tertembak peluru karet yang mengakibatkan mata kanannya buta.

– 30 September: Demo besar-besaran diadakan di Hongkong dan 40 kota lain di berbagai penjuru dunia.

– 1 Oktober: Peringatan 70 tahun berdirinya negara Tiongkok, demo kian memuncak di Hongkong. Salah satu demonstran ditembak polisi dengan peluru asli. Sebanyak 75 orang ditangkap.

– 4 Oktober: Carrie Lam mengaktifkan dekrit, mengumumkan larangan penggunaan penutup wajah di publik yang berlaku mulai pukul 12.01 kemarin (5/10). Pelanggar bisa dipenjara setahun atau denda HKD 25 ribu atau Rp 45 juta.

– 5 Oktober: Massa turun ke jalan dan kerusuhan terjadi di banyak titik. Seluruh layanan kereta api dihentikan.

Sumber: BBC




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Fabio Quartararo Bisa Kunci Gelar Rookie Terbaik di GP Jepang - Gudang Berita Viral Fabio Quartararo Bisa Kunci Gelar Rookie Terbaik di GP Jepang
Jumat, 18 Okt 2019, 18:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Warga Gaza dan Suriah Butuh Bantuan untuk Hadapi Musim Dingin - Gudang Berita Viral Warga Gaza dan Suriah Butuh Bantuan untuk Hadapi Musim Dingin
Jumat, 18 Okt 2019, 18:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Harga Leeds dan Newcastle Kemahalan, Investor Baru Batal Datang - Gudang Berita Viral Harga Leeds dan Newcastle Kemahalan, Investor Baru Batal Datang
Jumat, 18 Okt 2019, 18:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print