Sabtu, 16 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 29 Okt 2019, 05:00:07 WIB, 6 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Tudingan Amran Soal BPS Mafia Data Bikin Kegaduhan  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - Mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman menuding data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), tidak akurat. Dan, skema Kerangka Sampel Area (KSA) dalam meramal luas panen diindikasikan data mafia.

Tudingan Amran ini, merupakan tuduhan serius terhadap lembaga pemerintah. Sejumlah pihak menilai Amran hanya beramsusi sendiri, dan bisa dipolisikan.

Pakar Hukum Pidana dari Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menegaskan, pernyataan sang mantan mentan yang bernada sumbang terhadap data BPS, sangatlah sensitif. Apalagi dikait-kaitkan dengan dugaan mafia data. Sebagai mantan mentan, Amran harus mempertanggung jawabkan pernyataannya. "Ini berkaitan isu sensitf dan krusial dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Bisa saja (BPS jika dirugikan lapor polisi). Untuk tindaklajut itu, maksudnya apa. Setidaknya melakukan klarifikasi," kata Suparji kepada wartawan, Jakarta, Senin (28/10/2019).



Suparji menambahkan, yang bisa melaporkan Amran bisa BPS atau Presiden Joko Widodo. Ingat, Amran kini bukan lagi pejabat publik tetapi mantan pembantu Presiden. "Sebagai mantan pembantunya dan warga negara, presiden bisa minta klarifikasi dan minta buka data. Untuk perbaikan daripada menimbulkan kegaduhan," katanya.

Selanjutnya, kata dia, dari ucapan Amran itu perlu ada pendalaman serta pertanggungjawaban. Bahkan, dia menantang Amran untuk membuktikan tudingan terhadap BPS melalui proses hukum.

"Kalau dia memiliki keyakinan apa yang disampaikan sebuah kebohongan data bohong, berani enggak mengungkap melalui proses hukum. Menyampaikan bahwa ada penyebaran berita bohong yang berpotensi menimbulkan keonaran di masyarakat. Yang disampaikan ini arahnya kemana?," tukasnya.

Suparji menambahkan, tujuan agar tak jadi polemik yang berlarut serta perbaikan di masa akan datang. "Kalau Amran ada data valid bandingkan saja dengan data yang terungkap di publik dan sebenarnya supaya ada kejelasan," katanya.

Di kesempatan terpisah, pengamat politik Universitas Al Azhar Ujang Komaruddin, menegaskan, data yang dikeluarkan BPS merupakan data resmi pemerintah.

Di mana, seluruh penyelenggara negara harus tunduk dan menggunakan data dari institusi resmi. Ujang pun mempertanyakan keabsahan kalau Amran ngotot datanya benar. Menurutnya, apa yang sampaikan Amran merupakan data yang diklaim pribadi.

"BPS itu adalah lembaga resmi negara, bukan dari data pribadi. Data BPS bisa dipertanggungjawabkan karena didapat dari proses dan pertimbangan yang panjang. Nah, kalau data pribadi kan subjektif," katanya.

Di kesempatan lain, Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan BPS, Hermanto mengaku heran dengan pertanyaan Amran yang mendiskreditkan data BPS dengan sebutan data mafia.

Menurutnya, BPS sebenarnya enggan mengomentari pernyataan tersebut karena tidak jelas yang disebut mafia siapa. "Kita malah enggak tahu, yang dimaksud mafia itu suruh jelasin dulu, baru kita klarifikasi. Jadi pak Amran sebut dulu mana yang mafia," ujarnya.

Ia menjelaskan, ketika BPS melakukan perbaikan penyempurnaan data, dilakukan melalui program nasional yang melibatkan sejumlah lembaga terkait. "Intinya, tim penyempurnaan data ini sifatnya nasional, BPS tidak sendiri, lembaga lain masing-masing punya kredibilitas, ada Badan Informasi Geospasial, ada Kementerian ATR/BPN, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), lintas lembaga dan kementerian, yang mafia itu apa? Kita jadi ketawa," jelas Hermanto.

Setiap rapat pembahasan data, kata dia, juga selalu ada para pakar yang mencermati data-data ini. Ia juga menegaskan semua data bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. "Bagaimana mungkin sejumlah lembaga kredibel ini melakukan yang dikatakan mafia, dan kepentingannya apa? Kami BPS selalu berusaha menjaga integritas negeri ini dengan data yang seakurat mungkin," tegasnya.

Ia menjelaskan, ketika luas baku lahan berdasarkan data BPS menunjukkan ada 7,1 juta hektar, kemudian Kementan era Amran mengaku sudah ngecek, dan menemukan ada selisih 136 ribu hektar, maka hanya 1,8% yang berbeda. "Silakan maknai sendiri, apakah perbedaan 1,8 persen itu akurat, atau mafia?," tuturnya.

Sebelumnya, mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencibir data lahan sawah yang diolah Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) melalui skema Kerangka Sampel Area (KSA) sangat tidak akurat.

Dia mengatakan, ketidakakuratan data lahan sawah yang dikeluarkan BPS setelah dikaji mencapai 92 persen. Dengan kesalahan tersebut akan berdampak terhadap kuota subsidi pupuk yang berkurang hingga 600 ribu ton pada 2021.

"Data pangan yang ada dengan teknologi tinggi dan satelit itu salah. Kami crosscheck dengan tim. Ternyata setelah dicek 92 persen sampel yang diambil salah," ujar dia di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (25/10).

Amran pun menyebutkan, data yang valid di sektor pertanian itu hanya ada dua. "Jadi data itu ada dua. Kalau tidak data pertanian, itu data mafia," tegas dia. [ipe]




Sumber: inilah.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Tudingan Amran Soal BPS Mafia Data Bikin Kegaduhan

Tag: News



PPMB PTN 2020 Peserta Hanya Diberi Kesempatan Sekali UTBK - Gudang Berita Viral PPMB PTN 2020 Peserta Hanya Diberi Kesempatan Sekali UTBK
Sabtu, 16 Nov 2019, 01:00:10 WIB, Dibaca : 1 Kali
 Sterling Kecewa Fans Inggris Soraki Gomez  - Gudang Berita Viral Sterling Kecewa Fans Inggris Soraki Gomez
Sabtu, 16 Nov 2019, 01:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali
 Teman Ngaji Pelaku Bom Medan Diamankan Polisi  - Gudang Berita Viral Teman Ngaji Pelaku Bom Medan Diamankan Polisi
Sabtu, 16 Nov 2019, 01:00:03 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print