Kamis, 14 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 06 Nov 2019, 19:00:47 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Tragis! Bocah SD Tewas Tertimpa Atap Gedung Sekolah yang Runtuh - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Suasana duka menyelimuti rumah Irza Almira, 8, di Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo. Bocah  siswi kelas 2B SDN Gentong ini  meninggal karena tertimpa galvalum dan asbes saat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelasnya. Peristiwa itu terjadi Selasa (5/11), sekitar pukul 08.15.

Sejumlah warga dan kerabat almarhumah datang silih berganti untuk bertakziah. Lantunan zikir dan bait-bait doa tidak henti-hentinya dibacakan. Saat wartawan Radar Bromo ke rumah korban, isak tangis makin keras terdengar saat jenazah Irza sampai ke rumah duka menggunakan mobil ambulans. Usai disalatkan, jenazahnya langsung dimakamkan di pemakaman umum setempat, bakda Asar.



Muhyi, 59, paman dari Irza Almira menuturkan, Irza adalah putri pertama dari pasangan suami-istri Mohammad Zuber dan Ummul Khoiro. Irza dikenal sebagai seorang anak yang baik dan penurut. Tak sekalipun ia membantah permintaan orang tuanya.

“Jadi, waktu kami melihat Irza Almira pulang dengan tubuh terbujur kaku, kami sedih sekali. Sebab, anaknya itu sangat baik. Tidak pernah membantah. Kalau disuruh mengerjakan sesuatu pasti langsung dikerjakan tanpa diminta dua kali,” ungkapnya seperti dikutip Radar Bromo.

Sebelum Irza meninggal, pihak keluarga sebenarnya sempat mendapat firasat yang kurang baik. Senin malam (4/11), keluarga bermimpi ada tanaman di depan rumah yang hilang. Keluarga Irza sempat menyampaikan mimpi itu padanya dan Muhyi pun merasa waswas. Ia khawatir akan ada musibah yang menimpa keluarga.

Dan, kekhawatiran itu menjadi nyata. Namun, Muhyi tidak menyangka bahwa ternyata musibah yang datang sangat berat. Irza meninggal dengan cara mengenaskan. Saat jenazah Irza datang dengan ambulans, ia melihat kondisi Irza sangat memprihatinkan. Bagian belakang kepala keluar darah dan wajah membiru.

Namun, keluarga sudah ikhlas dengan kejadian ini. Sebab, ini merupakan musibah. Pihaknya tidak akan menuntut siapapun. Sebab, kematian itu bisa terjadi kapanpun dan di manapun. Tidak hanya saat menuntut ilmu saja.

“Saya hanya minta doanya untuk keponakan saya. Kami sudah ikhlas dan menganggap ini musibah. Pihak sekolah pun tidak bersalah. Jadi, apa yang mau kami tuntut. Meski bisa, toh tetap tidak bisa mengembalikan nyawa keponakan saya,” pungkas Muhyi.

RAMAI: Rumah Irza Almira yang dipenuhi pentakziah. Rumahnya sangat dekat dengan SDN Gentong. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pasuruan Bahrul Ulum pun menyampaikan bela sungkawa atas peristiwa ambruknya empat atap ruang kelas SDN Gentong. Sehingga, satu siswi dan satu PTT meninggal.

Ya, selain Irza, seorang PTT di SDN Gentong juga meninggal dalam peristiwa itu. Korban adalah Sevina Arsy Wijaya, 19. Sevina adalah pegawai perpustakaan SDN Gentong. Namun, saat kejadian, dia diminta menjaga kelas 5A.

Sekda sendiri memastikan Pemkot tidak akan lepas tangan pada korban. Pemkot akan memberikan santunan pada keluarga yang ditinggalkan. Sementara untuk 14 korban luka akan dibebaskan dari biaya medis. Semua biaya medis sepenuhnya menjadi tanggungan Pemkot.

“Jangan dilihat besaran. Mungkin tidak seberapa. Cuma kami harap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dari keluarga yang ditinggalkan. Semoga yang tertimpa musibah diberikan kekuatan untuk melewatinya,” tutup Ulum.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab ambruknya atap empat ruang kelas di SDN Gentong. Polres Pasuruan Kota dibantu tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya langsung terjun ke lokasi untuk mengidentifikasi penyebab ambruknya empat atap bangunan itu, Selasa (5/11). Sejauh ini, penyebab utama masih belum diketahui.

Tim inafis Polres Pasuruan Kota tiba di SDN Gentong, sekitar pukul 09.30. Agar memudahkan penyidikan, petugas langsung memasang garis polisi di sekitar areal bangunan yang ambruk. Olah tempat kejadian perkara (TKP) langsung dilakukan Satreskrim Polres Pasuruan Kota.

Berdasarkan hasil identifikasi sementara, menurut Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno, diketahui ada keretakan di ruang kelas 2B di sisi selatan. Diduga, ambruknya atap empat ruang kelas itu berasal dari keretakan ini. Keretakan ini menurutnya, menyebabkan galvalum di bagian atap tidak kuat. Kemudian ambruk.

“Ini bermula dari keretakan di sisi selatan. Namun penyebab pastinya kami masih belum mengetahui. Tunggu hasil dari tim labfor dahulu. Yang jelas pengakuan dari sejumlah saksi memang sudah berjalan dua tahun ini,” terang Kapolres saat pers rilis di hadapan sejumlah wartawan.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Tragis! Bocah SD Tewas Tertimpa Atap Gedung Sekolah yang Runtuh

Tag: News



Di Hongkong Open 2019, Hafiz/Gloria Punya Kans Melaju Jauh - Gudang Berita Viral Di Hongkong Open 2019, Hafiz/Gloria Punya Kans Melaju Jauh
Kamis, 14 Nov 2019, 00:00:12 WIB, Dibaca : 0 Kali
Semen Indonesia Minta Pemerintah Batasi Pendirian Pabrik Semen Baru - Gudang Berita Viral Semen Indonesia Minta Pemerintah Batasi Pendirian Pabrik Semen Baru
Kamis, 14 Nov 2019, 00:00:12 WIB, Dibaca : 0 Kali
Dokter: Tak Semua Benjolan Pasti Gejala Kanker Limfoma Hodgkin - Gudang Berita Viral Dokter: Tak Semua Benjolan Pasti Gejala Kanker Limfoma Hodgkin
Kamis, 14 Nov 2019, 00:00:12 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print