Senin, 16 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Minggu, 08 Sep 2019, 19:00:06 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Tradisi Gundul Masal ala Santri Tsamaroturroudloh - Gudang Berita Viral

SETIAP memasuki bulan Muharam, Pondok Pesantren Tsamaroturroudloh Tegalsari, Banyuwangi, memiliki tradisi unik. Kalangan santri mencukur gundul dan menjalankan puasa.



Tradisi itu dijalankan sejak 1970-an oleh pendiri sekaligus pengasuh pesantren kala itu, KH Nuruddin Qosim. Sampai sekarang, tradisi tersebut terus berlanjut yang diampu putranya, Gus Sholehudin.

Setiap tahun, ritual gundul itu tidak hanya diikuti santri setempat. Santri dari pesantren lain yang tertarik gundul masal juga diizinkan untuk bergabung. Setelah menjalani prosesi gundul, mereka menjalankan puasa Selasa, Rabu, dan Kamis pada pekan pertama, kedua, dan ketiga.

Kemudian, pada pekan keempat Muharram, mereka menjalani puasa, mulai Ahad, Senin, Selasa, Rabu, hingga Kamis. Sementara itu, santri yang tidak digundul –seperti santri perempuan– menjalani puasa mutih. ”Kalau nggak gundul, dia harus puasa mutih. Yang artinya, simbol ketulusan dalam mengabdi kepada Allah,” jelas Gus Sholehudin.

Sementara itu, prosesi penggundulan diartikan sebagai simbol mencukur diri dari dosa. Santri yang menjalani prosesi tersebut diharapkan memiliki kontrol diri yang lebih kuat untuk menghindari sejumlah godaan. Terutama yang berkaitan molimo (main, maling, madat, mabuk, madon (berzina).

”Dengan cukur gundul, santri berperilaku baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Biar mereka tidak takabur (sombong),” ujarnya.

Bagi kalangan luar pesantren, gundulan itu identik dengan kanuragan. Pendapat itu tidak ditampik oleh Gus Soleh. Hanya, pengertiannya lebih menghindari keributan. Bagi santri yang memiliki ilmu kebal tidak boleh dipentaskan atau dipamerkan dalam atraksi.

”Kebal ini tidak untuk dites, kalau pegang sabit, nggak hati-hati ya luka,” ujarnya terkekeh.

Sementara itu, santri yang menjalani tradisi gundulan merupakan bentuk menaati peraturan pesantren. Mereka mengikuti prosesi tersebut sejak kali pertama tinggal di pesantren. Salah seorang santri, Agus Muamar, 23, mengungkapkan, selama empat tahun nyantri, dirinya rutin menggundul rambut.

”Saya sudah empat tahun, ya gundul setiap bulan Suro,” terang santri asal Palembang, Sumatera Selatan, itu.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



DPR dan Pemerintah Belum Sepakat soal Dewan Pengawas KPK - Gudang Berita Viral DPR dan Pemerintah Belum Sepakat soal Dewan Pengawas KPK
Senin, 16 Sep 2019, 16:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Jelajahi Pesona Bahari 5 Destinasi Indah di Sulawesi - Gudang Berita Viral Jelajahi Pesona Bahari 5 Destinasi Indah di Sulawesi
Senin, 16 Sep 2019, 16:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Simpang Siur Label Halal Daging Impor, Permendag 29/2019 akan Direvisi - Gudang Berita Viral Simpang Siur Label Halal Daging Impor, Permendag 29/2019 akan Direvisi
Senin, 16 Sep 2019, 16:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print