Selasa, 15 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 08 Okt 2019, 15:00:07 WIB, 6 View Tim Redaksi, Kategori : News
Tiga Srikandi di Kabinet Jokowi ini Berpeluang Dipertahankan - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Sejumlah nama menteri yang menjabat di kabinet Joko Widodo (Jokowi) periode pertama diprediksi punya peluang besar diangkat lagi menjadi menteri. Mereka yang memiliki kans besar dipertahankan Jokowi adalah menteri-menteri yang berprestasi.

Lantas siapa saja sosok yang dinilai berprestasi dan bakal dipilih oleh Jokowi nanti?



Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN), Yasin Mohammad menilai sejumlah menteri yang berlatar belakang profesional punya peluang lebih besar dilantik lagi. Pasalnya menurut Yasin, menteri-menteri dari kalangan profesional lebih tampak kinerjanya.

Yasin mencontohkan, sosok Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memiliki kinerja bagus. Meskipun ada kebijakan kontroversial seperti melarang nelayan menggunakan cantrang.

Namun, hal itu tak lain demi menjaga sumber daya laut. Apalagi berdasarkan studi yang pernah dilakukan, penggunaan cantrang terbukti merusak sumber daya laut dan ekosistem karang.

Selain itu, Yasin mengungkapkan prestasi Susi adalah melawan illegal fishing. Bahkan, menteri nyenterik itu tidak segan-segan melakukan penenggelaman kapal.

“Dalam konteks penenggelaman Ibu Susi paling tinggi. Prestasinya dalam law enforcement atau perang melawan illegal fishing patut diapresiasi,” ujar Yasin saat dihubungi, Selasa (8/10).

Selain Susi, menteri lain yang berpeluang dipertahankan adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Meski kebijakan-kebijakannya tidak ada yang revolusioner, namun terbukti mampu menyeimbangkan neraca keuangan negara.

“Kunci keuangan negara itu ada di Ibu Sri Mulyani. Pola yang dimainkan adalah kebijakan ekonomi liberal. Membuka lebar-lebar akses investasi dari luar. Investasi ini dibuka dalam rangka menyeimbangkan neraca keuangan. Tidak ada kebijakan monumental, tapi di politik Sri Mulyani berpotensi di pilpres 2024,” katanya.

Sosok Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga dinilai pantas untuk dipertahankan oleh Presiden Jokowi. Menurut Yasin, meski awalnya banyak yang meragukan, namun prestasi Retno telah membuktikan kelihaiannya berkomunikasi dengan negara-negara lain.

“Pada awal-awal penunjukan Ibu Retno diragukan kemampuannya, termasuk komunikasinya dengan beberapa negara lain banyak diragukan. Tapi belakangan dia bisa menunjukkan seperti masuknya Indonesia sebagai Dewan Kehormatan di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa),” imbuhnya.

Namun demikian, Retno masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Misalnya persoalan hukum yang banyak menjerat pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri.

Tak Sesuai Harapan

Sementara itu, lanjut Yasin, sejumlah menteri dari kalangan partai politik justru paling terancam. Menurutnya, mayoritas dari mereka jarang berprestasi dan tidak memiliki terobosan baru. Ia menyontohkan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang menjabat Menteri Perindustrian.

“Saya kira belum ada yang berpretasi. Seperti Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, belum ada terobosan baru. Tidak ada perkembangan signifikan. Tidak bisa mendatangkan investasi di bidang industri. Stimulan-stimulannya tidak ada. Saya kira kinerjanya belum maksimal di bidang perindustrian,” sebut dia.

“Apalagi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Banyak melakukan kebijakan-kebijakan impor yang menimbulkan polemik. Justru sentimen negatifnya terhadap Enggartiasto Lukita lebih besar,” imbuhnya.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri. (dok. gudangberitaviral.com)

Yasin juga menyoroti kinerja Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri yang justru tidak mampu melindungi buruh. Padahal seharusnya Menaker itu bisa mengeluarkan peraturan menteri yang bisa menjawab persoalan-persoalan krusial, berkaitan dengan buruh dan perlindungan kesejahteraan buruh.

“Dan Menaker sendiri tidak bisa menjawab persoalan-persoalan di buruh. Contoh kasus semisal soal PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) besar-besaran di perusahaan Krakatau Steel,” tegas dia.

Seharusnya kata dia, Hanif Dhakiri mampu membuat peraturan yang bisa melindungi para pekerja. Sementara Hanif tidak bisa menjembatani antara pihak buruh dan perusahaan.

“Beberapa kasus yang parsial banyak sekali. Ada 4.000 buruh yang di-PHK masal, mereka datang ke Menaker, tapi menterinya manggil Direktur Krakatau Steel saja enggak bisa,” pungkasnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Putri Lenny Kravitz Didapuk jadi Catwoman di Film The Batman - Gudang Berita Viral Putri Lenny Kravitz Didapuk jadi Catwoman di Film The Batman
Selasa, 15 Okt 2019, 17:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Kecolongan, Prostitusi Terselubung di Jaksel Akan Disidak Disparbud - Gudang Berita Viral Kecolongan, Prostitusi Terselubung di Jaksel Akan Disidak Disparbud
Selasa, 15 Okt 2019, 17:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Kate Middleton Kenang Mendiang Lady Diana Saat Kunjungi Pakistan - Gudang Berita Viral Kate Middleton Kenang Mendiang Lady Diana Saat Kunjungi Pakistan
Selasa, 15 Okt 2019, 17:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print