Kamis, 19 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 06 Sep 2019, 17:00:11 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Tiga Spesifikasi SPLU yang Disiapkan PLN, Ada yang Ngebut Banget - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Perusahaan Listrik Negara (PLN) ambil bagian dalam gelaran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 dengan memamerkan contoh Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). SPLU PLN nantinya akan menjadi semacam pom bensin bagi kendaraan listrik untuk mengisi ulang daya.

Dalam presentasinya di panggung IEMS, PLN menyebut mereka akan memiliki tiga SPLU dengan spesifikasi berbeda. Masing-masing SPLU tersebut adalah normal charging, fast charging, dan varian yang paling ngebut banget disebut dengan SPLU ultra fast charging.



Ketiga SPLU tersebut memiliki spesifikasi yang berbeda. Untuk normal charging, perangkat mampu mengalirkan daya kurang lebih 22 kW. Pengisian dengan SPLU normal charging pada kendaraan disebut membutuhkan waktu rata-rata 3-4 jam. Nantinya, SPLU normal charging akan tersedia di area-area parkir perkantoran.

SPLU yang dipersiapkan PLN untuk memasuki era kendaraan listrik (Rian Alfianto/gudangberitaviral.com)

SPLU kedua fast charging. SPLU fast charging mampu menyalurkan arus sebesar 22-43 kW (AC) atau 53 kW (DC). Estimasi lama pengisian kendaraan listrik dalam hal ini mobil disebut bisa hanya 1-2 jam saja. SPLU fast charging, nantinya diharapkan akan ada di area parkir kantor, mal, rest area dan beberapa spot penting lainnya.

Sementara yang ketiga adalah SPLU ultra fast charging. Menyandang status ultra fast charging, SPLU tersebut dibekali dengan kemampuan mengirimkan arus sebesar 120-250 kW (DC). Dengan arus segitu, nantinya mengisi daya mobil listrik hanya diperlukan waktu paling lama 20 menit. SPLU ultra fast charging akan tersedia di rest area dan beberapa spot penting dan ramai lainnya.

Seperti diketahui, SPLU ultra fast charging PLN baru akan dibangun satu di Jakarta. Tidak menutup kemungkinan, PLN juga akan menambah SPLU ke depannya di berbagai lokasi. Hal tersebut dilakukan jika kendaraan listrik sudah benar-benar masif di Indonesia.

General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Ikhsan Asaad sebelumnya mengatakan bahwa investasi untuk SPLU ultra fast charging tidaklah murah. “Kita coba dulu. Investasinya cukup mahal, Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 miliar untuk satu ultra fast charging. Makanya tahun ini (satu), tahun depan kami rencananya tambah lagi. Minimal memberi keyakinan ke masyarakat dulu,” ungkap Ikhsan.

SPLU yang dipersiapkan PLN untuk memasuki era kendaraan listrik (Rian Alfianto/gudangberitaviral.com)

Selain SPLU ultra fast charging, PLN juga mengaku akan membangun tiga stasiun fast charging dan 10 normal charging di lokasi-lokasi strategis di Jakarta. Targetnya hingga akhir tahun ini, SPLU tersebut sudah mulai dibangun.

Sebagai informasi, PLN Disjaya sebelumnya juga sudah mengoperasikan SPLU di beberapa titik. Kendaraan listrik yang menggunakan tipe steker atau power plug yang umum digunakan di Indonesia bisa menggunakan fasilitas SPLU tersebut.

Untuk tarif, SPLU sendiri merupakan sumber listrik dengan golongan layanan khusus dengan tarif yang juga khusus. Golongan layanan khusus ini berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 28 Tahun 2016 mengalami penyesuaian tarif setiap tiga bulan sekali.

Tarif adjustment ini dipengaruhi oleh tiga faktor, yakni nilai tukar dollar (USD), harga minyak mentah atau Indonesian Crude Price (ICP) dan inflasi. Namun sejak Januari 2017 hingga saat ini, tarif golongan listrik tidak mengalami perubahan dan tetap berada di angka Rp 1.644,52/kWh dan disebut belum ada kenaikan tarif hingga kini.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Hadangan Penalti Ter Stegen Picu Polemik karena Dinilai Langgar Aturan - Gudang Berita Viral Hadangan Penalti Ter Stegen Picu Polemik karena Dinilai Langgar Aturan
Kamis, 19 Sep 2019, 17:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
Banding Ratna Sarumpaet Ditolak Pengadilan Tinggi Jakarta - Gudang Berita Viral Banding Ratna Sarumpaet Ditolak Pengadilan Tinggi Jakarta
Kamis, 19 Sep 2019, 17:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
KUHP Baru, Dokter Lakukan Aborsi Karena Darurat Tidak Bisa Dipidana - Gudang Berita Viral KUHP Baru, Dokter Lakukan Aborsi Karena Darurat Tidak Bisa Dipidana
Kamis, 19 Sep 2019, 17:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print