Sabtu, 19 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 08 Okt 2019, 14:00:04 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Ternyata Ada Serangga Bisa Dongkrak Produksi Sawit  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Bali - Ada kabar baik bagi pelaku bisnis minyakl sawit di tanah air, khususnya petani mandiri. Untuk mengerek naik produksi sawit bisa menggunakan serangga tertentu. Wow.

Ketua Perhimpunan Entomologi Indonesia, Prof Damayanti Buchori, mengatakan, hasil penelitian global memaparkan, serangga polinator sedang mengalami penurunan populasi global.

Penelitian itu juga mengungkap bahwa penurunan populasi serangga penyerbuk, berdampak kepada pangan, termasuk juga tanaman kelapa sawit.



Damayanti menyatakan, terobosan pemanfaatan serangga berguna untuk mendorong produktivitas sawit perlu dikembangkan lebih lanjut. Selain untuk menjaga tanaman budidaya, pada akhirnya memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Indonesia memiliki ahli-ahli serangga yang mumpuni, hanya saja masih sedikit yang menekuni sawit," papar Damayanti dalam acara Simposium Internasional On Sustainable Palm Oil yang merupakan bagian dari International Conference and Congress of Entomological Society of Indonesia bertajuk Learning from the Past, Adapting for the future: Advancements in Ethnoentomology and Entomological Sciences for Food Security and Health di Bali, Selasa (8/10/2019).

Senada Damayanti, Arfie Thahar dari Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit (BDPKS) mengemukakan, BPDKS siap mendukung upaya untuk optimalisasi produksi minyak sawit termasuk dalam mengatasi serangan hama dan optimalisasi efektifitas.

Menurut Arfie, BPDKS telah membangun roadmap jangka Panjang untuk pendanaan riset-riset yang diperlukan untuk mendongkrak produktivitas minyak sawit secara berkelanjutan.

Vice President of Sustainability, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Bandung Sahari mengatakan, faktor pembatas produksi industri kelapa sawit Indonesia salah satunya akibat serangan hama dan rendahnya keberhasilan penyerbukan tanaman kelapa sawit.
 
“Industri kelapa sawit sangat membutuhkan terobosan riset untuk mengatasi serangan hama dan meningkatkan keberhasilan penyerbukan sehingga produksi tandan buah segar dapat meningkat,” kata Bandung.

Menurutnya, tantangan terkini yang dihadapi oleh industri agribisnis seperti kelapa sawit salah satunya adalah hama. Hama mengganggu proses pertumbuhan tanaman sehingga produktivitas kelapa sawit menjadi turun. Akibatnya, pendapatan petani plasma dan swadaya juga ikut turun, mengancam kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Bandung menjelaskan pemanfaatan hama juga menjadi upaya serius yang dilakukan Astra Agro dengan melakukan penelitian dan sistem digitalisasi antisipasi serangan hama guna meningkatkan produktivitas tanamannya.

Menurut Bandung, Pengendalian hama dengan parasitoid yang dilakukan Astra Agro mampu menekan biaya aplikasi pestisida Oleh perusahaan.

"Jika tidak segera ditangani dengan baik dalam jangka panjang akan mengancam keberlanjutan produktivitas minyak sawit dan lingkungan jika pestisida menjadi pilihan utama. Oleh karena itu penelitian yang menunjang pengendalian hama ramah lingkungan menjadi urgent," tegasnya.

Selain itu, menurut Bandung, rendemen minyak sawit juga sangat dipengaruhi oleh keberhasilan penyerbukan bunga kelapa sawit yang sangat bergantung kepada serangga. Tidak efektifnya penyerbukan menyebabkan banyaknya buah partenokarpi atau tidak berbiji dengan kandungan minyak yang rendah.

Informasi saja, industri minyak sawit Indonesia memiliki andil signifikan dalam perekonomian nasional, serta berperan aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Indonesia bahkan disebut sebagai produsen kelapa sawit di dunia. Hal tersebut belum optimal, karena sawit Indonesia memiliki rendemen yang masih rendah.

Data Kementrian Pertanian menyebutkan, rata-rata produktivitas TBS perkebunan sawit rakyat di Indonesia hanya 2 ton per hektar. Jauh di bawah angka produktivitas kebun sawit di Negeri Jiran Malaysia yang bisa mencapai 8-12 ton minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) per hektar. [tar]

    
    
   




Sumber: inilah.com

Tag: News



Menlu Retno Marsudi: Kita Bisa Berdiri Tegak dan Bermartabat - Gudang Berita Viral Menlu Retno Marsudi: Kita Bisa Berdiri Tegak dan Bermartabat
Sabtu, 19 Okt 2019, 17:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pakai MediaTek, Xiaomi Pede Redmi Note 8 Pro Tetap Diminati - Gudang Berita Viral Pakai MediaTek, Xiaomi Pede Redmi Note 8 Pro Tetap Diminati
Sabtu, 19 Okt 2019, 17:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pasar Berharap Tim Ekonomi Jokowi Diisi Orang-orang Usia 41-50 Tahun - Gudang Berita Viral Pasar Berharap Tim Ekonomi Jokowi Diisi Orang-orang Usia 41-50 Tahun
Sabtu, 19 Okt 2019, 17:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print