Selasa, 12 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 25 Okt 2019, 11:00:11 WIB, 11 View Tim Redaksi, Kategori : News
Terlilit Utang, Bunuh Sopir Taksi Online, Jasad Dibuang di Tol Pandaan - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Polisi tidak membutuhkan waktu lama untuk menangkap Gianto, pembunuh Rusdianto, seorang sopir taksi online. Dini hari kemarin (24/10), petugas gabungan Polrestabes Surabaya dan Polres Pasuruan membekuk pelaku di Gresik ”Hasil kerja sama,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran. Rusdi merupakan sopir taksi online yang tewas lantaran dirampok penumpangnya.

Jenazahnya ditemukan di jalan tol Pandaan–Malang Rabu (23/10). Mobilnya, Suzuki Ertiga, dibawa kabur. Diketahui, pria 41 tahun itu terakhir menerima order di Surabaya.



Sebelum ditemukan tewas, korban sebenarnya sudah dicari polisi. Rusdi dilaporkan hilang sejak Senin malam (21/10). Laporan tersebut dibuat oleh pemilik mobil di Polsek Pakal. Maklum, korban selama ini tinggal tak jauh dari sana.

Rusdi selama ini menetap di Jalan Rejo Makmur 2A. Nah, dia sehari-hari mencari penumpang dengan mobil Suzuki Ertiga bernopol L 1239 XD. Mobil tersebut disewa dari tetangga kosnya.

Menurut informasi, pelapor awalnya membuat laporan karena khawatir dengan mobil miliknya. Sebab, korban tidak kunjung menampakkan batang hidungnya meski hari sudah malam. Rusdi seakan hilang ditelan bumi. Nomor teleponnya juga tidak bisa dihubungi.

Dugaan tersebut ternyata tidak meleset. Rusdi bukannya melakukan penggelapan. Dia justru menjadi korban pembunuhan. Identifikasi sidik jari mayat yang ditemukan di jalan tol Pandaan–Malang identik dengannya. ”Dugaan pembunuhan sudah ada sejak korban kali pertama ditemukan,” kata Sudamiran. Mayat tersebut tidak hanya tergeletak di pinggir jalan. Badannya saat itu juga tertutup kardus dengan kondisi tangan terikat serta kepala tertutup kain.

Sudamiran menyatakan, temuan itu mendapat atensi. Unit resmob dikerahkan untuk melakukan penyelidikan. Berkoordinasi dengan Satresktrim Polres Pasuruan. ”TKP mayat ditemukan,” ungkapnya. Hasilnya tidak sia-sia. Pembunuh itu terdeteksi.

Berdasar pelacakan polisi, Gianto tinggal di Perumahan Palem Pertiwi, Kecamatan Menganti, Gresik. Warga Babatan Gang 1, Wiyung, itu menginap di rumah temannya. Lantaran mencoba kabur saat disergap, petugas terpaksa mengambil tindakan tegas. Kaki kirinya ditembak.

Lelaki asal Magetan itu diketahui yang terakhir memesan taksi online kepada korban. Beberapa jam sebelum korban dilaporkan hilang. Dia minta dijemput di Perumahan Pondok Maritim Indah sekitar pukul 11.00. Gianto menyebut tujuannya adalah Perumahan Graha Famili.

Di lokasi, Gianto mengajak korban turun. Dalihnya menunggu teman yang ingin bergabung. Rusdi dijanjikan diberi order lagi. Mengantar ke Desa Plintahan, Pandaan, Pasuruan.

Rusdi tidak curiga. Dia menuruti permintaan pelaku. Nah, ketika lengah, petaka menghampirinya. Gianto mendadak menjerat leher korban dengan tali tampar dari arah belakang hingga mengembuskan napas terakhir. Bingung, pelaku memasukkan mayat itu ke mobil.

Jenazah korban semula akan dibuang di Lawang, Malang. Namun, niat tersebut dibatalkan. Gianto tiba-tiba terpikir untuk membuangnya di pinggir jalan tol Pandaan–Malang. ”Mobil korban dibawa pelaku. Mau dijual,” ujar Kanitresmob Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti.

Mobil tersebut rencananya dijual. Gianto sempat menawarkannya lewat media sosial (medsos). Namun, sebelum mobil itu pindah tangan, dia sudah ditangkap. ”Ditangani Polres Pasuruan,” terangnya.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofik Ripto Himawan mengungkapkan, pelaku melakukan order dengan akun palsu bernama Dwi. Setelah membunuh, lanjut Ripto, Gianto hendak menjual mobil tersebut ke Jember. Bahkan, dia sudah mengganti pelat mobilnya. Namun, pelaku tidak bertemu pemesannya.

’’Tersangka menawarkan mobil korban lewat Facebook. Dia juga mengganti pelat nomor mobil Ertiga itu. Dari yang semula L 1239 XD menjadi W 1979 NK,’’ papar Rofik.

Sementara itu, tersangka dengan polos mengaku khilaf atas perbuatannya. Sembari sesenggukan, dia berdalih terpaksa melakukan aksi jahat itu lantaran terjerat utang. ’’Saya khilaf. Saya sangat menyesal. Semua ini saya lakukan karena terlilit utang,’’ ucapnya.

Rencana Menikah Desember Terpaksa Batal

Sunarsih tak menyangka Rusdianto pergi begitu cepat. Sebab, Desember mendatang, Rusdianto akan meminang anak perempuannya, Dewi Puspitasari.

Di rumahnya di Jalan Sumberejo Makmur II-A, Pakal, kemarin (24/10), Sunarsih menceritakan bahwa Rusdianto adalah laki-laki yang baik Dewi berpacaran dengan Rusdianto sejak setahun terakhir. ’’Sekarang mau bagaimana lagi, dia (korban, Red) sudah tiada,” ujar Sunarsih.

Rencananya, pernikahan digelar secara sederhana. Rusdianto dan Dewi hanya akan melangsungkan akad. Tidak ada pesta resepsi.

Menurut Sunarsih, Dewi juga sangat kehilangan. Dewi kemarin meninggalkan dua anaknya yang masih duduk di bangku SD dan SMP untuk mengantarkan jenazah calon suaminya ke Slahung, Ponorogo.

Kemarin Sunarsih juga mendapat informasi bahwa pelaku pembunuhan calon menantunya sudah ditangkap. Dia pun berharap hakim memberikan hukuman yang seberat-beratnya.

Rasa kehilangan tidak hanya melanda keluarga besar calon istri korban, tetapi juga warga sekitar. Sutiah, tetangga korban, mengenang Rusdianto yang kerap menyapanya saat berangkat kerja. Selama ini, anak Sutiah yang remaja juga kerap mendapat nasihat dari Rusdianto. ”Ketika mendengar korban tewas, anak saya sampai menangis,” terangnya.

Maklum, kebetulan Rusdianto juga tinggal di Jalan Sumberejo. Selama ini, korban mengoperasikan taksi online dengan mobil milik orang lain. 

Nasib Tragis Sopir Taksi Online

1. Rusdianto mendapat pesanan dari Gianto pada Senin (21/10). Dia ingin diantar ke Desa Plintahan, Pandaan, Pasuruan. Lokasi penjemputan di Perumahan Pondok Maritim Indah.

2. Gianto meminta korban mengantarnya lebih dulu ke Perumahan Graha Famili. Warga Babatan Gang 1, Wiyung, itu beralasan ada temannya yang mau ikut bergabung.

3. Setelah sampai di Perumahan Graha Famili, Rusdianto diminta menunggu. Ketika korban lengah, lehernya dijerat pelaku dengan tali tampar dari arah belakang.

4. Jenazahnya hendak dibuang pelaku ke Malang, tetapi dibatalkan. Gianto akhirnya membuang mayat korban di jalan tol Pandaan–Malang. Mayat korban ditemukan pengendara tol yang kebetulan berhenti untuk buang air kecil pada Rabu (23/10).




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Terlilit Utang, Bunuh Sopir Taksi Online, Jasad Dibuang di Tol Pandaan

Tag: News



Pertaruhan Anthony Ginting Menuju Turnamen Puncak Akhir Tahun - Gudang Berita Viral Pertaruhan Anthony Ginting Menuju Turnamen Puncak Akhir Tahun
Selasa, 12 Nov 2019, 08:00:12 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Resep Rasulullah Agar Rezeki Bertambah  - Gudang Berita Viral Resep Rasulullah Agar Rezeki Bertambah
Selasa, 12 Nov 2019, 08:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
 IHSG Bisa Manfaatkan Peluang Bangkit  - Gudang Berita Viral IHSG Bisa Manfaatkan Peluang Bangkit
Selasa, 12 Nov 2019, 08:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print