Minggu, 18 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 05 Agu 2019, 18:00:09 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Terima 1.300 Masukan, Pansel Capim KPK Minta Disertakan Bukti Akurat - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) sedikitnya telah menerima 1.300 masukan dari masyarakat. Itu terkait proses seleksi bakal komisioner lembaga antirasuah periode berikutnya.

Tim pansel berharap, masyarakat yang memberikan masukan baik positif mauapun nengatif bisa menyertakan bukti dan data yang kuat. Tujuannya agar bisa berimbang dan tidak menjadi fitnah.



“Sehingga itu jadi bahan bagi pansel. Jadi kalau ada bukti dan data yang akurat tentu sifatnya tidak fitnah,” kata anggota Pansel Capim KPK Diani Sadia Wati dalam konferensi pers pengumuman 40 peserta lolos seleksi tahap tiga di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Senin (5/8).

Sadia juga menuturkan, ribuan masukan yang diterima tim pansel hingga kini masih berupa dukungan masyarakat kepada para peserta. Menurutnya, masukan tersebut diharapkan berupa kinerja maupun prilaku peserta.

“Jadi tentu yang sangat kami harapkan bagaimana masukan itu kita terima terkait kinerja atau perilaku baik positif maupun negatif,” ujarnya.

Sebab, lanjut Sadia, nantinya masukan tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan Pansel untuk melakukan proses seleksi terhadap peserta Capim KPK. Kemudian, Pansel akan mengirimkan rekam jejak peserta kepada delapan instansi lembaga negara.

“Kita juga akan mengirimkan rekam jejak kepada delapan instansi. Seperti KPK, Kejaksaan, BIN, BNN, PPATK dan Dirjen Pajak ini tentu sangat penting tahap akhir membutuhkan masukan dari masyarakat,” ungkap Sadia

Masukan tersebut dapat disampaikan secara tertulis melalui website Kemensetneg yakni apel.setneg.go.id atau melalui email ke alamat panselkpk2019@setneg.go.id atau diantar langsung ke Sekretariat Pansel dengan alamat di Lantai 2 Gedung 1, Kemensetneg, Jalan Veteran Nomor 18, Jakarta Pusat.

“Masukan itu mulai diterima sejak 23 Juli 2019 sampai dengan 30 Agustus 2019,” ucap Sadia.

Diketahui, sebanyak 40 orang calon pimpinan KPK dinyatakan lolos tes psikologi yang telah diikuti oleh 104 kandidat pada Minggu (28/7) lalu. Mereka yang dinyatakan lolos diwajibkan mengikuti profile asesment atau seleksi tahap empat.

Berdasarkan latar belakang profesi, 40 orang yang lulus antara lain akademisi atau dosen sebanyak 7 orang, advokat sebanyak 2 orang, jaksa sebanyak 3 orang, mantan jaksa sebanyak 1 orang, hakim sebanyak 1 orang.

Kemudian anggota Polri sebanyak 6 orang, komisioner dan pegawai KPK sebanyak 5 orang, auditor sebanyak 4 orang Komisi Kejaksaan 1 orang, PNS 4 orang, pensiunan PNS 1 orang, dan lain-lain sebanyak 5 orang.

Mengomentari hasil pengumuman pansel KPK, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mengatakan, seleksi pada tahapan ini tidak terlalu memuaskan ekspektasi publik. Dia menilai, Pansel gagal memberikan kesan optimisme publik untuk menghasilkan calon Pimpinan KPK yang benar-benar berintegritas, profesional, dan independen.

Kurnia menyebut, terdapat dua poin yang harus diperhatikan oleh Pansel. Pertama, terdapat beberapa nama yang diduga mempunyai catatan serius pada masa lalu.

“Tentu poin ini mesti dikroscek ulang oleh Tim Pansel. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mempunyai kepentingan tertentu terpilih menjadi Komisioner KPK,” ucap Kurnia.

Selain itu, Kurnia menegaskan, sampai pada tahapan ini, untuk kesekian kalinya Pansel mengabaikan isu integritas. Hal ini bisa dilihat dari figur yang berasal dari penyelenggara negara ataupun penegak hukum yang dinilai abai dalam kepatuhan LHKPN masih juga tetap diloloskan oleh Pansel.

“LHKPN sebenarnya dipandang sebagai hal yang mutlak harus dipertimbangkan oleh Pansel ketika melakukan tahapan seleksi terhadap pendaftar yang berasal dari lingkup penyelenggara negara dan penegak hukum (Pasal 29 huruf k UU 30 Tahun 2002). Namun sayang, rasanya Pansel terlewat mempertimbangkan hal tersebut,” sesal Kurnia.

 




Sumber: jawapos.com

Tag: News



MK Tidak Lagi Memiliki Semangat Antikorupsi dan Demokrasi - Gudang Berita Viral MK Tidak Lagi Memiliki Semangat Antikorupsi dan Demokrasi
Minggu, 18 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Tak Ada Alasan Khusus Presiden Jokowi Memilih Busana Bali - Gudang Berita Viral Tak Ada Alasan Khusus Presiden Jokowi Memilih Busana Bali
Minggu, 18 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Rencana Berlaku Pada 2020, Kartu Pra-Kerja Berikan Insentif Bukan Gaji - Gudang Berita Viral Rencana Berlaku Pada 2020, Kartu Pra-Kerja Berikan Insentif Bukan Gaji
Minggu, 18 Agu 2019, 12:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print