Rabu, 16 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 01 Okt 2019, 19:00:07 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
Tangani Kasus Penyanderaan, Polisi Kirim Anggota Geng ke Penampungan - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Kasus penyanderaan oleh geng Kampung Jawara terhadap NF belum tuntas. Hingga kemarin (30/9), masih ada pelaku yang buron. Identitasnya pun sudah dikantongi polisi.

”Dalam pencarian,” ujar Kanitjatanras Polrestabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha. Dia menyebut inisialnya DN. ”Mohon bersabar,” lanjutnya.



Sekadar informasi, NF menjadi korban penganiayaan yang disertai dengan penyanderaan oleh para anggota geng Kampung Jawara. Insiden yang dialami bocah 16 tahun itu berawal pada Jumat malam (20/9).

NF mendatangi tempat nongkrong geng Kampung Jawara di Krembangan Bakti. Dia menduga handphone-nya yang hilang dibawa salah seorang anggota geng itu.

Bukannya mendapatkan handphone, NF justru babak belur dikeroyok Dia tidak menyangka saat itu yang nongkrong ada belasan anggota geng Kampung Jawara. Belakangan diketahui, aksi penganiayaan itu tidak hanya terjadi karena salah paham masalah handphone. NF disebut-sebut salah satu anggota geng All Star. Geng yang selama ini kerap berselisih paham dengan Kampung Jawara.

NF tidak hanya dihajar di satu lokasi. Tetapi di tiga tempat sekaligus. Setelah dihajar di tempat pertama, NF dibawa para pelaku ke Simogunung, Banyu Urip. Di sana dia bahkan sampai pingsan karena penganiayaan yang terjadi. Lantaran khawatir korban tewas, pelaku membawanya ke Menganti, Gresik. NF selanjutnya disekap karena masih hidup. Dia sesekali kembali dipukuli.

Kasus itu terbongkar berkat rekaman penganiayaan yang tersebar di media sosial (medsos). Ya, salah seorang pelaku sempat merekam aksi penganiayaan di Gresik. Video itu kemudian terlihat oleh keluarga korban. Mereka lantas membuat laporan ke polisi. Kamis (26/9) atau enam hari setelah menghilang, keberadaan korban akhirnya ditemukan polisi.

Sejauh ini, sudah sembilan pelaku yang ditangkap polisi. Sebagian besar masih anak-anak. ”Mereka tidak ditahan karena masih di bawah umur,” kata Giadi. ”Berbeda penanganan dengan dua pelaku dewasa,” sambung alumnus Akpol 2012 tersebut.

Giadi menjelaskan, dua pelaku dewasa sudah dijebloskan ke dalam sel. Di sisi lain, tujuh pelaku yang masih di bawah umur dititipkan ke tempat penampungan anak yang berhadapan dengan hukum. Lokasinya berada di Jalan Balongsari. Yang membuatnya semakin prihatin, salah satu bocah itu adalah perempuan. Inisialnya ZR.

Bocah 15 tahun tersebut mengaku tinggal di Menganti. ”Ya, terlibat semua. Tetapi, peran masing-masingnya masih dalam pendalaman,” terang Giadi.

Sementara itu, kasus penyanderaan itu mendapatkan perhatian dari Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya. Kepala Dinas DP5A Surabaya Chandra Oratmangun mengaku sudah mengetahui peristiwa tersebut. ”Geng itu lagi,” ujarnya.

Dia tidak asing dengan dua geng yang terlibat. Awal September lalu, Chandra diundang ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Gara-garanya, ada puluhan anak yang ditangkap karena akan melakukan tawuran. Nah, mereka berasal dari geng Kampung Jawara dan All Star.

Chandra mengaku tidak kurang-kurang dalam membina puluhan remaja itu. Setelah didamaikan satu sama lain, mereka didata. Chandra ingin mengetahui siapa saja yang putus sekolah. Hasilnya kemudian dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan. ”Biar bisa lanjut sekolah,” katanya.

Dia sama sekali tidak menyangka dua geng itu masih terus berseteru. ”Padahal, sudah pernah dimediasi,” lanjutnya.

Hanya Mbeling di Luar Kampung

Di rumah kos di satu sudut gang Jalan Simo Gunung, WR tinggal bersama orang tua dan tujuh saudaranya. Namun, remaja 13 tahun tersebut kemarin (29/9) tidak ada di rumah. Sehari-hari dia membantu orang tuanya yang bekerja di pasar. WR adalah salah satu anggota geng Kampung Jawara yang ditangkap anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak pada 1 September lalu saat hendak tawuran dengan geng All Stars.

’’Dia di kampung tidak pernah kelihatan rewel. Sehari-hari bantu orang tuanya jualan martabak. Mainnya nongkrong sama teman-temannya di warkop. Enggak pernah ribut-ribut di sini,’’ ujar seorang tetangganya.

Simo Gunung menjadi lokasi kedua anggota geng Kampung Jawara menganiaya NF, anggota geng All Stars, pada 20 September petang. Di parkiran odong-odong, remaja 16 tahun itu dihajar sampai pingsan oleh sekitar 10 orang sebelum disekap di salah satu kafe di Menganti.

Dari data Polres Tanjung Perak, dari 28 remaja yang diamankan pada 1 September lalu, 10 di antaranya beralamat di Simo Selain itu, 2 di antara 9 tersangka penganiaya NF yang diamankan anggota Polrestabes Surabaya beralamat di Simo Gunung.

Yono, ketua RT setempat, menyatakan bahwa remaja Simo Gunung yang tercatat sebagian anggota geng Kampung Jawara sudah putus sekolah. Sebagian lainnya masih berstatus pelajar. Dia sudah mendapatkan informasi bahwa sejumlah remaja yang menjadi warganya berurusan dengan polisi. ’’Geng Jawara ini tidak punya ketua. Kami juga baru dengar akhir-akhir ini karena mereka tidak pernah buat keributan di kampung,’’ ungkapnya.

Remaja yang tercatat sebagai anggota geng Kampung Jawara berasal dari keluarga miskin. Mereka tumbuh menjadi remaja liar karena orang tuanya tidak peduli dengan tumbuh kembang anaknya. Menurut Yono, orang tuanya lebih sibuk bekerja dan merawat anak-anak orang lain sehingga anaknya sendiri tidak cukup terasuh. ’’Saya sempat ajak bicara orang tuanya pas tahu anaknya diciduk polisi, tapi seperti kurang peduli,’’ ungkapnya.

Para remaja yang tergabung dalam anggota geng Kampung Jawara diklaim sebagai anak warga musiman. Warga miskin asal Surabaya itu tinggal di rumah-rumah kos.

Menurut dia, warga sekitar tempat tinggal para remaja tersebut lekat dengan catatan kriminal kepolisian. Namun, mereka tidak berbuat kriminal di lingkungannya, tetapi di luar. Di lingkungan tempat tinggalnya, sikap mereka baik dan aktif bersosialisasi. ’’Jual narkoba ketangkapnya di luar, bukan di sini. Di sini baik-baik saja. Sama seperti remaja yang masih labil ini, ketangkapnya pas tawuran juga di luar,’’ ucapnya.

Sekelompok remaja yang tergabung dalam anggota geng Kampung Jawara juga pernah dipergoki warga menenggak minuman keras di kuburan. Mereka dinasihati agar mengisi masa muda dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kini pengurus lingkungan berencana membina para remaja tersebut.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto menyatakan, anggota geng Kampung Jawara berlatar belakang pelajar dari wilayah Menganti, Simo, dan Krembangan. Anggota Geng All Stars berasal dari wilayah Kalimas Tanjung Perak, Indrapura, dan Jalan Tembok. ’’Mereka kerap terlibat perseteruan dan meresahkan masyarakat. Sudah dua kali berhasil kami antisipasi. Kami berharap dukungan semua pihak untuk mengantisipasinya,’’ paparnya. 




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Ditahan KPK, Bupati Indramayu: Saya Mohon Maaf Kepada Masyarakat - Gudang Berita Viral Ditahan KPK, Bupati Indramayu: Saya Mohon Maaf Kepada Masyarakat
Rabu, 16 Okt 2019, 07:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Viral Foto Pembangunan Jalan Hanya 24 Jam di Jepang - Gudang Berita Viral Viral Foto Pembangunan Jalan Hanya 24 Jam di Jepang
Rabu, 16 Okt 2019, 07:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Waspada Ancaman Titik Api - Gudang Berita Viral Waspada Ancaman Titik Api
Rabu, 16 Okt 2019, 07:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print