Senin, 14 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 04 Okt 2019, 16:00:07 WIB, 6 View Tim Redaksi, Kategori : News
Tampung 29 Ribu Peserta PBI, Pemkab Sidoarjo Terkendala Anggaran - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Pada awal tahun, ada dua benjolan di leher Nadia Rifatul Hidayah. Setelah diperiksa, remaja 13 tahun itu ternyata mengidap penyakit kelenjar getah bening. Nadia berkali-kali berobat bersama sang ayah, Amir Sarifuddin, di RSI Masyithoh, Bangil, Pasuruan.

Namun, warga Desa Trompoasri, Jabon, itu kaget sekaligus kecewa kemarin (3/9). Saat hendak kontrol, anak bungsu Amir tersebut ditolak pihak rumah sakit. Alasannya, kartu Indonesia sehat (KIS) mereka sudah tidak aktif. ’’Kok enggak ada pemberitahuan, ya. Padahal, bulan lalu masih bisa dipakai,’’ tuturnya.



Karena itu, Nadia langsung pulang. Sang ayah bergegas menuju kantor Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo. Amir mencari informasi KIS yang biasa digunakan tidak aktif. Bahkan, kartu milik istri dan anaknya sama.

Dia menyatakan, berdasar keterangan dokter, Nadia harus menjalani operasi dua kali. September lalu, Nadia sudah dioperasi. ’’Yang kedua belum. Hari ini mau kontrol setelah operasi. Tapi tidak bisa. Mau operasi lagi, uang dari mana?,’’ katanya.

Amir bukan satu-satunya orang yang mengalami penonaktifan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai APBN tersebut. Sekretaris Dinsos Sidoarjo Ahmad Misbahul Munir menyampaikan, hingga bulan lalu, ada 29.380 peserta PBI yang dicoret dari daftar. ’’Terbanyak di Kecamatan Taman. Yakni, 3.689 jiwa,’’ tuturnya.

Terkait kasus Nadia, Misbah mengaku penerima bantuan itu baru saja dinonaktifkan per Oktober ini. ’’Bulan ini ada lagi. Ada berapa orangnya, masih menunggu laporan tiba dari pusat,’’ lanjutnya.

Dia menjelaskan, ada beberapa penyebab dicoretnya nama peserta PBI. Pertama, sejumlah nama peserta belum dimasukkan ke data kemiskinan. Kedua, kartu jarang dipakai. ’’Sudah meninggal atau belum. Masih miskin atau mampu. Kami belum tahu itu,’’ terangnya.

Karena itu, dia mengarahkan petugas yang dibantu pihak kecamatan untuk memverifikasi ulang. ’’Jika ditemukan benar kurang mampu, dinas akan mendata itu. Lalu, untuk sementara, peserta bakal dimasukkan ke anggaran APBD,’’ jelasnya.

Hingga kemarin, lanjut dia, sisa peserta BPJS PBI yang dibiayai APBN 419.796 jiwa. Jumlah itu termasuk peserta baru sekitar 1.350 jiwa. Sementara itu, 98.871 orang menjadi peserta dengan biaya APBD.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sidoarjo dr Sri Mugirahayu menyatakan, jumlah terbaru belum dapat dipastikan. Pihaknya masih menunggu pemberitahuan lanjut dari pusat. Termasuk data para warga yang kepesertaannya tidak dilanjutkan. Dengan demikian, jumlah penonaktifan dapat diketahui secara pasti.

Warga yang tidak lagi tercantum sebagai peserta PBI Pusat berharap tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah. Alasannya, mereka warga miskin. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo akan membahas lebih lanjut terkait penonaktifan KIS. Sebab, dana untuk mengalihkan mereka ke daerah tidak ada. ’’Pembahasan APBD sudah berlalu. Senin (7/10), kami lakukan pembahasan lebih lanjut,’’ kata Kepala Dinkes Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Prakiraan Cuaca Ibu kota Awal Pekan Ini  - Gudang Berita Viral Prakiraan Cuaca Ibu kota Awal Pekan Ini
Senin, 14 Okt 2019, 05:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Pemerintah Ajak Petani Garap Hilirisasi Kakao  - Gudang Berita Viral Pemerintah Ajak Petani Garap Hilirisasi Kakao
Senin, 14 Okt 2019, 05:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Kementan Pacu Pengendalian Blas Pakai Agens Hayati  - Gudang Berita Viral Kementan Pacu Pengendalian Blas Pakai Agens Hayati
Senin, 14 Okt 2019, 05:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print