Senin, 21 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 02 Okt 2019, 14:00:08 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : News
Tak Punya Pemanjat Spesialis Kombinasi, Indonesia Sulit di Olimpiade - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Dua provinsi berbagi emas pada hari terakhir Kejurnas Panjat Tebing Pra PON XX/2020 zona II kemarin (1/10). Rindi Sufriyanto dari Jawa Timur merebut emas nomor combined (kombinasi) perorangan di sektor putra.

Sementara itu, emas sektor putri menjadi milik Salsabila asal Jawa Barat.



Bagi Rindi, yang sebenarnya sudah senior, turun di nomor combined adalah pengalaman baru. Selama ini, climber 28 tahun itu merupakan spesialis speed dan lead. Dia kerap berprestasi di level nasional maupun internasional untuk dua nomor tersebut. Namun, ketika harus turun di nomor combined, dia tetap mengalami kesulitan.

’’Yang paling susah jelas waktu main di boulder. Selama ini, saya nggak pernah menekuni divisi itu,’’ ungkap Rindi setelah pengalungan medali. ’’Waktu diminta bermain di combined, saya tidak memikirkan hasil sama sekali di awal. Hanya berusaha yang terbaik,’’ lanjutnya.

Selain itu, faktor fisik jadi tantangan tersendiri. Nomor combined yang merupakan gabungan dari speed, lead, dan boulder memerlukan waktu lumayan lama. Di final kemarin saja, para finalis berjuang sejak pukul 08.30 WIB. Lomba baru tuntas pukul 15.30 WIB.

’’Tantangannya yang jelas tekanan dari diri sendiri ya. Pagi sampai sore, nggak bisa keluar ke mana-mana. Lelah menunggu juga,’’ ucap Rindi.

Hasil itu sekali lagi harus menjadi catatan PP FPTI, bahwa menciptakan climber dengan skill menyeluruh sangat sulit. Bahkan, bintang Asian Games 2018 seperti Aries Susanti Rahayu dan Aspar Jaelolo belum bisa bersinar di nomor kombinasi. Padahal, nomor tersebut bakal dilombakan di Olimpiade Tokyo 2020.

Di sisi lain, Jatim makin kukuh di puncak klasemen. Hingga hari terakhir, tuan rumah mengemas 10 emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Ketua Umum Pengprov FPTI Jatim Danu Iswara menuturkan, hasil itu melebihi target. Sejatinya mereka tak terlalu memusingkan jumlah medali. Yang penting, kuota penuh bisa diamankan untuk PON XX/2020.

’’Ini di luar ekspektasi kami. Kuota Jatim sepertinya juga full. Ada 15 yang lolos, tujuh putri dan delapan putra,’’ terang Danu. Namun, kesuksesan di Pra-PON tak bisa dijadikan patokan. Sebab, pada cabor panjat tebing, nama climber juga menjadi pertimbangan.

’’Kalau dia lolos di perorangan dan beregu, namanya yang di beregu bisa diganti,’’ jelas Danu. ’’Karena itu, kami belum bisa melihat peta kekuatan daerah lain secara utuh. Nanti kami lihat bagaimana pelatih mengatur strategi terbaiknya,’’ imbuhnya.

Perolehan Medali (5 Besar)

Kontingen | Emas | Perak | Perunggu

1. Jawa Timur | 10 | 2 | 4

2. Jawa Barat | 2 | 4 | 1

3. Bali | 1 | 3 | 1

4. Banten | 1 | 0 | 1

5. Jawa Tengah | 0 | 2 | 4




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Fahri Desak DPR Revisi UU MD3 soal Nomenklatur Pelantikan Presiden - Gudang Berita Viral Fahri Desak DPR Revisi UU MD3 soal Nomenklatur Pelantikan Presiden
Senin, 21 Okt 2019, 10:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pamit ke Rumah Teman, Siswa SMP di Gianyar Pulang Tak Bernyawa - Gudang Berita Viral Pamit ke Rumah Teman, Siswa SMP di Gianyar Pulang Tak Bernyawa
Senin, 21 Okt 2019, 10:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Percantik Laman Medsos, Kunjungi 5 Kafe Instagramable di Singapura - Gudang Berita Viral Percantik Laman Medsos, Kunjungi 5 Kafe Instagramable di Singapura
Senin, 21 Okt 2019, 10:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print