Senin, 21 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 05 Okt 2019, 17:00:08 WIB, 9 View Tim Redaksi, Kategori : News
Tak Ada Jaminan Kesehatan, Sekali Cuci Darah Butuh Rp 1,2 Juta - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Pada Selasa (1/10) Masriyah mau mengambil hasil laboratorium di Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair). Sayang, perempuan 48 tahun itu tak bisa mengambil hasil tersebut. Padahal, hari itu dia juga harus memasang alat akses vaskular saat cuci darah.

Karena tidak bisa menggunakan jaminan kesehatan, Masriyah pun terpaksa membayar tanggungan biayanya. ”Total yang kami keluarkan saat itu Rp 107 ribu. Sebenarnya, kami keberatan. Tapi, mau bagaimana lagi besok (hari ini, Red) harus opname karena hemoglobin menurun,” jelas Uswatun Hasanah, putri Masriyah Dia mengatakan, Masriyah menderita gagal ginjal kronis. Ibunya sudah rutin menjalani hemodialisis tiap Senin dan Kamis.



”Terpaksa Kamis kemarin juga tidak cuci darah karena JKN-KIS masih bermasalah,” ucapnya.

Perempuan 25 tahun itu tetap berusaha untuk mendapatkan lagi fasilitas jaminan kesehatan bagi ibunya. Dia mengadu ke ketua RT/RW setempat. ”Tapi, mereka juga tidak tahu-menahu. Akhirnya, saya ke kelurahan untuk mengurus surat keterangan miskin (SKM),” katanya. Uswatun juga mengurus pembuatan BPJS Kesehatan mandiri dengan biaya tiap bulan Rp 25 ribu per anggota keluarga.

Hal itu dilakukan karena dia merasa kesulitan jika harus mengeluarkan biaya untuk hemodialisis. Menurut Uswatun, untuk satu kali cuci darah, biayanya Rp 1,2 juta. ”Padahal ibu saya tiap minggu melakukan dua kali hemodialisis karena sudah gagal ginjal kronis,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Instalasi Kerja Sama RSU Haji Surabaya Choirun Nisak menjelaskan, sejak Selasa lalu, memang ada pasien yang protes lantaran JKN-KIS PBI tidak aktif dan tak bisa digunakan untuk berobat. ”Karena itu, kami sarankan kembali ke kelurahan untuk mengurus JKN-KIS,” ujarnya.

Namun, tidak demikian rawat inap. Pasien yang tidak bisa membuktikan kepesertaan JKN-KIS PBI perlu mengurus SKM di kelurahan masing-masing. Untuk itu, RS akan memberikan waktu tenggang selama dua kali 24 jam saat hari kerja. Hal itu tak terhitung pada akhir pekan.

Jika lebih dari waktu yang ditentukan pasien tidak dapat membuktikan kepesertaan JKN-KIS PBI, RS akan mengarahkan untuk menggunakan layanan umum. 




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 IHSG Rawan Pelemahan  - Gudang Berita Viral IHSG Rawan Pelemahan
Senin, 21 Okt 2019, 01:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Kementan Pikat Generasi Muda dengan Mekanisasi  - Gudang Berita Viral Kementan Pikat Generasi Muda dengan Mekanisasi
Senin, 21 Okt 2019, 01:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Liverpool Ditahan Imbang MU di Old Trafford  - Gudang Berita Viral Liverpool Ditahan Imbang MU di Old Trafford
Senin, 21 Okt 2019, 01:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print