Kamis, 14 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 24 Okt 2019, 23:00:02 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
 Staf PT.INTI Didakwa Suap Dirkeu Angkasa Pura II  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - Staf Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) didakwa memberikan suap USD 71 ribu dan SGD 96.700 kepada Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Andra Y. Agussalam.

Suap diberikan Taswin tersebut bertujuan agar Andra mengupayakan PT INTI menggarap proyek Semi Baggage Handling  Sistem (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo, anak usaha PT AP II.

"Dengan maksud supaya untuk mengupayakan PT INTI menjadi pelaksana pekerjaan dalam pengadaan dan pemasangan Semi Baggage Handling System (BHS) di Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) antara PT Angkasa Pura Propertindo (APP) dan PT INTI, yang bertentangan dengan kewajibannya, selaku Penyelenggara Negara," kata Jaksa Ikhsan Fernandi saat membaca surat dakwaan Taswin Nur di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (24/10/2019).



Sejak sekitar Maret 2019, Taswin diminta Darman Mappangara yang merupakan Dirut PT.INTI untuk membantunya dalam kegiatan administrasi dan keuangan.

Sementara Darman dan Andra sudah lama kenal lantaran sama-sama bekerja di PT Len Industri.

"Pertengahan tahun 2018 Darman Mappangara meminta bantuan Andra Yastrialsyah Agussalam untuk mengupayakan PT INTI mendapatkan proyek-proyek pekerjaan di PT AP II," katanya.

Proyek semi BHS merupakan pengadaan di PT Angkasa Pura Propertindo rencananya akan digarap sejumlah BUMN. Darman yang mendengar rencana itu lantas melakukan pendekatan ke Andra sebagai salah satu pejabat struktural di PT AP II.

Darman langsung menemui Andra di ruang kerjanya pada 4 Juli 2018. Usai berbincang, Andra memerintahkan orang kepercayaannya, Marzuki Battung, membantu PT Inti mendapatkan proyek itu.

"Pada tanggal 23 Agustus 2018, Darman Mappangara memberitahukan lewat aplikasi Whatsapp kepada Andra bahwa rencana kontrak PT INTI melalui PT APP untuk Semi BHS mencakup X-Ray  sekitar Rp 200 miliar rupiah. Kemudian Andra menyampaikan akan “mengawal” pekerjaan tersebut di tingkat direksi PT AP II  dan apabila ada hambatan agar menyampaikannya," papar Jaksa.

Andra kemudian mengenalkan Darman dengan Wisnu Raharjo, Direktur PT APP dan memberikan arahan agar membantu dan berkoordinasi dengan PT INTI terkait untuk pekerjaan pengadaan Semi BHS.

Setelah perkenalan tersebut, diadakan pertemuan di Soewarna Golf Club Tangerang yang dihadiri Marzuki Battung, Wisnu Raharjo dan Pandu Mayor Hermawan yang  menjabat sebagai Vice President of Operation and Business Development PT APP, serta Darman dan Andi Nugroho selaku Senior Officer Strategic Business Unit Defense PT INTI).

Pertemuan tersebut membahas kesiapan PT INTI mengerjakan pekerjaan Semi BHS dan Marzuki Battung juga menyampaikan kepada Wisnu Raharjo bahwa dalam pekerjaan pengadaan dan pemasangan Semi BHS, PT APP harus menunjuk dan bekerjasama dengan PT INTI sebagai pelaksana pekerjaan dalam pengadaan Semi BHS, sebagaimana arahan dari Andra sebelumnya kepada Wisnu.

"Pada 6 Desember 2018, Darman menanyakan melalui aplikasi WhatsApp kepada Marzuki Battung perihal anggaran untuk pekerjaan X-Ray dan pekerjaan Semi BHS. Kemudian Marzuki Battung menyampaikan bahwa nilai pekerjaan Semi BHS adalah sekitar Rp130 miliar rupiah sedangkan nilai pekerjaan X-Ray adalah sekitar Rp24 miliar rupiah," papar Jaksa.

Pada awal Desember 2018, terjadi pertemuan di ruang kerja Marzuki Battung di kantor PT AP II yang dihadiri Pandu Mayor Hermawan dan Farchan Hudaya selaku Senior Manager Electrical and Mechanical PT AP II.  dalam pertemuan tersebut Marzuki Battung menyampaikan proses penunjukan langsung kepada PT APP akan dilaksanakan pada sekitar akhir bulan Desember 2018 dan PT APP akan membagi pekerjaan Semi BHS di 10 bandara dalam dua kontrak kerjasama dengan dua pelaksana pekerjaan. Proyek tersebut senilai 143.825.000.000 dengan waktu pelaksanaan 450 hari kalender.

"Satu kontrak untuk PT INTI, yang terdiri dari enam bandara dan satu kontrak untuk PT Jaya Teknik Indonesia (PT JTI) yang terdiri dari empat bandara," katanya.

Lantaran telah mendapat proyek, Darman memerintahkan sopirnya Endang untuk memberitahu Taswin agar berkomunikasi dengan Andra terkait realisasi penyerahan uang. Dalam komunikasi itu, kode 'buku' digunakan sebagai pengganti kata 'uang'.

"Darman menyuruh terdakwa untuk memberitahukan Andra Y Agussalam melalui Endang bahwa penyerahan uang tidak dapat dilakukan dengan mengatakan 'bukunya lagi proses' dan 'bukunya masih disiapkan', sehingga kemudian terdakwa memberitahukan Endang bahwa uang belum bisa diserahkan kepada Andra. Terdakwa juga meminta Endang jangan sering bertanya dan berkomunikasi agar tidak ada masalah," ucap jaksa.

Darman kemudian memerintahkan Taswin menyerahkan uang senilai USD 71 ribu dan SGD 96.700. Uang tersebut diserahkan Taswin kepada Andra secara bertahap selama kurun waktu 25 Juli 2019 hingga 31 Juli 2019. [adc]




Sumber: inilah.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Staf PT.INTI Didakwa Suap Dirkeu Angkasa Pura II

Tag: News



Wuling Tak Mau Tanggung Jawab Terkait Produk Chevrolet di Indonesia - Gudang Berita Viral Wuling Tak Mau Tanggung Jawab Terkait Produk Chevrolet di Indonesia
Kamis, 14 Nov 2019, 08:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Kesiapan Papua Menyelenggarakan PON XX/2020 (1) - Gudang Berita Viral Kesiapan Papua Menyelenggarakan PON XX/2020 (1)
Kamis, 14 Nov 2019, 08:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Jatah CPNS Jember Hangus, Enam Fraksi Sepakat Ajukan Interpelasi - Gudang Berita Viral Jatah CPNS Jember Hangus, Enam Fraksi Sepakat Ajukan Interpelasi
Kamis, 14 Nov 2019, 08:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print