Sabtu, 24 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 03 Agu 2019, 20:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Solusi Tambah Lahan Resapan, Bekas Bangli untuk Taman - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Minimal 20 persen dari lahan kota harus digunakan untuk ruang terbuka hijau (RTH). Meski Surabaya sudah melampaui batas yang ditetapkan undang-undang tersebut, upaya penambahan lahan resapan terus dilakukan. Salah satunya mengubah lahan hasil pengamanan aset menjadi taman.

Luas RTH Surabaya pada 2018 tercatat 7.278 hektare. Jumlah itu mencapai 21,76 persen dari luas total Surabaya 33.451 hektare. Cakupan RT tersebut meliputi penambahan taman, makam, hingga lahan konservasi.



Di Surabaya Timur penambahan RTH dilakukan dengan berbagai cara. Paling banyak dengan pembangunan taman baru. Untuk pembangunan taman baru, dimanfaatkan lahan fasilitas umum (fasum) di perumahan atau aset pemkot. ”Kami juga memanfaatkan lahan hasil pengamanan aset. Misalnya, bekas digunakan bangunan liar (bangli),” ujar Kasi RTH Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Rochim Yuliadi.

Dia mengatakan, taman itu biasanya dibangun untuk mencegah para penghuni bangli balik lagi. ”Dengan begitu, ruang yang sebelumnya disalahgunakan jadi punya manfaat,” paparnya. Dia mencontohkan lahan di Jalan Dharmahusada Indah yang kini digarap untuk taman baru. Sebelumnya lokasi itu dipakai menumpuk barang rongsokan.

Di Surabaya Timur penambahan luasan taman cukup signifikan. Dalam waktu dua tahun saja sudah bertambah 1,1 hektare. Berupa taman aktif dan pasif.

Itu belum termasuk penambahan luasan taman yang menjadi lebih dari 20 hektare dan area konservasi mangrove yang terus diperluas. Contohnya, Ekowisata Mangrove Wonorejo yang luasnya sekarang mencapai 7,2 hektare.

Rochim menambahkan, penambahan RTH tersebut punya peran yang penting. Salah satunya, agar siklus air tetap terjaga. ”Adanya RTH yang cukup menyediakan ruang untuk resapan air. Tidak langsung lari ke drainase kota. Dengan demikian, air tanah tetap stabil karena tersimpan dibantu akar-akar tanaman itu,” jelasnya.

Ketersediaan air tanah juga membantu menahan intrusi air laut. Sebab, hingga sekarang air laut sudah meresap masuk ke area daratan Kota Surabaya. ”Tentu banyaknya taman membantu pengendalian polusi udara juga,” paparnya.

Meski demikian, penambahan RTH tetap mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah (RPJM). Untuk saat ini, DKRTH masih fokus pada pemeliharaan RTH yang sudah ada. Tidak sekadar membangun, lalu tidak ada peningkatan fungsi. Namun, juga saat ada target untuk menurunkan suhu makro Surabaya.

”Meskipun banyak faktor yang harus dibenahi, penambahan taman akan mendorong hal itu bisa tercapai,” katanya. Karena itu, masyarakat pun turut dilibatkan. Merekalah yang ikut mengawasi sekaligus menikmati. ”Konsep RTH yang dibangun selalu memikirkan keberlanjutan, tidak hanya soal keindahan,” ujarnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Bandara Hongkong Tetap Steril dari Demonstran - Gudang Berita Viral Bandara Hongkong Tetap Steril dari Demonstran
Sabtu, 24 Agu 2019, 16:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pemda Kesulitan Awasi Bajakah, Butuh Keterlibatan Masyarakat - Gudang Berita Viral Pemda Kesulitan Awasi Bajakah, Butuh Keterlibatan Masyarakat
Sabtu, 24 Agu 2019, 16:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Tips Bagi Milenial Lebih Kreatif dalam Industri Kecantikan dan Fashion - Gudang Berita Viral Tips Bagi Milenial Lebih Kreatif dalam Industri Kecantikan dan Fashion
Sabtu, 24 Agu 2019, 16:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print