Selasa, 17 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 07 Sep 2019, 06:00:11 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Soal Regulasi Vape, Indonesia di Belakang Timor Leste - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Rokok elektrik atau vape sudah beredar luas di Indonesia. Sayangnya, hingga kini belum ada regulasi untuk pengawasannya. Padahal, ditemukan banyak pelanggaran di lapangan.

Seperti yang ditemui Koalisi Nasional Masyarakat Sipil untuk Pengendalian Tembakau. Ada salah satu merk rokok elektrik asal Amerika Serikat yang sudah menjual bebas produknya di Indonesia.



“Bahkan secara terang-terangan tanpa izin edar BPOM,” ungkap Koordinator Nasional Masyarakat Sipil untuk Pengendalian Tembakau, Ifdhal Kasim, dalam diskusi tentang rokok elektrik di Jakarta, Jumat (6/9).

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengaku tak bisa berbuat banyak. Termasuk menarik produk yang sudah beredar. Sebab, tak ada payung hukum yang memberikan kewenangan itu pada mereka.

“Karena izin edar bukan dari BPOM,” tutur Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM Rita Endang.

Dia menjelaskan, wewenang BPOM hanya pada rokok konvensional. Itu pun hanya sebatas pemeriksaan kandungan, apakah sesuai dengan label kemasan.

Kemudian, iklan yang dibuat, sudah mengikuti aturan tentang pictorial health warning (PHW) atau tidak. “Sedangkan vape ini kan bukan konvensional. Beda,” ungkapnya.

Diakuinya, vape yang tergolong barang baru ini belum ada aturan bakunya. Pihaknya sempat notice pergerakan awal di pasar pada 2010.

Kemudian, dilakukan pengambilan sample yang hasilnya kurang memuaskan. Ada ketidaksinkronan antara kandungan nikotin di label dan liquidnya.

Namun, lagi-lagi, tak ada wewenang untuk melakukan perlindungan terhadap masyarakat. Hal itu pun sudah disampaikan pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Menteri Kesehatan pun telah bersurat pada Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mewanti-wanti tentang peredaran produk tersebut yang dinilai kurang baik untuk kesehatan. Surat tersebut disambut baik dengan adanya aturan yang dibuat Kemendag. Meski, lagi-lagi terpatahkan.

Belum juga diimplementasikan, aturan harus ditunda. Hingga tiba-tiba muncul aturan soal cukai rokok elektrik pada 2018 lalu.

“Menyebabkannya seperti legal. Tapi, tidak ada yang mengawasi,” katanya.

Kendati begitu, Rita menegaskan, saat ini pihaknya bersama pihak-pihak terkait sedang menyiapkan policy paper untuk pengawasan rokok elektrik di Indonesia. Rencananya, kajian tersebut akan dimasukkan dalam revisi Peraturan Pemerintah nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang mengandung zat adiktif.

“Kita terus berproses,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rita mewanti-wanti agar masyarakat tidak tergiur janji-janji yang diberikan produk tersebut. Seperti, jadi obat perantara untuk berhenti merokok. Menurutnya, itu salah besar.

“Tidak benar ya. Kalau obat tentu ada uji kliniknya sampai izin keluar,” ungkapnya.

Hal senada diungkap oleh dokter spesialis paru dr Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K). Rokok elektrik tak bisa dijadikan perantara untuk berhenti merokok total.

“Karena keamanannya juga masih diragukan ya,” ungkapnya.

Apalagi, ketika melihat outbreak yang terjadi di Amerika Serikat baru-baru ini. Ada sekitar 215 kasus cidera paru-paru akut. Setelah ditelusuri, ternyata mereka mengkonsumsi rokok elektrik secara berkala.

“Melihat fenomena ini sih harusnya ada kecurigaan ya,” tegasnya.

Saat ini, lanjut dia, sudah banyak negara yang menolak kehadiran vape. Di antaranya, Singapura dan Timor Leste.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Serangan ke Arab Saudi Naikkan Risiko Premium  - Gudang Berita Viral Serangan ke Arab Saudi Naikkan Risiko Premium
Selasa, 17 Sep 2019, 03:00:09 WIB, Dibaca : 1 Kali
 73 Calon Pegawai PLN Jalani Pembinaan Karakter  - Gudang Berita Viral 73 Calon Pegawai PLN Jalani Pembinaan Karakter
Selasa, 17 Sep 2019, 03:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Mane dan Salah Sudah Baikan  - Gudang Berita Viral Mane dan Salah Sudah Baikan
Selasa, 17 Sep 2019, 03:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print