Selasa, 24 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Minggu, 08 Sep 2019, 19:00:06 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Sistematisnya Upaya Pelemahan, dari Kasus Novel hingga Revisi UU KPK - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali dirasakan lembaga antirasuah dan semua elemen yang mendukung pemerantasan korupsi. Diam-diam, DPR telah memutuskan untuk merevisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Bukan kali ini saja, upaya pelemahan KPK terbaca. Catatan Rasamala Aritonang, sebelum-sebelumnya ada upaya pelemahan KPK yang bekerja sangat sistematis.



“Ada empat paling tidak yang kami catat dari bagaimana sistematisnya (pelemahan) ini. Pertama kasus Novel Baswedan, sampai hari ini tidak pernah terungkap,” kata Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum KPK itu di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Minggu (8/9).

Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga kini belum juga terungkap. Rasamala memandang, belum ada keseriusan dari pengambil kebijakan dan aparat hukum untuk menyelesaikan kasus tersebut.

“Dari peristiwa tersebut juga kita belum menangkap satu keseriusan, satu itikad serius untuk mengungkap siapa pelaku terhadap peristiwa tersebut,” ucap Rasamala.

Kedua, terkait calin pimpinan (capim) KPK yang dianggap memiliki catatan buruk. KPK hingga elemen masyarakat telah memberikan kritik dan masukan terhadap kandidat capim KPK periode 2019-2023.

Namun, hal itu tidak digubris. Bahkan, sejumlah kandidat yang punya catatan buruk diduga akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di DPR RI.

“Kritik keras publik terkait dengan profil, terkait dengan track record, dan catatan dari calon-calon yang disampaikan oleh pansel itu tidak digubris,” sesal Rasamala.

Rasamala melanjutkan, poin ketiga, adalah rampungnya pembahasan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana oleh DPR. “Kami telah menyampaikan beberapa catatan, beberapa problem terkait dimasukkannya delik korupsi dari undang-undang sekarang yang kemudian dimasukkan ke dalam RKUHP di Pasal 603-607,” ujarnya.

Menurut Rasamala, diterapkannya pasal tersebut berdampak negatif terhadap upaya pemberantasan korupsi ke depan. Sebab, jika delik korupsi masuk ke dalam RKUHP, hal itu dianggap akan melemahkan kewenangan KPK.

“Menurut hemat kami akan mengurangi dan bahkan sama sekali tidak memberikan insentif terhadap upaya pemberantasan korupsi,” ungkap Rasamala.

Sedangkan poin keempat adalah RUU UU KPK itu sendiri. Rasamala memandang, inisiatif RUU KPK yang dilakukan DPR seolah muncul secara tiba-tiba. Dia juga menyinggung poin-poin seputar Dewan Pengawas dan mekanisme penyadapan.

“Secara pokoknya, KPK sudah menyampaikan ada sembilan poin yang sangat mendasar, sangat fundamental dalam revisi tersebut, yang terutama adalah berkaitan dengan adanya Dewan Pengawas. Kemudian kedua, ada kewenangan-kewenangan terkait dengan perizinan atas operasi yang dilakukan untuk Dewan Pengawas yang diberikan pada Dewan Pengawas,” sesalnya.

Rasamala memandang, berbagai upaya pelemahan KPK terus dilakukan sangat sistematis. Namun, ia memastikan, hal itu tak mengurangi semangat untuk melakukan pemberantasan korupsi.

“Empat peristiwa itu rasanya bukan satu hal yang terlalu berlebihan kalau kemudian kita memotret yang sebagai suatu pola yang sistematis dalam upaya melemahkan upaya pemberantasan korupsi,” pungkasnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Mencalonkan Jadi Ketum PSSI, Rahim Soekasah: Ini Murni Untuk Perbaikan - Gudang Berita Viral Mencalonkan Jadi Ketum PSSI, Rahim Soekasah: Ini Murni Untuk Perbaikan
Selasa, 24 Sep 2019, 16:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Sabri Lamouchi Tak Takut Nama Besar Arsenal - Gudang Berita Viral Sabri Lamouchi Tak Takut Nama Besar Arsenal
Selasa, 24 Sep 2019, 16:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Tito Ungkap Penyebab Kerusuhan Wamena, Dari Isu Rasis hingga Penyusup - Gudang Berita Viral Tito Ungkap Penyebab Kerusuhan Wamena, Dari Isu Rasis hingga Penyusup
Selasa, 24 Sep 2019, 16:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print