Jumat, 23 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 05 Agu 2019, 14:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Sineas Muda Angkat Puisi Jadi Cerita Film Pendek - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Mengangkat cerita novel menjadi sebuah film adalah hal yang umum dilakukan para sineas. Maka menjadi hal yang baru ketika para sineas muda justru menggarap film pendek dari sebuah puisi. Tujuannya untuk menghidupkan budaya literasi. Literasi dinilai bisa memadukan kemajemukan di Indonesia tanpa rentang usia dan kalangan manapun.

Salah satunya film pendek yang berjudul ‘Perempuan Jika Itulah Namamu’, diangkat dari buku kumpulan puisi karya penulis Maman Suherman. Kepada gudangberitaviral.com, Maman mengaku kagum dan tak menyangka dengan kreativitas para sineas muda yang bisa mengintepretasikan puisi-puisinya menjadi sebuah film. Dia tak menyangka puisi bisa diangkat menjadi film pendek dengan interpretasi yang berbeda.



Maman sediri terlibatsebagai juri pada tahap kedua dalam Gramedia Short Film Festival (GSFF) 2019 di ajang Gramedia Writers and Reader Forum (GWRF) 2019. GSFF memang ditujukan untuk mengajak orang membaca dan menulis dalam arena kreativitas.

“Tahun ini kami menghasilkan karya kreatif bersama komunitas literasi. Hasilkan buku, kreativitas dan kebudayaan. Yang bikin beda, ada festival film pendek itu diputuskan berdasarkan 3 kumpulan puisi,” ungkap Maman.

Maman tak menyangka festival film pendek itu diikuti oleh 688 sineas muda yang antusias menggarap karya-karya terbaik mereka. Ia menegaskan tak ada syarat khusus bagi para peserta untuk membuat film pendek tersebut. Semua boleh berkreasi dengan kebebasan masing-masing. Dia mengapresiasi para sineas muda yang bisa menerjemahkan puisi-puisinya dalam film pendek.

“Kami beri peserta kebebasan. Tak ada direction khusus dari kami. Karya mereka bagu-bagus membuat saya terpesona. Konten-kontennya sangat menyentuh,” tuturnya.

Maman mencontohkan puisinya tersebut diterjemahkan dalam film pendek dengan jalan cerita yang berbeda, dari mulai versi remaja, kisah perempuan yang terselingkuhi, ibu orang tua tunggal, hingga pekerja malam yang menderita HIV AIDS. Sehingga masing-masing karya memiliki jalan cerita yang berbeda berdasarkan puisinya.

“Tak ada batasan usia, latar belakang, semuanya bebas saja. Ada pula rumah-rumah produksi yang ikut, anak-anak milenial. Dan yang menarik mereka sampai gelar casting segala,” ujarnya tertawa.

Selama 3 hari, GWRF 2019 menghadirkan sejumlah tokoh dan penulis ternama. Sebut saja Fiersa Besari, Ayu & Ditto, Aan Mansyur, Sapardi Djoko Damono, Rintik Sedu, A.Fuadi, Budiman Sudjatmiko, Maman Suherman, Naela Ali, Ayu Utami dan masih banyak lagi. Mereka berbagi pengalaman serta praktik nyata dunia keliterasian dalam tema berbeda dalam acara talkshow dan workshop yang mengusung ragam tema ringan hingga serius, khas milenial, budaya dan sastra, pemantik kreatifitas, hingga spiritualitas.

“Keberagaman latarbelakang, mampu memberikan inspirasi berbeda dalam dunia literasi, salah satunya lewat puisi dan film pendek,” tutup Corporate Secretary Gramedia Yosef Adityo.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Abdee Beri ‘Roh’ pada 3 Lagu SLANK dalam Slanking Forever - Gudang Berita Viral Abdee Beri ‘Roh’ pada 3 Lagu SLANK dalam Slanking Forever
Jumat, 23 Agu 2019, 22:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
Minta Pemerintah Kaji Ulang, INDEF: Ini Kan Bukan Memindahkan Pabrik - Gudang Berita Viral Minta Pemerintah Kaji Ulang, INDEF: Ini Kan Bukan Memindahkan Pabrik
Jumat, 23 Agu 2019, 22:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pansel Umumkan Hasil Tes, KPK Bongkar Rekam Jejak 20 Peserta Capim - Gudang Berita Viral Pansel Umumkan Hasil Tes, KPK Bongkar Rekam Jejak 20 Peserta Capim
Jumat, 23 Agu 2019, 22:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print