Selasa, 17 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 03 Sep 2019, 09:00:08 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
Sering Disakiti, Istri Hantam Suami dengan Alu Hingga Tewas Saat Tidur - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Warga Dusun Sumbermulyo, Desa Sumberanom, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Senin (02/09) geger. Kegemparan warga dusun yang hidup tenang itu menyusul tewasnya seorang warga yang bersimbah darah. Korban tewas diketahui bernama Toyaman, 55. Ia tewas usai dihujam istrinya Katri, menggunakan alu (alat penumbuk beras).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, tragedi pembunuhan itu terjadi sekitar pukul 03.00. Saat itu, korban tengah tidur pulas seranjang dengan sang istri.



Pelaku pembunuhan adalah Sukantri, 45, istri korban yang juga suaminya. Ia hanya bisa tertunduk lesu saat menjalani proses pemeriksaan di Polres Probolinggo. Wanita asal Desa Sumberanom, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo tersebut nampak menyesali perbuatannya, usai membunuh suaminya.

Menggunakan baju tahanan warna oranye, Kantri sapaan Sukantri, ibu dua anak itu berjalan ke ruang depan Mapolres Probolinggo. Sembari memakai masker, ia gemetar menghadapi beberapa kamera yang telah stand by yang saat itu menyorotinya.

Terungkapnya pembunuhan sadis itu karena tersangka menyerahkan diri ke polisi dengan meminta antar kepala dusun.

“Pikiran saya tidak tenang (usai melakukan pembunuhan). Pagi-pagi entah jam berapa, saya minta antar pak kampung (kepala dusun) untuk ke polsek,” ujarnya seperti dikutip Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (03/09).

Kepala dusun awalnya sempat bingung. Bahkan sempat menanyakan ada keperluan apa Kantri meminta diantar ke polsek. Namun, ia tidak menjawab pasti. Ia hanya menjawab bahwa tidak ada apa-apa. “Tidak ada apa apa. Antarkan saja saya ke polsek,” ungkapnya.

Kantri mengaku nekat menghabisi nyawa sang suami karena kerap diancam dan disakiti sang suami. “Saya takut, saya diancam hendak dicekik oleh dia. Karena itu pada malam hari (dini hari), saya bangun dan melakukan pemukulan,” katanya saat dimintai keterangan pihak kepolisian.

NAHAS: Jenazah korban saat dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Moh Saleh. (Achmad Ari/ Jawa Pos Radar Bromo)

Pengakuannya, selama lima bulan terakhir sering cekcok dengan suaminya. Bahkan, tak jarang Toyaman main tangan. Karena itulah, setiap malam saya tidak bisa tidur. Hingga Senin dini hari, sekitar pukul 03.00, terjadilah kejadian itu.

“Suami datang sekitar pukul 23.00. Ia langsung tidur. Kemudian saya bangun jam tiga dan langsung mencari alat untuk memukulnya duluan. Dan saya menemukan alu di belakang rumah. Langsung saya pukul berkali kali,” katanya.

Ia tidak ingat berapa kali mengayunkan Alu (alat penumbuk padi) itu ke kepala suaminya. Yang ia ingat pada malam itu, setelah menghabisi nyawa sang suami, ia kemudian langsung ke ruang tamu. Tidak lama, ia mengambil sebuah air.

Kantri kepada polisi mengaku menyesal telah melakukan pemukulan itu. Menurutnya, ia melakukan hal itu karena takut dibunuh terlebih dulu. Karena jika ia terbunuh, maka anaknya hasil pernikahan dengan korban yang masih umur 9 tahun itu, akan ikut siapa.

“Itu saja yang saya pikir. Saya tidak tahu lagi. Ini jadi begini saya juga sangat menyesal sekali. Untuk anak yang pertama sudah menikah. Dan ini suami ke empat saya,” terangnya.

Hari Subagio staf kamar jenazah RSUD dr Moh Saleh mengatakan, ada beberapa luka yang ditemukan di kepala korban. “Tulang rahang kanan patah, gigi copot 2, luka 3 sentimeter pelipis sebelah kanan, tulang kepala pecah. Kalau dilihat dari luka, terjadi pemukulan 2 sampai 3 kali,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, motif pelaku melakukan pembunuhan itu karena sudah tidak tahan dengan kondisi rumah tangganya. Pelaku mengaku sering dipukuli. Menurut Kantri, suaminya juga sering pulang malam. Pelaku menghabisi korban di dalam kamarnya sendiri.

“Motifnya karena sudah tidak tahan karena sering bertengkar. Dan juga diduga ada wanita lain. Karena itu pelaku nekat membunuh korban,” kata pria yang akrab disapa Eddwi itu.

Lebih lanjut, Kapolres menyatakan, karena perbuatannya pelaku bisa dijerat dengan Pasal 44 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. “Pasal itu ancaman hukumannya maksimal 15 tahun,” ujarnya




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Putra Daerah Papua Jadi Pangdam Cenderawasih - Gudang Berita Viral Putra Daerah Papua Jadi Pangdam Cenderawasih
Selasa, 17 Sep 2019, 14:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Nana Mirdad dan Andrew White Wawancarai Brad Pitt di Tokyo - Gudang Berita Viral Nana Mirdad dan Andrew White Wawancarai Brad Pitt di Tokyo
Selasa, 17 Sep 2019, 14:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Anies Kirim 65 Satgas Untuk Ikut Tanggulangi Karhutla - Gudang Berita Viral Anies Kirim 65 Satgas Untuk Ikut Tanggulangi Karhutla
Selasa, 17 Sep 2019, 14:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print