Minggu, 22 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 07 Sep 2019, 19:00:09 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Sergap Bocah Pengedar Sabu-Sabu yang Biasanya Juga Jadi Tukang Intip - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – MR masih belia. Usianya baru 15 tahun. Meski begitu, dia tetap harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Warga Jalan Ngaglik Baru, Kapasari, Genteng, itu diamankan karena menjadi pengedar sabu-sabu (SS).

Bocah tersebut dibekuk pada Kamis malam (5/9). Petugas BNNK Surabaya mengendus sepak terjangnya. MR diringkus di depan halaman sebuah kafe. ’’Miris,’’ ujar Kasi Pemberantasan BNNK Surabaya Kompol Damar Bastiar kemarin (6/9).



Damar menerangkan, MR ditangkap sekitar pukul 21.00. Dia yang sudah menjadi target terlihat di halaman kafe. Raut mukanya tampak kebingungan. Dia seperti menunggu seseorang yang tidak kunjung datang. ’’Informasi yang kami dapat seorang pengedar,’’ tuturnya.

MR yang ciri-cirinya mirip identifikasi petugas lantas disergap. Dia tidak sempat melarikan diri Dari dalam saku celananya, ditemukan sepoket SS. Beratnya 0,34 gram.

Belakangan petugas mendapatkan fakta memprihatinkan. MR ternyata masih bau kencur. ’’Bandel sehari-harinya,’’ ucap perwira dengan satu melati di pundaknya itu.

MR diketahui putus sekolah di tingkat SMP. Bukan karena faktor ekonomi. Melainkan perilakunya yang mbeling. Dia sering membolos.

Menurut Damar, pelaku pernah tiga kali ganti sekolah di jenjang SMP. Alasannya pun sama. Pihak sekolah mengeluarkannya karena sudah tidak sanggup membina. Dia terakhir duduk di bangku sekolah akhir tahun lalu.

MR salah berteman. Dia menjadi urakan. Bahkan, gerombolannya juga bermain di dunia narkoba. MR yang mulanya hanya pemakai lantas naik kelas. Dia menjadi pengedar. Upah yang dipatok bukan uang. Melainkan diajak madat atau mengisap SS bersama.

Penyidikan perkara itu, lanjut Damar, dilimpahkan ke Polsek Simokerto. Sebab, yang diamankan masih di bawah umur. ’’Beda dengan orang dewasa penanganannya,’’ jelasnya.

Dia berharap para orang tua tidak melepaskan pengawasan terhadap anak. Dengan begitu, mereka tidak sampai terjerumus ke pergaulan yang salah. Terlebih sampai masuk ke sebuah jaringan narkoba. ’’Hanya akan ada penyesalan,’’ jelasnya.

Damar menyebut pihaknya sering mengamankan anak di bawah umur yang menjadi budak narkoba. Untuk tahun ini, jumlahnya sudah lebih dari sepuluh. Namun, yang berstatus pengedar baru kali ini. Lainnnya hanya pengguna.

Untuk permulaan, kata dia, anak yang kecanduan umumnya diminta bandar menjadi kurir. Dia ditugaskan untuk mengirim narkoba ke pembeli. Upahnya seperti MR. Diajak mengisap narkoba secara cuma-cuma alias gratis. ’’Ada juga yang ditugaskan sebagai tukang intip,’’ lanjutnya.

Fungsi tukang intip cukup berguna bagi jaringan narkoba. Mereka memanfaatkan anak untuk menjaganya dari lingkungan saat berpesta narkoba. ’’Jika melihat orang yang gelagatnya mencurigakan, si anak diminta langsung memberikan kabar. Jadi, yang sedang pesta langsung bubar. Alhasil, mereka aman dari sergapan petugas,’’ paparnya.

Di bagian lain, Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih membenarkan telah menerima pelimpahan MR. ’’Anggota opsnal membawanya pada Kamis (5/9) itu juga,’’ kata perwira dengan satu melati di pundaknya tersebut.

Saat dimintai keterangan lebih lanjut, Masdawati menolak. ’’Dia masih anak-anak,’’ ungkapnya. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan. Terutama mengembangkan informasi terkait adanya oknum lain yang terlibat.

Jaringan Narkoba Bermarkas di Gang – Gang

Darurat narkoba bukan sekadar kalimat biasa. Kasi Pemberantasan BNNK Surabaya Kompol Damar Bastiar menyebut kondisi itu harus diakui memang terjadi saat ini. ”Membeli narkoba sekarang tidak sulit, asalkan ada duit,” tuturnya.

Jaringan narkoba, lanjut dia, sudah menyebar ke hampir seluruh tempat. Mereka tidak lagi hanya beroperasi di tempat hiburan malam atau pinggiran jalan. Banyak juga yang kini menyasar perkampungan. ”Yang disasar ya anak-anak yang kurang pengawasan itu,” jelasnya.

Damar menyatakan, kampung yang sering diincar sebagai pusat jaringan biasanya kampung lama, yang rumah-rumahnya sangat berdekatan dan hanya dibatasi dengan gang-gang kecil. ”Itu enak sekali dipakai markas,” ujarnya. ”Gampang dibuat sembunyi dari pantauan petugas,” sambungnya.

Bagaimana dengan perumahan? Damar mengungkapkan, potensi itu juga ada. Namun, persentasenya tidak sebesar peredaran narkoba di permukiman padat penduduk. Di permukiman padat, tutur dia, peluang barang cepat terjual lebih besar.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Bir Pletok - Gudang Berita Viral Bir Pletok
Minggu, 22 Sep 2019, 20:00:13 WIB, Dibaca : 0 Kali
Jangan Asal Pijat, Kenali Seberapa Perlu Baby Spa dan Tahapannya - Gudang Berita Viral Jangan Asal Pijat, Kenali Seberapa Perlu Baby Spa dan Tahapannya
Minggu, 22 Sep 2019, 20:00:13 WIB, Dibaca : 0 Kali
Cerita Heroik Petugas yang Padamkan Karhutla Kalteng - Gudang Berita Viral Cerita Heroik Petugas yang Padamkan Karhutla Kalteng
Minggu, 22 Sep 2019, 20:00:13 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print