Senin, 19 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 06 Agu 2019, 09:00:05 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Sengketa AS-China Kian Merahkan Bursa Asia  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Tokyo - Pasar saham Asia diperdagangkan lebih rendah pada Selasa pagi (6/8/2019) ketika perang perdagangan AS-China semakin mengalami peningkatan.

Apalagi, setelah Beijing mengonfirmasikan penangguhan pembelian produk pertanian sebagai tanggapan terhadap tarif baru Amerika. Presiden Donald Trump mengatakan pekan lalu bahwa AS mengenakan tarif 10% untuk barang China senilai US$300 miliar mulai 1 September.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 jatuh 2,73% di awal perdagangan, sementara indeks Topix turun 2,61%. Di Korea Selatan, Kospi turun 2,72%. indeks ASX 200 Australia tergelincir 2,82%. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,94%.



Sesi Selasa di Asia mengikuti penurunan semalam di Wall Street, di mana Dow Jones Industrial Average anjlok lebih dari 700 poin. Indeks S&P 500 turun hampir 3% dan Nasdaq Composite turun 3,5%. Itu adalah persentase penurunan terburuk untuk ketiga indeks tahun ini.

Kementerian Perdagangan China mengatakan perusahaan-perusahaan China telah berhenti membeli produk pertanian Amerika. Langkah ini sebagai tanggapan terhadap salvo terbaru Trump dan menambahkan itu akan "tidak mengesampingkan" tarif atas barang-barang pertanian yang baru dibeli setelah 3 Agustus.

Untuk bagiannya, China adalah salah satu yang terbesar pembeli pertanian AS.

Investor akan mengamati dengan seksama di mana People's Bank of China menetapkan titik tengahnya untuk yuan onshore hari ini.

Bank sentral Tiongkok menetapkan tarif harian untuk mata uang tersebut, memungkinkannya untuk berdagang dalam satu band terhadap greenback dalam 2% dari nilai titik tengah, juga dikenal sebagai yuan onshore. Mitra luar negaranya digunakan oleh investor asing dan bank.

"Perbaikan (titik tengah) kemungkinan akan di bawah 7,0900," Richard Grace, kepala strategi mata uang dan kepala ekonomi internasional di Commonwealth Bank of Australia, menulis dalam catatan pagi seperti mengutip cnbc.com.

Yuan lepas pantai terakhir di 7,1280 melawan greenback.

Pada hari Senin, mata uang China daratan melemah melewati ambang psikologis penting 7-yuan per dolar untuk pertama kalinya sejak 2008.

Setelah itu, Departemen Keuangan AS menetapkan China sebagai manipulator mata uang, sebuah langkah bersejarah yang tidak pernah dilakukan Gedung Putih sejak pemerintahan Clinton.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 97.222 setelah turun dari level di sekitar 98.0 kemarin.

Yen Jepang, secara luas dipandang sebagai mata uang safe-haven, diperdagangkan pada 105,60 setelah menguat dari level di atas 106 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia berpindah tangan pada $ 0,6764 setelah jatuh dari level di atas $ 0,678 kemarin.

Di tempat lain, saham pemasok Apple juga akan menjadi fokus, dengan raksasa teknologi berbasis Cupertino melihat penurunan sahamnya 5,2% pada hari Senin di tengah gejolak perdagangan.

Futures AS pada Senin malam juga menunjukkan penurunan lebih lanjut untuk saham di Wall Street ketika mereka dibuka Selasa nanti, dengan Dow tersirat untuk membuka lebih rendah lebih dari 600 poin.




Sumber: inilah.com

Tag: News



 Chelsea Imbang Lawan Leicester City  - Gudang Berita Viral Chelsea Imbang Lawan Leicester City
Senin, 19 Agu 2019, 02:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Soal Adu Mulut dengan Aguero, Ini Kata Guardiola  - Gudang Berita Viral Soal Adu Mulut dengan Aguero, Ini Kata Guardiola
Senin, 19 Agu 2019, 02:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Penyerang Aiptu Agus Terpapar Radikal di Internet  - Gudang Berita Viral Penyerang Aiptu Agus Terpapar Radikal di Internet
Senin, 19 Agu 2019, 02:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print