Senin, 19 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 30 Jul 2019, 13:00:09 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Semangat Siswa Alor Melanjutkan Sekolah di Pulau Jawa - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Dunia pendidikan di pelosok negeri menjadi perhatian Aksi Cepat Tanggap (ACT). Selain memperhatikan nasib guru, lembaga kemanusiaan itu juga memberi apresiasi kepada murid-murid Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Timuabang, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Setidaknya ada enam lulusan MIS Timuabang melanjutkan sekolah di Pulau Jawa. Mereka akan belajar di bawah binaan Fath Institute di Jakarta dan Bogor, Jawa Barat. Selain itu, ada pula yang mengenyam pendidikan di pesantren daerah Bojonegoro, Jawa Timur.



Kehadiran para siswa Alor di Jawa adalah buah keyakinan dan usaha orang tua serta guru-guru di Alor yang senantiasa memprioritaskan pendidikan mereka di tengah keterbatasan ekonomi. “Senang sekolah di Jakarta,” ungkap Amin, salah satu penerima beasiswa yang baru saja lulus dari MIS Timuabang kepada tim ACT.

Kepala MIS Timuabang Kadir menuturkan bahwa para murid yang berangkat ke Jawa ini merupakan mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera di kampungnya. Orang tua mereka sebagian besar adalah nelayan tradisional atau merantau ke Batam, Kepulauan Riau, atau Malaysia untuk mengadu nasib. “Sebagian besar penduduk di Timuabang prasejahtera, mereka menggantungkan nasib pada hasil laut atau merantau dengan pekerjaan yang juga belum jelas,” ungkap Kadir sambil mendampingi murid-muridnya mengunjungi Monas, Jakarta.

Meskipun murid-murid tersebut hadir dari keluarga prasejahtera, Kadir mengaku, keluarga mereka sangat mendukung pendidikan anak-anaknya. Orang tua anak didiknya tak pernah memaksakan anaknya untuk membantu pekerjaan orang tua, malah mendorong anaknya terus sekolah. “Istilahnya, orang tua mereka menekankan, apa pun yang terjadi anaknya harus sekolah,” jelas Kadir.

Seluruh murid yang bersekolah di MIS Timuabang bimbingan Kadir tak dimintai biaya satu rupiah pun. Mereka bersekolah gratis. Saat ini terdapat lima ruang kelas yang berdiri dari ACT yang mereka manfaatkan serta enam guru yang mendidik puluhan siswa. Di sisi lain, seluruh guru yang mengajar di MIS Timuabang tak mendapatkan gaji tetap. Tiap bulannya mereka hanya mendapatkan sembako dari seorang donatur, sedangkan ada Biaya Operasional Sekolah atau BOS dari pemerintah sebesar Rp 22 juta per semester. BOS ini yang menjadi gaji mereka.

Guru yang mengajar di Timuabang tak seluruhnya lulusan pendidikan tinggi atau sarjana. Sebagian dari mereka bersekolah dengan cara mengejar paket. Walau begitu, pengalaman serta asa untuk membangun semangat belajar anak-anak di Timuabang menjadi kekuatan mereka mengajar.

Meskipun sebagian guru tak memiliki latar belakang pendidikan tinggi, sebuah bukti dari ketekunan melahirkan kebanggan. Beberapa siswa MIS Timuabang telah menyabet medali dalam olimpiade tingkat nasional. “Kami belajar dari bahan yang ada saja. Di dalamnya kan ada soal, ya dari situ anak-anak ini belajar untuk persiapan olimpiade sains,” tutup Kadir.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Agustusan dan Multikulturalisme - Gudang Berita Viral Agustusan dan Multikulturalisme
Senin, 19 Agu 2019, 19:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Demonstran Hongkong Sembunyikan Identitas karena Tak Ingin Dipecat - Gudang Berita Viral Demonstran Hongkong Sembunyikan Identitas karena Tak Ingin Dipecat
Senin, 19 Agu 2019, 19:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Kembali Jadi Host, Tukul Arwana Siap Di-bully di ‘Ini Baru Empat Mata’ - Gudang Berita Viral Kembali Jadi Host, Tukul Arwana Siap Di-bully di ‘Ini Baru Empat Mata’
Senin, 19 Agu 2019, 19:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print