Jumat, 20 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 02 Sep 2019, 21:00:08 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
Selaras dengan Wisata Heritage, Usul Hidupkan Langgar Gipo - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Wacana menghidupkan kembali Langgar Gipo di Jalan Kalimas Udik, Kelurahan Nyamplungan, mendapat dukungan warga. Jika terealisasi, langgar kuno itu akan menambah daftar destinasi wisata heritage di kawasan kota tua Surabaya.

Dosen sejarah Universitas Airlangga Adrian Perkasa mengaku sudah mengajukan usul kepada pemkot. Isinya, masukan-masukan yang berhubungan dengan revitalisasi di kawasan kota tua itu. Misalnya, penataan Jalan Panggung dan Jalan Karet. ”Potensi-potensi wisata yang ada memang harus ada sinergitas,” kata Adrian.



Dia lalu memberikan contoh Langgar Gipo. Langgar di Jalan Kalimas Udik Gang 1 tersebut sangat potensial untuk dijadikan destinasi wisata. Apalagi langgar milik keluarga Sagipodin itu bisa diakses melalui Jalan Panggung yang kini tengah direvitalisasi pemkot.

Menurut Adrian, ada beragam cara untuk menghidupkan langgar yang dibangun pada 1800-an tersebut. Salah satunya, melakukan pendekatan keluarga. Alasannya, langgar itu masih menjadi hak milik keturunan Sagipodin. Pendekatan keluarga tersebut juga dianggap Adrian sebagai upaya untuk membangun sumber daya manusia di kawasan kota tua.

”Kesadaran wisata harus tumbuh dari masyarakat,” harap Adrian. Menurut dia, sejauh ini usaha revitalisasi yang dilakukan pemkot baru menyentuh fisiknya. Di antaranya, pengecatan, pemasangan paving, dan pemasangan sejumlah lampu. Sementara itu, pembangunan sumber daya manusia masih perlu digalakan lagi.

PERLU PERBAIKAN: Tampak depan Langgar Gipo yang masih kotor. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

Ketua RW 9, Kelurahan Nyamplungan, Rahmat mengaku, sekitar 20 tahun lalu pernah berupaya untuk menghidupkan Langgar Gipo. Yakni, mengusulkan langgar itu dirawat masyarakat setempat. Sebab, saat ini tidak ada keturunan Sagipodin yang mau tinggal di sana. ”Waktu itu saya pernah meminta ijin sama salah seorang ahli warisnya. Teman saya ngaji di Ampel,” kata Rahmat. Hanya, usul itu belum bisa terealisasi.

”Sekarang entah kemana ahli waris langgar itu. Saya jarang melihat. Kalau ketemu lagi saya akan

membujuknya,” harap Rahmat. Bukan hanya itu, menurut Rahmat, kondisi Langgar Gipo berbanding terbalik dengan Langgar Fatchulkarim yang lokasinya juga berada di Jalan Kalimas Udik 1-C Nomor 11. Tidak jauh dari Langgar Gipo. Langgar milik keturunan Bani Tamhit itu masih tampak bagus dan terawat. Langgar kuno tersebut juga masih aktif digunakan sebagai kegiatan ibadah seperti salat lima waktu dan pengajian rutin.

Dari pantauan Jawa Pos kemarin, Langgar Gipo tampak kumuh dan terlihat tidak terawat. Untuk menemukannya saja, dibutuhkan kejelian. Keberadaan langgar diapit pergudangan tinggi. Di sekitar jalan menuju langgar juga dipenuhi truk-truk besar yang parkir di sana. Bahkan, papan petunjuk bertulisan ”Langgar Keluarga Sagipodin” saja sudah tertutup debu.

Padahal, pada 1800-an lalu, langgar tersebut pernah tersohor. Dijadikan tempat peristirahatan oleh para saudagar dan para calon jamaah haji dari berbagai daerah. Yakni, ketika kapal yang mereka tumpangi bersandar di Kalimas.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Hari Ini Anies Umumkan Jakarta Sebagai Tuan Rumah Formula E 2020 - Gudang Berita Viral Hari Ini Anies Umumkan Jakarta Sebagai Tuan Rumah Formula E 2020
Jumat, 20 Sep 2019, 09:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Reformulasi Program Transmigrasi - Gudang Berita Viral Reformulasi Program Transmigrasi
Jumat, 20 Sep 2019, 09:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Penelitian Ungkap Dampak Buruk Rasa Lapar Saat Mengambil Keputusan - Gudang Berita Viral Penelitian Ungkap Dampak Buruk Rasa Lapar Saat Mengambil Keputusan
Jumat, 20 Sep 2019, 09:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print