Jumat, 15 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 31 Okt 2019, 10:00:09 WIB, 6 View Tim Redaksi, Kategori : News
Sanksi Tegas Bagi Pelaku Pencemaran Udara di Jakarta - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan inspeksi dadakan (sidak) dan penegakan hukum terhadap industri yang cerobongnya dianggap mencemari udara. Inspeksi ini merupakan salah satu pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Hasilnya 2 perusahaan dikenai sanksi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, dua perusahaan yang mendapat sanksi yaitu PT Indonesia Acid Industry dan PT Mahkota Indonesia. Cerobong keduanya terbukti mengeluarkan emisi melebihi baku mutu yang dipersyaratkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2009 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Usaha dan Kepgub Nomor 670 Tahun 2000 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak di Provinsi DKI Jakarta.



Sanksi kepada mereka yakni berupa paksaan pemerintah berupa keharusan memperbaiki cerobongnya dalam waktu 45 hari kalender. Selain itu, inspeksi mendadak dilakukan terhadap PT. Hong Xin Steel, sebuah industri peleburan baja di Kawasan Cakung. Untuk perusahaan ini sebelumnya sudah diberikan sanksi berupa paksaan pemerintah untuk segera memperbaiki cerobong proses industrinya agar memenuhi keluaran emisi yang memenuhi baku mutu.

“Jika terbukti tidak juga dipenuhi, maka akan meningkat ke sanksi berikutnya, yaitu pembekuan izin lingkungan dan bahkan dapat sampai ke pencabutan izin. Ujungnya bisa sampai pidana,” kata Andono seperti keterangan tertulis yang diterima gudangberitaviral.com, Rabu (30/10).

Andono menjelaskan, inspeksi tahun ini ditargetkan dilakukan kepada 90 perusahaan dari 114 kegiatan industri yang terindentifikasi memiliki cerobong buangan gas sisa. “Kami mendata ada 1.150 cerobong gas buang industri di Jakarta. Kegiatan industri tersebut umumnya memiliki cerobong lebih dari satu unit,” imbuhnya.

Komponen yang diawasi adalah pemenuhan ketentuan spesifikasi teknis cerobong, baku mutu udara keluaran, kewajiban melakukan pengukuran secara mandiri emisi setiap 6 bulan oleh industri bekerjasama dengan laboratorium lingkungan hidup terakreditasi, dan kewajiban melaporkannya kepada Dinas Lingkungan Hidup.

Pengawasan kepatuhan industri terhadap ketentuan-ketentuan lingkungan hidup secara rutin telah dilakukan oleh petugas pengawas lingkungan hidup. “Masyarakat juga dapat membuat aduan atas dugaan pencemaran lingkungan oleh industri. Kami akan segera menindaklanjutinya,” tambah Andono.

Selain itu, pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup tidak hanya terhadap kepatuhan pemenuhan baku mutu cerobong emisi gas buang saja. Namun juga terhadap aspek persyaratan teknis lingkungan hidup lainnya, seperti tersedianya instalasi pengolahan air limbah domestik, tata kelola limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), kepatuhan melaporkan kegiatan pengendalian lingkungan dan lain-lain.

“Sepanjang tahun 2019, kami telah menjatuhkan sanksi kepada 77 pelaku usaha yang terbukti tidak patuh atas ketentuan lingkungan. Jumlah ini jauh meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 18 pelaku,” kata Andono.

Sebagai tindak lanjut Ingub 66/2019, Pemprov DKI Jakarta akan segera membuat regulasi untuk memperketat persyaratan teknis terkait pengendalian pemcemaran udara dari sumber tidak bergerak. Diantaranya dengan mewajibkan cerobong industri besar dan berpotensi tinggi mencemari udara agar dilengkapi Continuous Emission Monitoring System (CEMS), yaitu sistem pemantauan lengkap yang dapat mengukur 5 parameter kualitas udara berupa CO, CO2, SO2, NOx, O2 dan partikulat secara terus-menerus.

Data tersebut, lanjut Andono, wajib diumumkan secara realtime melalui panel display digital di depan gerbang pabrik serta wajib dikoneksikan langsung ke Command Center Dinas Lingkungan Hidup. Sehingga pengawasan pemerintah dapat lebih efektif dan masyarakat juga dapat memantaunya secara langsung.

Sedangkan untuk industri yang skalanya lebih kecil dan prosesnya tidak terus-menerus akan diwajibkan melaporkan hasil pemantauan mandiri yang berkerjasama dengan laboratorium lingkungan hidup terakreditasi setiap bulan ke Dinas Lingkungan Hidup. “Data-data tersebut akan kami verifikasi dan umumkan kepada masyarakat melalui website Jakarta Smart City,” pungkas Andono.

Cerobong Industri Batok Dibongkar

Cerobong industri batok yang mencemarkan udara dibongkar sendiri oleh pemiliknya. (Dok Sudin Kominfotik Jakarta Utara.

Para pemilik industri arang batok di Jalan Inspeksi Cakung Drain, Kelurahan Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara membongkar corong asap di lokasi usahanya. Hal ini dilakukan sebagai kesadaran terhadap polusi udara yang ditimbulkan selama proses pembakaran.

Sebelum pembongkaran, pelaku usaha sempat bernegosiasi dengan aparat pemerintah. Namun, akhirnya para pemilik melunak, dan memilih patuh terhadap Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 Tentang Pengendalian Kualitas Udara.

Pemilik industri arang batok, Bahar mengatakan, akan taat pada aturan yang dibuat pemerintah. “Kami selalu patuh apa yang pemerintah berlakukan. Ini mau dibongkar ya kami nurut saja,” kata dia, saat ditemui di Jalan Inspeksi Cakung Drain, Kelurahan Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (19/9).

Keputusan itu diambil lantara para pelaku usaha telah diberi alternatif solusi dari usahanya. Yakni berupa program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) yang akan digelar pemkot Jakarta Utara. Dengan begitu, 75 pekerjanya dipastikan tidak akan menjadi pengangguran.

“Ya kalau ditawari usaha lain lewat program pemerintah kami mau saja. Biar pekerja saya bisa mencari makan lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Cilincing Muhamad Alwi menerangkan, penertiban industri arang batok kali ini melibatkan 365 personel, terdiri dari Satpol PP, Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU), Suku Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, hingga TNI-Polri. Keseluruhan personel hanya ditugaskan membantu pemilik yang menertibkan lapaknya.

“Yang ditertibkan hanya corong asap dan bagian depan lapaknya saja. Karena ini yang dianggap menyebabkan asap membumbung tinggi hingga mencemari udara,” tambahnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Sanksi Tegas Bagi Pelaku Pencemaran Udara di Jakarta

Tag: News



 Para Ibu Semakin Pintar Atur Keuangan Rumah Tangga  - Gudang Berita Viral Para Ibu Semakin Pintar Atur Keuangan Rumah Tangga
Jumat, 15 Nov 2019, 04:00:04 WIB, Dibaca : 1 Kali
 PKS : Tingkatkan Pelukan-pelukan Itu  - Gudang Berita Viral PKS : Tingkatkan Pelukan-pelukan Itu
Jumat, 15 Nov 2019, 04:00:03 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Kerja Cepat Pertamina di Proyek Jambaran-TiungBiru  - Gudang Berita Viral Kerja Cepat Pertamina di Proyek Jambaran-TiungBiru
Jumat, 15 Nov 2019, 03:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print