Kamis, 19 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 31 Agu 2019, 09:00:06 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Samuel Minta Tarik Pasukan, Wiranto: Militer Nduga Bukan Cari Kerjaan - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Tokoh pemuda Papua asal Nduga, Samuel Tabuni menyesalkan sikap pemerintah yang tak bergerak cepat merespon aksi rasisme kepada masyarakat Papua. Hal itu pula yang menjadi dasar kemarahan rakyat Papua yang berujung sejumlah kerusuhan belakangan ini.

Samuel mencontohkan kasus rasisme kepada mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Saat ini, para pelaku rasisme baru ditindak setelah terjadi unjuk rasa.



“Kenapa proses pembiaran penegakkan hukum tidak dilakukan secara baik dan benar. Khusus kemarin di Surabaya. Kita harus demo baru proses. Padahal proses rasisme itu sudah berlangsung lama. Itu menjadi amarah masyarakat papua saat ini,” ujar Samuel di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (30/8).

Pembiaran penegakkan hukum juga dikatakan Samuel tergambar dalam banyaknya operasi militer di Nduga. Sehingga membuat anak muda di sana tidak diberi ruang untuk terlibat dalam kebijakan nasional maupun provinsi. Hal ini dianggap tidak baik untuk masa depan anak-anak Papua.

“Terakhir saya minta ke pak Menko (Wiranto, Red), bahwa pasukan di Nduga itu ditarik, karena masyarakat saya semua ada di luar,” ucap Samuel.

Sejumlah prajurit Batalyon 756/Wimane Sili mendengarkan arahan dari komandannya sebelum diterbangkan menggunakan helikopter dari Mako Batalyon 756/Wimane Sili ke Distrik Mbua, Kabupaten Nduga. (Denny Tonjau/Cenderawasih Pos/Jawa Pos Group)

Menko Polhukam, Wiranto menyanggupi untuk menarik pasukan dari Nduga. Dengan catatan sudah tidak ada lagi penyerangan yang mengganggu stabilitas negara. “Kalau sudah tenang nggak ada serangan, nggak ada gangguan keamanan. Jam itu juga saya minta, saya menyarankan Presiden untuk Panglima TNI menarik pasukan dari Nduga,” kata Wiranto.

Mantan Ketua Umum Partai Hanura itu menjelaskan, keberadaan anggota TNI di Papua bukan tanpa alasan. Melainkan ada ancaman dari kelompok bersenjata yang berpotensi melakukan aksi pengerusakan. Sshingga apabila tidak dicegah bisa menjadi ancaman untuk bangsa.

“Militer di Nduga datang ke sana bukan cari kerjaan. Datang di sana karena ada sebab, ada akibat. Dikirim ke sana karena ingin mengamankan masyarakat dari kegiatan kriminal. Dari teman-teman yang belum sadar,” tegasnya.

Untuk mewujudkan situasi kondusif seperti itu, Wiranto meminta kepada masyarakat Papua agar menyelesaikan masalah melalui dialog. Tidak dengan unjuk rasa. Apabila tindakan anarkisme.

“Tadi disampaikan demo dulu baru ada solusi. Ke depan nanti ndak perlu demo. Kita, saya yakin Presiden Jokowi untuk (periode) kedua kalinya nanti lebih paham betul bagaimana membangun Papua,” pungkasnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Persib Imbang, Roberts: Hasil Tak Sesuai Harapan  - Gudang Berita Viral Persib Imbang, Roberts: Hasil Tak Sesuai Harapan
Kamis, 19 Sep 2019, 02:00:03 WIB, Dibaca : 0 Kali
 KAI: Kecelakaan di Perlintasan Kereta Meningkat  - Gudang Berita Viral KAI: Kecelakaan di Perlintasan Kereta Meningkat
Kamis, 19 Sep 2019, 02:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik  - Gudang Berita Viral Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik
Kamis, 19 Sep 2019, 01:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print