Rabu, 21 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 12 Agu 2019, 17:00:07 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Sampai Kapan Jurus Ganti Pelatih di Tengah Musim Dipakai, Persebaya? - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Saya mengikuti situasi ketika Persebaya Surabaya memecat Iwan Setiawan. Lalu, cukup paham tentang situasi ketika Green Force meminta Angel Alfredo Vera mundur di Bandara Juanda. Dan, tidak kaget ketika akhirnya Djadjang Nurdjaman juga mengakhiri tugas di saat musim berjalan.

Lazim bagi klub profesional berganti pelatih. Bahkan, musim ini di Liga 1, Djanur –sapaan Djanur Djadjang Nurdjaman– juga menjadi pelatih kedelapan yang kehilangan jabatannya di tengah jalan. Tidak ada jaminan tim akan lebih baik setelah pelatih diganti, tapi jurus ini cukup jitu di Persebaya.



Iwan Setiawan mengawali Liga 2 2017 dengan kaki yang keliru. Meski telah menjuarai turnamen pramusim Piala Dirgantara, tidak cukup bagi Persebaya hanya bermain imbang melawan Madiun Putra di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Lalu, kalah pada laga kedua oleh tuan rumah Martapura FC.

Namun, bukan kekalahan itu saja yang membuat tekanan begitu kuat. Bonek tentu tidak lupa dengan insiden di Martapura. Dan, karena media sosial begitu masif, tentu saja informasi itu cepat beredar dan tagar Iwan Out pun merajalela di media sosial, baik Twitter, Instagram, maupun Facebook. Di tribun Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, juga.

Tak perlu saya ceritakan detail dari insidennya. Namun, situasi setelah itu benar-benar membuat manajemen Persebaya kebingungan. Di satu sisi, masih ada keinginan untuk mempertahankan Iwan sebagai pelatih, tapi di sisi lain tuntutan dari Bonek begitu deras dan tak tertahankan.

Mulanya, Iwan tak langsung dipecat. Manajemen masih memerintahkannya untuk meminta maaf kepada Bonek dan dihukum dilarang melatih sementara waktu. Dan, itu dilakukan. Saya masih ingat betul di ruangan mana video permohonan maaf itu dibuat. Getaran suara Iwan sebelum dan sesudah pengambil gambar juga belum saya lupakan.

Berulangkali saya mengajak ngobrol tentang tema lain agar Iwan lebih rileks. Berbincang sejenak tentang perkembangan taktik sepak bola atau apapun itu. Pengetahuan Iwan bisa saya katakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Kejeliannya dalam melihat bakat muda layak diacungi jempol.

Irfan Jaya, M. Hidayat, Miswar Saputra, dan Andri Muliadi adalah beberapa talenta yang direkrutnya. Mereka masih bertahan di Persebaya. Bahkan, Irfan sampai bisa dipanggil membela timnas Indonesia. Skuad bentukannya itu pula yang mengangkat Persebaya trofi juara Liga 2 di bawah arahan Angel Alfredo Vera.

Selepas Iwan yang dipecat saat musim baru berjalan, Alfredo masuk ke Persebaya dengan membawa beberapa talenta Papua untuk melengkapi skuad bentukan Iwan sejak awal musim. Hasilnya, kita tahu bersama. Persebaya juara Liga 2. Tapi, tiga kekalahan beruntun di Liga 1 2018 mengakhiri masa kerjanya.

Ya, Juli menjadi bulan yang menyulitkan bagi Alfredo. Persebaya kalah oleh PSIS Semarang 0-1 (22/7), ditundukkan Persib Bandung 3-4 (26/7), dan terakhir oleh Perseru Serui 1-3 (31/7). Sepulang dari Serui, belum juga keluar dari Bandara Juanda, nasib Alfredo sudah ditentukan: diminta mundur. Pemecatan secara halus.

Datanglah kemudian Djanur. Dengan skuad bentukan Alfredo, dia berjuang keras membawa Persebaya yang sebelumnya berada di papan bawah, bahkan sempat posisi ke-15, mampu finis pada peringkat kelima di akhir musim. Persebaya tampil sungguh fantastis di pengujung musim 2018.

Pada pramusim 2019, performa Persebaya di tangan Djanur juga menjanjikan. Bahkan, mencapai final Piala Presiden 2019 sebelum akhirnya kalah oleh rivalnya, Arema FC. Di Piala Indonesia 2018–2019, Persebaya bisa mencapai perempat final sebelum disingkirkan Madura United.

Dan, setelah tujuh laga terakhir hanya sekali menang, Djanur pun out. Dia dipecat di lobi apartemen. Maka, Persebaya kembali melakukan jurus yang sama tiga kali. Pecat pelatih di saat kompetisi berjalan. Dalam dua pemecatan sebelumnya, menghasilkan efek positif dan Persebaya berharap berlanjut pada pemecatan ketiga.

Lazimnya pergantian pelatih, seringkali hanya memberikan efek kejut dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, tetap saja klub-klub memilih untuk mempertahankan pelatih yang membentuk skuad. Chelsea di tangan Roman Abramovich paling piawai dalam keputusan pergantian pelatih.

The Blues tergolong cukup sering berganti pelatih, terhitung 14 kali dalam 16 tahun era Abramovich. Namun, mereka jarang sekali memakai pelatih pengganti di tengah jalan untuk musim berikutnya. Musim baru, ya pelatih baru. Satu-satunya pelatih pengganti yang dapat keistimewaan itu hanya Roberto Di Matteo.

Kenapa begitu? Tentu saja, perekrutan pemain pada awal musim, persiapan yang dilakukan selama pramusim. Semua itu disiapkan untuk satu musim yang panjang. Dan, pergantian pelatih di tengah musim, apapun itu selalu mengganggu bagi rencana jangka panjang.

Keputusan sudah dibuat dan musim masih panjang. Setidaknya, jangan sampai meniru gaya mantan Presiden Palermo Maurizio Zamparini. Bayangkan, selama dia berkuasa dalam 16 tahun, dia melakukan 45 kali pergantian pelatih.

Pernah pada awal tahun baru 2016, Zamparini membuat resolusi: tidak memecat pelatih sepanjang tahun itu. Ternyata, berselang 11 hari, dia memecat Davide Ballardini yang baru bekerja dua bulan. Bahkan, selama 2016, terjadi tujuh kali pergantian pelatih di klub berjuluk Rossanero tersebut.

Dampak dari pemecatan pelatih yang terlalu sering atau terjadi di tengah jalan adalah menganggu rancangan jangka panjang. Sebab, solusi yang dihadirkan seringkali instan. Kalau Palermo contoh terburuk, maka Chelsea terbilang contoh yang lumayan stabil bagi tim yang sering gonta-ganti pelatih.

Semoga jurus manajemen Persebaya kali ini kembali efektif. Namun, saat awal musim mendatang, perhitungkan kembali siapa yang benar-benar diyakini bisa membawa prestasi di masa depan.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Situasi Sudah Kondusif, Titik Vital Papua Barat Masih Dijaga Ketat - Gudang Berita Viral Situasi Sudah Kondusif, Titik Vital Papua Barat Masih Dijaga Ketat
Rabu, 21 Agu 2019, 16:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Ujian Tulis Berbasis Komputer Maju, Siswa Bisa Stres - Gudang Berita Viral Ujian Tulis Berbasis Komputer Maju, Siswa Bisa Stres
Rabu, 21 Agu 2019, 16:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Tambah Cash Flow, BUMN Bakal Jual Sepuluh Ruas Tol Tahun Ini - Gudang Berita Viral Tambah Cash Flow, BUMN Bakal Jual Sepuluh Ruas Tol Tahun Ini
Rabu, 21 Agu 2019, 16:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print