Senin, 19 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 08 Agu 2019, 22:00:08 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
RSUD BDH Siapkan Lahan untuk Terapi Nuklir - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH) mulai menyiapkan diri untuk mendirikan pusat pelayanan terapi nuklir. Terapi itu ditujukan bagi penderita kanker serviks dan tiroid. Meski pengerjaan bangunan fisik baru digarap pada 2020, pihak RS sudah mencicil beberapa hal.

Salah satunya mulai merekrut tenaga fisikawan medis sejak Juli lalu. Direktur RSUD BDH drg Orta Wido Artati MKes menyatakan, fisikawan medis itu menjalankan tugasnya sejak sebulan terakhir. ’’Tenaga fisikawan dibutuhkan mulai sekarang. Terutama untuk merekomendasikan atau mengusulkan sarana dan prasarana bangunan yang dibutuhkan. Sebab, dia yang tahu,’’ ujarnya saat dijumpai di kantornya kemarin.



Pihak RS juga mengirimkan usul anggaran untuk beberapa perincian yang berkaitan dengan isi bangunan. Misalnya, perekrutan SDM sekaligus pelatihannya, bahan habis pakai, peralatan medis, kasur pasien, TV, lemari, dan meja. Total dibutuhkan sekitar Rp 148 miliar. ’’Nanti bisa dikerjakan paralel. Pas bangunannya digarap, kami lakukan short course untuk tenaga medis di Bandung atau Jogja. Karena butuh training keahlian khusus. Jadi bisa sama-sama jalan,’’ tambah alumnus FKG Unair itu.

Orta menyebut RSUD BDH ditunjuk Wali Kota Tri Rismaharini sebagai pusat pelayanan terapi nuklir dengan beberapa alasan. Salah satunya masih tersedia lahan yang memungkinkan untuk dibangun gedung baru.

Yang dimaksud Orta adalah lahan parkir yang berdekatan dengan masjid. Tepatnya di selatan gedung utama RS. Rencananya, lahan itu digeser ke sisi timur, dijadikan satu dengan parkiran untuk karyawan. Dengan begitu, lahan tersebut bisa dialihfungsikan sebagai bangunan baru tempat pelayanan terapi nuklir. ’’Terapi nuklir ini memang butuh bangunan dengan spek khusus. Jadi mesti ada lahan baru yang dipakai. Sebab, perlakuan dan tindakan medisnya nanti memang betul-betul beda,’’ papar mantan Kasubbag Perencanaan itu.

Perlakuan khusus tersebut diperlukan karena pasien nanti terkontaminasi radiasi nuklir. Dia harus berada di ruang isolasi selama 4–5 hari. Tanpa ada kontak dengan siapa pun, termasuk tenaga medis. Saat ini pihak cipta karya melakukan tahap detail engineering design (DED) seperti pengukuran lahan untuk bisa menentukan kisaran anggaran dan detail spesifikasi bangunan.

Tahun depan mulai menggarap sekaligus menuntaskan fisik bangunan. Orta mengungkapkan, pelayanan menggunakan tenaga nuklir menjadi yang pertama di Indonesia bagian timur. Dengan begitu, antrean pasien kanker di beberapa RS bisa terpecah. Terutama pasien dari Jawa Timur yang setiap hari melakukan radiasi nuklir di RS Dokter Hasan Sadikin, Bandung.

’’Kalau di Surabaya sudah ada, mereka nggak perlu jauh-jauh. Ini juga bisa dilakukan karena BDH naik menjadi RS tipe B sejak Mei lalu. Itu jadi salah satu syarat layanan nuklir,’’ jelasnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Chelsea Imbang Lawan Leicester City  - Gudang Berita Viral Chelsea Imbang Lawan Leicester City
Senin, 19 Agu 2019, 02:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Soal Adu Mulut dengan Aguero, Ini Kata Guardiola  - Gudang Berita Viral Soal Adu Mulut dengan Aguero, Ini Kata Guardiola
Senin, 19 Agu 2019, 02:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Penyerang Aiptu Agus Terpapar Radikal di Internet  - Gudang Berita Viral Penyerang Aiptu Agus Terpapar Radikal di Internet
Senin, 19 Agu 2019, 02:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print