Selasa, 12 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 23 Okt 2019, 20:00:10 WIB, 6 View Tim Redaksi, Kategori : News
RSUD BDH Pakai Teknologi Nuklir, Pasien Kanker Tak Perlu ke Luar Kota - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Rencana Pemkot Surabaya melengkapi RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) dengan divisi kedokteran nuklir disambut bahagia oleh Pemi Apriyanti, penyintas kanker tiroid. Dengan begitu, dia dan penyandang kanker lainnya tidak perlu bolak-balik ke Semarang untuk berobat.

Sejak 2008 Pemi divonis menderita tumor tiroid di bagian leher kanannya. Saat itu benjolannya hanya sebesar kelereng. Namun, karena takut, operasi baru dilangsungkan pada 2017 yang saat itu tumornya sudah berkembang menjadi kanker tiroid Operasi kedua dilangsungkan pada Juli 2018.



Dua operasi tersebut dilakukan di RSUD dr Soetomo. Untuk menghilangkan sel-sel kanker yang masih tersisa, dia harus menjalani terapi ablasi. Sayangnya, rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur (Jatim) itu hanya bisa menangani ablasi dengan dosis kecil. ’’Saya harus mendapatkan ablasi dengan dosis 35. Kalau di RSUD dr Soetomo, hanya tersedia dosis di bawah 30,’’ tutur perempuan 31 tahun yang juga koordinator komunitas peduli dengan tiroid Pita Tosca di Jatim itu.

Karena kurangnya fasilitas kesehatan di Jatim, Pemi diberi beberapa pilihan oleh dokter di RSUD dr Soetomo. ’’Saya disuruh milih mau dirujuk ke Semarang, Bandung, atau Jakarta,’’ paparnya. Dia pun memilih RSUP dr Kariadi di Semarang karena paling dekat dengan domisilinya di Jemursari XVIII Blok A/43 Surabaya.

Sudah setahun dia bolak-balik ke Semarang untuk melakukan ablasi. Sudah dua kali dia melaksanakan terapi tersebut. Yakni, meminum cairan nuklir dan zat radioaktif yodium 131.

Dia bersyukur jika di Surabaya akan ada teknologi nuklir yang membantu penanganan penyakitnya. Dengan begitu, dia tidak perlu jauh-jauh untuk terapi. ’’Kalau saya sebenarnya tidak apa-apa harus bolak-balik ke Semarang. Yang kasihan pasien lainnya yang usianya lebih tua dari saya,’’ papar Pemi.

Jika teknologi nuklir di RSUD BDH direalisasikan, dia berharap tidak hanya tersedia poli kedokteran nuklir. ’’Tapi, semoga dosis teknologi ablasinya tidak tanggung-tanggung. Sekalian dosis yang besar biar para penderita kanker tiroid seperti saya tidak perlu dirujuk jauh-jauh lagi,’’ jelas Pemi.

Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPRKP CKTR) Iman Krestian paham dengan kedokteran nuklir sejak mendapatkan tugas membangun fasilitas tersebut. Dia mengatakan sudah menyusun kajian fasilitas apa saja yang dibangun di RSUD BDH. ’’Secara konsep, teknisnya sudah kami buat,’’ katanya.

Kedokteran nuklir adalah terapi medis dengan memanfaatkan materi radioaktif dari nuklir. Hal tersebut dilakukan dengan memasukkan radioisotop yang mampu memancarkan radiasi ke tubuh pasien atau dikenal dengan istilah studi in-vivo. Juga, bisa dilakukan di luar tubuh pasien dengan cara mereaksikan bahan biologis seperti darah, cairan lambung, hingga urine dalam tabung percobaan yang disebut studi in-vitro.

Jenis kegiatan pertama bisa dilakukan dengan memasukkan radioisotop melalui mulut, suntikan, atau dihirup lewat hidung. Dengan begitu, dokter akan mendapatkan informasi berupa citra dari organ tubuh. Bisa juga mendapatkan sampel dari tubuh yang mengandung radioisotop seperti darah atau urine.

Kedua, dilakukan secara studi in-vitro untuk mendapatkan data mengenai kandungan air dalam tubuh secara total, penyerapan vitamin, metabolisme, hingga pengaplikasian di bidang hematologi yang mempelajari darah, organ pembentuk darah, dan penyakitnya.

Ketiga, bisa dilakukan untuk penyembuhan penyakit kanker. Misalnya, pemberian yodium aktif untuk penyembuhan penyakit tiroid. Selain tiroid, banyak penyakit yang bisa disembuhkan melalui kedokteran nuklir. Di antaranya, kanker payudara, kanker prostat, hipertiroid, keloid, hingga kanker kelenjar getah bening alias limfoma.

Di Bandung, semua fasilitas tersebut melibatkan para ahli dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Proyek dilakukan secara hati-hati agar tidak berdampak pada lingkungan sekitar. ’’Nanti basement didesain khusus,’’ ujarnya. 




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, RSUD BDH Pakai Teknologi Nuklir, Pasien Kanker Tak Perlu ke Luar Kota

Tag: News



Tim Estafet Putra Indonesia Diharapkan Mendulang Emas - Gudang Berita Viral Tim Estafet Putra Indonesia Diharapkan Mendulang Emas
Selasa, 12 Nov 2019, 18:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Terimbas Resesi, Harga Properti di Australia dan Singapura Makin Mahal - Gudang Berita Viral Terimbas Resesi, Harga Properti di Australia dan Singapura Makin Mahal
Selasa, 12 Nov 2019, 18:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali
Richard Mainaky Dampingi Buah Hati Di Sirkuit Nasional - Gudang Berita Viral Richard Mainaky Dampingi Buah Hati Di Sirkuit Nasional
Selasa, 12 Nov 2019, 18:00:11 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print