Selasa, 17 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 30 Agu 2019, 12:00:05 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Rombak Bos BUMN Era Jokowi Kental Like & Dislike  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - Pascapelengseran Suprajarto dari kursi BRI-1, dugaan bahwa aksi Menteri BUMN Rini Soemarno merombak direksi BUMN target utamanya adalah pucuk pimpinan BRI, semakin menguat.

Menurut informasi yang beredar, Wakil Direktur Utama BRI Sunarso diplot jadi pengganti Suprajarto. Kebijakan Menteri BUMN ini diduga terkait dengan ketidaksukaannya terhadap Suprajarto, dan kedekatannya dengan Sunarso.

Faktor "like and dislike" diduga sangat besar dalam keputusan Rini merombak direksi BUMN. Presiden dalam posisi serba salah, karena Menteri BUMN sudah sangat berjasa dalam memuluskan mega proyek infrastrukturnya Jokowi.



Mengomentari hal tersebut, Said Didu, mantan Sekretaris Menteri BUMN, menyatakan, sangat berbahaya bila keputusan penting tersebut dilandasi oleh faktor like and dislike.

“Jangan sampai karena faktor like and dislike kemudian direksi diganti. Kalo begini Ibu Menteri memperlakukan BUMN seperti perusahaan pribadinya. Kembalikan BUMN ini sebagai milik negara, bukan milik Ibu Rini,” tegas Said Didu, dalam sebuah kesempatan.

Said melanjutkan, perusahaan terbuka harus dijaga agar tidak sembarangan melaksanakan RUPSLB tanpa alasan yang jelas. Hal tersebut menjadikan BUMN tidak prudent.

“Kalau begini kan artinya suka-suka Bu Rini. Malamnya mimpi buruk, besoknya bisa ganti direksi. Sebagai perusahaan terbuka, BUMN harusnya semakin dijauhkan dari intervensi pemerintah,” tegasnya.

Mengomentari mengenai sikap presiden yang telah melarang perombakan direksi BUMN Said menyatakan presiden pasti sudah tahu mengenai rencana tersebut.

“Cuma kita semua kan sudah paham, presiden sudah biasa, kalau ada masalah yang muncul seperti ini, dia akan bilang tidak tahu. Padahal pastinya dia sudah tahu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan ekonom Indef (Institute for Development of Economics and Financial), Bhima Yudistira. Menurutnya, besar kemungkinan faktor like and dislike yang menjadi dasar kebijakan Menteri BUMN tersebut.

“Mungkin saja ada faktor like and dislike. Karena bank-bank pelat merah sedang tumbuh dan sehat. Apalagi BRI yang tahun ini menjadi penyumbang deviden terbesar bagi negara. Ini merupakan policy failure yang dapat membahayakan BUMN ke depan, karena menterinya bisa menerapkan kebijakan sesuka hatinya,” terang Bhima.

Ia pun mengamini mengenai posisi sulit Presiden ketika berhadapan dengan Rini. Mengingat jasa besarnya dalam mendukung proyek infrastruktur yang menjadi andalan Jokowi dalam kampanye capres lalu.

“Kita sudah mahfum, Ibu Rini manut tanpa reserve mendukung habis program proyek infrastruktur presiden. Meskipun akibatnya saat ini BUMN karya yang dipaksa untuk menerima penugasaan mengalami kesulitan keuangan karena tekanan utang yang begitu besar,” tutupnya. [ipe]
    
    
   




Sumber: inilah.com

Tag: News



Bergeser ke Usia Lebih Muda, Kenali 10 Gejala Umum Alzheimer - Gudang Berita Viral Bergeser ke Usia Lebih Muda, Kenali 10 Gejala Umum Alzheimer
Selasa, 17 Sep 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Polda Kalbar Tetapkan 61 Tersangka Karhutla, 9 Korporasi Disegel - Gudang Berita Viral Polda Kalbar Tetapkan 61 Tersangka Karhutla, 9 Korporasi Disegel
Selasa, 17 Sep 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
1.461 Mobil Mewah Belum Bayar Pajak, Total Tunggakan Rp 48,6 Miliar - Gudang Berita Viral 1.461 Mobil Mewah Belum Bayar Pajak, Total Tunggakan Rp 48,6 Miliar
Selasa, 17 Sep 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print