Senin, 19 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 03 Agu 2019, 18:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Road Show Surabaya Smart City Dimulai, Bukan Sekadar Kampung Hijau - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Sosialisasi Surabaya Smart City dimulai. Kampung pertama yang didatangi adalah Kampung Pulosari, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Dukuh Pakis. Ada tiga kampung yang didatangi per hari. Warga Pulosari menyambut Eri Cahyadi dan jajaran dengan meriah kemarin (2/8).

Faskel Kelurahan Gunungsari Tri Djunaidi menjelaskan, kampung mereka mempunyai program unggulan berupa Green House Darling (Sadar Lingkungan). Di dalamnya, banyak hal yang dikembangkan. Yakni, mulai hidroponik, kerajinan dari bank sampah, peternakan ayam, pembibitan lele, dan pembibitan ikan nila.



Didi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa semua itu merupakan hasil gotong royong warga RT 1 dan RT 2, RW 7. Bukan hanya karang taruna, melainkan seluruh warga ikut bergerak. Ada ibu-ibu yang mengurus hidroponik serta bank sampah dan sebagainya.

Dia menyatakan, semangat gotong royong mereka tinggi. Kerja mereka tidak kenal waktu. ’’Kalau punya ide, langsung digarap. Ide malam hari, kami kerjakan malam hari,’’ tegasnya.

Beberapa sudut juga disulap menjadi spot foto. Salah satunya robot Transformers Bumblebee yang dibuat 100 persen dari barang bekas. Ketua RT 1 Rio mengungkapkan, pernah ada bule yang menginap di hotel sekitar sana. Saat berjalan-jalan di sana, dia melihat hidroponik bermekaran. Dia pun tertarik untuk berfoto. Dia juga ingin mengembangkan hal itu di daerahnya.

Rio mengungkapkan, lahan yang dipakai untuk green house tersebut dulu adalah lahan yang terbengkalai. Tempat orang-orang membuang sampah. Juga ada rumah yang tak terpakai. Kurang lebih 2 tahun lalu, warga meminta izin untuk mengubah lahan kumuh itu menjadi green house.

Kepala Bappeko Eri Cahyadi yang datang memberikan arahan atau sosialisasi menyatakan, dengan adanya program Surabaya Smart City, dirinya ingin mengembalikan nilai-nilai kearifan lokal Surabaya. Meski Surabaya termasuk kota yang maju, dia berharap orang-orang Surabaya tetap ramah dan mau bergotong royong. ’’Harus ada gotong royong, ramah tamah, bisa menghargai, toleransi, dan tidak cuek dengan tetangga. Sebab, yang kami nilai sebenarnya bukan hanya hijaunya,’’ tuturnya.

Dalam sosialisasi itu, dia menekankan perbedaan Surabaya Smart City dengan Green and Clean dan program-program sebelumnya. Dulu, masyarakat kampung berbondong-bondong menjadikan kampung hijau dan bersih. Lalu bingung, setelah lomba selesai, mereka dapat apa. Setelah SSC, diharapkan perekonomian masyarakat bisa terangkat.

Eri mencontohkan bahwa beberapa waktu lalu, dia sudah melakukan MoU dengan hotel-hotel dan apartemen supaya 40 persen pegawai diambil dari warga asli Surabaya. Dia juga menuturkan, ke depan, diharapkan restoran-restoran di Surabaya bisa mengambil bahan baku dari warga setempat. ’’Sampo-sampo, sandal, sabun, harus dikerjakan UMKM Surabaya,’’ katanya. 




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Agustusan dan Multikulturalisme - Gudang Berita Viral Agustusan dan Multikulturalisme
Senin, 19 Agu 2019, 19:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Demonstran Hongkong Sembunyikan Identitas karena Tak Ingin Dipecat - Gudang Berita Viral Demonstran Hongkong Sembunyikan Identitas karena Tak Ingin Dipecat
Senin, 19 Agu 2019, 19:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Kembali Jadi Host, Tukul Arwana Siap Di-bully di ‘Ini Baru Empat Mata’ - Gudang Berita Viral Kembali Jadi Host, Tukul Arwana Siap Di-bully di ‘Ini Baru Empat Mata’
Senin, 19 Agu 2019, 19:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print