Minggu, 18 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 06 Agu 2019, 01:00:05 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Resesi Ekonomi Global Tergantung Tarif Baru Trump  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, New York - Resesi akan datang dalam waktu sembilan bulan jika Presiden Donald Trump melangkah lebih jauh dalam rencananya untuk mengenakan tarif pada produk-produk konsumen buatan China.

Dalam sebuah catatan kepada klien, Morgan Stanley menyatakan bahwa resesi akan melanda jika Trump mengenakan tarif 25% pada sekitar US$300 miliar barang China yang saat ini tidak dikenai tarif. Trump mengatakan dia akan mengenakan tarif 10% untuk barang-barang itu pada bulan September 2019.

Itu cukup buruk, tetapi dapat ditoleransi, kata Morgan Stanley, yang menyatakan bahwa jika tarif 10% itu dipertahankan selama lebih dari empat atau lima bulan, pertumbuhan global akan tetap lemah di kisaran 2,8% hingga 3%. Meskipun tingkat bunga pemotongan dari bank sentral.



Pertumbuhan global adalah 3,6% pada 2018 dan diproyeksikan akan tumbuh 3,2% pada 2019, menurut perkiraan Juli dari Dana Moneter Internasional.

Morgan Stanley mendefinisikan resesi global dengan salah satu indikasinya pertumbuhan global di bawah 2,5%.

Namun, kekhawatiran sebenarnya adalah kepercayaan perusahaan. "Meskipun kami tidak mengetahui titik kritis yang tepat, kami menyadari risiko potensi pengetatan non-linear dalam kondisi keuangan dan dampaknya pada belanja modal dan pasar tenaga kerja," kata analis Morgan Stanley.

Risiko, menurut mereka, cenderung condong ke bawah. Ekonomi global akan memasuki resesi dalam tiga kuartal jika Trump mengambil tarif hingga 25% dan Cina akan merespons.

Bank of America Merrill Lynch juga menandai risiko tarif naik hingga 25%.

“Kami melihat risiko besar bahwa tarif 10% bisa naik menjadi 25%. Pada saat itu kita akan memiliki tarif 25% untuk semua impor China,” kata ekonom di BAML, merujuk pada pakta perdagangan yang diperbarui antara AS, Kanada dan Meksiko seperti mengutip marketwatch.com.

"Kami juga berpikir ada risiko tinggi dari tarif atas impor otomotif dan suku cadang dari luar Amerika Utara (dengan Korea Selatan juga kemungkinan mendapatkan pembebasan), terutama karena tarif tersebut akan mendorong produsen untuk memenuhi aturan konten lokal USMCA yang lebih ketat."

Saham AS, DJIA, -1,85% dan indeks utama lainnya dibuka melemah tajam pada hari Senin. Sebab, karena bank sentral China tidak menghalangi dolar USDCNY, + 1,6167% menguat melewati level 7 kunci vs yuan.

Investor berbondong-bondong ke tempat aman obligasi pemerintah AS TMUBMUSD10Y, -4,02% dan emas GC00, + 1,22%.
 




Sumber: inilah.com

Tag: News



Konstitusi Bisa Saja Mengikuti Perkembangan Zaman - Gudang Berita Viral Konstitusi Bisa Saja Mengikuti Perkembangan Zaman
Minggu, 18 Agu 2019, 16:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Mengenang Penulis Cerita Silat Legendaris Asmaraman Kho Ping Hoo (2) - Gudang Berita Viral Mengenang Penulis Cerita Silat Legendaris Asmaraman Kho Ping Hoo (2)
Minggu, 18 Agu 2019, 16:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
 #PilihXPANDERPinterBener Sambangi Yogyakarta  - Gudang Berita Viral #PilihXPANDERPinterBener Sambangi Yogyakarta
Minggu, 18 Agu 2019, 16:00:03 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print