Senin, 21 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 01 Okt 2019, 17:00:07 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : News
Puan Ogah Buru-Buru Sahkan 11 RUU Hasil Carry Over DPR Sebelumnya - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – DPR RI periode 2014-2019 telah memutuskan menunda pembahasan (carry over) sampai DPR periode berikutnya terhadap 11 Rancangan Undang-undang (RUU). Hal itu dikarenakan banyaknya kritik dan penolakan dari masyrakat terhadap subtansi RUU tersebut.

Anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Puan Maharani mengatakan akan mengkaji lebih mendalam terkait 11 RUU tersebut. Masukan dari elemen masyarakat, ahli, dan tokoh akan dikumpulkan.



“Penundaan ini akan kita cek dulu sampai berapa lama waktu yang kita tunda. Tentu kami tidak memaksakan untuk kami selesaikan, kalau memang hal itu masih kontroversi,” ujar Puan di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (1/10).

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto mengatakan, carry over 11 RUU tersebut akan dirembug setelah Alat Kelengkapan Dewan (AKD) terbentuk. Setelah komisi terbentuk, akan masuk ke panja dan pansus.

“Nanti pimpinan-pimpinan melalui rapat internalnya akan mengetahui apa-apa saja. Baru nanti kita mulai lagi, tapi tidak dari nol. Pemahaman carry over itu substansinya biasanya sudah sama, tinggal perbaikan saja,” sebut Utut.

Sementara itu, mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly menilai pembahasan RUU tersebut sudah menghabiskan waktu lama. Terutama terkait RKUHP. Aturan itu juga telah digunakan selama 70 tahun, dan merupakan peninggalan Belanda. Seharusnya Indonesia sudah bisa membuat undang-undang hasil karya sendiri.

“Kebangetan kalau kita tidak mampu melakukan itu. Dan yang melakukan itu dan membuat itu kan guru-guru besar, guru-guru kami dulu yang 50 tahun lalu merancang sampai sekarang,” ucap Yasonna.

Sementara itu, terkait beberapa pasal yang dianggap kontroversial, Yasonna menilai masih bisa didiskusikan bersama. Namun, memang baginya, apapun hasilnya tidak akan memuaskan seluruh pihak.

“Itu pasal ada 268 pasal, dimnya 2.300. Sudah dibahas 4 tahun. Setiap rapat terbuka untuk umum, setiap panja, makanya kita katakan di mana saja kita selama ini kok nggak mau memberi perhatian,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 11 RUU diputuskan di-carry over kepada DPR periode 2019-2024. Sebanyak 9 RUU merupakan RUU Prioritas yakni RUU Pertanahan, RUU Daerah Kepulauan, RUU Kewirausahaan Nasional, RUU tentang Desain Industri, RUU tentang Bea Materai, RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Larangan Minuman Beralkohol, RUU Pertembakauan, dan RUU Pengawasan Obat dan Makanan. Adapun 2 RUU di luar Prolegnas yaitu RKUHP dan RUU Permasyarakatan.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Asetku Tawarkan Return hingga 22 Persen - Gudang Berita Viral Asetku Tawarkan Return hingga 22 Persen
Senin, 21 Okt 2019, 09:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
Rasiman: Madura United Masih Underdog untuk Mengejar Bali United - Gudang Berita Viral Rasiman: Madura United Masih Underdog untuk Mengejar Bali United
Senin, 21 Okt 2019, 09:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Riset Ilmiah: Jasad Syuhada tak Membusuk  - Gudang Berita Viral Riset Ilmiah: Jasad Syuhada tak Membusuk
Senin, 21 Okt 2019, 09:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print