Rabu, 18 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 28 Agu 2019, 16:00:04 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 PT BUMI Tunggu Kontrak Lanjutan Arutmin dan KPC  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menunggu kepastian kontrak kerja dari pemerintah untuk dua anak usahanya bakal habis masa kontraknya di 2021 dan 2020 mendatang.

Selama ini, kontrak tersebut dijalankan PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Jika pemerintah mempercayakan kontrak tambangnya lagi kepada dua perusahaan itu, maka dipastikan akan mempengaruhi jumlah investasi yang akan digelontorkan BUMI.

"Kami masih menunggu keputusan pemerintah mengenai perpanjangan itu (kontrak), semua rencana investasi bisa dibuat dan bisa direncanakan setelah kita dapatkan kepastian," kata Achmad Reza Widjaja, VP investor Relation & Chief Economist BUMI, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/8/2019).



Di tengah ketidakpastian perpanjangan kontrak dua anak usahanya, BUMI juga tengah diuji oleh penurunan harga batu bara.

Meski begitu, Reza menegaskan bahwa sementara ini penurunan harga batubara masih dapat ditangani dengan beberapa strategi sehingga tidak terlalu berimbas pada pendapatan perseroan.

Salah satunya adalah dengan meningkatkan produksi batubara berkalori tinggi. Hal ini dilakukan oleh Arutmin untuk memenuhi permintaan pasar tertentu. Namun demikian target produksi masih tetap dalam batas RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) meski terjadi perubahan harga.

"Arutmin berencana untuk memperbanyak produksi batubara berkalori tinggi jadi 5,1 juta ton. Tapi kita tidak merevisi target produksi yang di kisaran 86-90 juta ton. Walau harga berubah tapi tetap ongkos produksi kita lebih rendah dari dunia," ujarnya.

Bumi Resources Tbk (BUMI) didirikan 26 Juni 1973 dengan nama PT Bumi Modern dan mulai beroperasi secara komersial pada 17 Desember 1979.  

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bumi Resources Tbk, yaitu: PT Samuel International (43,59%) dan Credit Suisse AG SG Branch S/A CSAGSING-LHHL (LHHL-130M)-2023334064 (12,97%). Saham, publik mencapai 77,2%.

Pada saat didirikan BUMI bergerak industri perhotelan dan pariwisata. Kemudian pada tahun 1998, bidang usaha BUMI diubah menjadi industri minyak, gas alam dan pertambangan

Ruang lingkup kegiatan BUMI meliputi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kandungan batubara (termasuk pertambangan dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak, gas bumi serta mineral. Saat ini, BUMI merupakan induk usaha dari anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan.

BUMI memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS).

Pada tanggal 18 Juli 1990, BUMI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BUMI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000 per saham dengan harga penawaran Rp4.500 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1990.

Saat ini harga saham BUMI di Rp90 per saham dari pembukaan di Rp91 per saham. [hid]




Sumber: inilah.com

Tag: News



Amerika Serikat Siap Balas Iran - Gudang Berita Viral Amerika Serikat Siap Balas Iran
Rabu, 18 Sep 2019, 01:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Bos Lawas Hipmi Akui Era Jokowi Masih Ada Monopoli  - Gudang Berita Viral Bos Lawas Hipmi Akui Era Jokowi Masih Ada Monopoli
Rabu, 18 Sep 2019, 01:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Persebaya Kembali Rekrut Pemain Asing Asal Brasil  - Gudang Berita Viral Persebaya Kembali Rekrut Pemain Asing Asal Brasil
Rabu, 18 Sep 2019, 01:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print