Senin, 19 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 01 Agu 2019, 17:00:08 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
PSSI Yakin Penalti Persela Sah, tapi Wasit Wawan Diistirahatkan - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Nama wasit Wawan Rafiko sementara tidak akan ada di pertandingan-pertandingan Liga 1. Sebab, wasit yang memimpin laga Persela Lamongan melawan Borneo FC pada 29 Juli lalu tersebut oleh komisi wasit PSSI diistirahatkan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Informasi itu disampikan Wakil Ketua Komite Wasit Juni Rachman kepada Jawa Pos kemarin (31/7).

Juni mengatakan, komisi wasit tidak perlu memanggil Wawan untuk melakukan evaluasi. Sebab, pihaknya sudah melihat langsung peristiwa tersebut dan juga melihat aturan yang berlaku. ’’Buat apa juga mendengar penjelasan dia (Wawan)? Semua sudah jelas. Saya lihat sendiri saat itu,’’ ucap Juni.



Pria yang juga anggota Exco PSSI itu memastikan, penalti yang diberikan untuk Borneo FC itu sah. Kiper Persela Dwi Kuswanto melakukan pelanggaran dengan menanduk Wahyudi Hamisi dalam keadaan bola masih play on. Mengacu kepada IFAB Law of The Game FIFA, pelanggaran tersebut layak diganjar kartu merah dan diberi hukuman tendangan bebas. ’’Karena di dalam kotak penalti, jadi ya penalti,’’ ujarnya.

Nah, yang menjadi masalah adalah tindakan Wawan sebelum memberikan kartu merah kepada Dwi Kuswanto dan penalti untuk Borneo FC. Sebelum itu terjadi, wasit asal Padang itu justru memberikan kartu merah lebih dulu kepada Hamisi. ’’Itu yang membuat pemain Persela di atas angin dan merasa penalti itu tidak layak,’’ katanya.

Seharusnya, lanjut Juni, wasit Wawan memberikan kartu merah terlebih dahulu kepada Dwi Kus. Lantas mengeksekusi hukuman penalti. Setelah itu, baru memanggil Hamisi untuk memberikan kartu kuning. ’’Sebab, tidak ada tindakan fisik yang dilakukan pemain Borneo FC. Kalaupun hanya ucapan, cukup kartu kuning. Kalau sudah dua kali kartu kuning, baru kartu merah,’’ lanjutnya.

Tindakan untuk memberikan hukuman tanpa evaluasi dilakukan karena wasit Wawan sudah mencoreng persepak bolaan nasional. Sudah mencoreng integritas wasit dalam memimpin pertandingan. ’’Apalagi, setelah mengambil keputusan, dia berdiskusi dengan kedua pelatih. Buat apa? Tidak perlu penjelasan lagi, saya hukum langsung,’’ paparnya.

Ketika Jawa Pos bertanya apakah wasit Wawan bisa diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan ke publik, Juni menuturkan bahwa itu tidak mungkin dilakukan. Sebab, jika Wawan berkomentar terkait pertandingan Persela melawan Borneo FC, komisi disiplin bisa turun tangan memberikan hukuman. ’’Sebab, itu melanggar kode etik. Di mana-mana wasit tidak boleh berkomentar terkait pertandingan,’’ ucapnya.

Berkaitan dengan tuduhan adanya suap kepada Wawan, Juni tidak bisa berkomentar banyak. Sebab, itu bukan kapasitasnya. ’’Tugas kami di komite wasit adalah memberikan hukuman dan melakukan edukasi jika ada kesalahan wasit. Untuk seperti itu, saya tidak mau berbicara banyak,’’ jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pertandingan Persela melawan Bornoe FC pada 29 Juli lalu berakhir ricuh. Suporter Persela masuk ke lapangan untuk mengejar wasit dan hakim garis. Mereka kecewa dengan keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti kepada Borneo. Akibatnya, Persela yang saat itu unggul 2-1 akhirnya gagal meraih poin penuh. Wasit memberikan hukuman penalti karena kiper Persela Dwi Kuswanto menanduk pemain Borneo Wahyu Hamisi.

Sementara itu, Manajemen Persela tetap berpendapat bahwa hukuman penalti itu tidak layak diberikan. Alasannya, wasit terlebih dahulu memberikan kartu merah kepada Hamisi, baru kiper Dwi Kuswanto. Kartu merah yang diberikan kepada Hamisi diasumsikan kubu Persela bahwa yang bersangkutan melakukan pelanggaran lebih dahulu. Dengan kondisi seperti itu, manajemen tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu menilai, seharusnya Persela mendapat hadiah tendangan bebas.

’’Semua sudah terjadi. Hasil pertandingan sudah tidak bisa diubah. Yang jelas, semua keputusan kami kembalikan ke federasi,’’ kata Manajer Persela Edy Yunan Ahmadi. ’’Kalau memang keputusan wasit salah, kami berharap agar federasi berani mengatakan itu salah ke publik. Tetapi, kalau itu benar, harus dikatakan benar ke publik,’’ sebut Yunan.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Tampil di Panggung Mode New York, 11 Desainer Bawa Napas Tradisional - Gudang Berita Viral Tampil di Panggung Mode New York, 11 Desainer Bawa Napas Tradisional
Senin, 19 Agu 2019, 09:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
PLN Buka Informasi Perkiraan Kompensasi Blackout, Kamu Dapat Berapa? - Gudang Berita Viral PLN Buka Informasi Perkiraan Kompensasi Blackout, Kamu Dapat Berapa?
Senin, 19 Agu 2019, 09:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Bangkit Pascagempa, Desa Sigar Manfaatkan Dana Desa - Gudang Berita Viral Bangkit Pascagempa, Desa Sigar Manfaatkan Dana Desa
Senin, 19 Agu 2019, 09:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print