Jumat, 22 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Minggu, 03 Nov 2019, 17:00:10 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : News
PSSI Kebanyakan Drama, Prestasi Semoga Saja - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – “Sesuai kan prediksinya,” begitu kata seorang voter kepada saya tatkala penghitungan suara Exco PSSI tahap pertama selesai. Ya, Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2019 ini, selainitu memilih ketua umum dan dua wakil ketua umum, juga memilih 12 anggota Exco PSSI.

Tentu saja yang dia maksud sesuai prediksi bukan terpilihnya Iwan Bule sebagai ketum atau Iwan Budianto sebagai Waketum. Itu tak perlu diprediksi. Mereka yang mengikuti perkembangan berita menuju KLB umumnya paham. Intinya, gak keren lagi kalau Anda memprediksi siapa ketum PSSI baru. Sudah terang benderang.



Sebenarnya, sempat ada harapan persaingan ketika La Nyalla Mattalitti yang pernah jadi ketum PSSI turun gunung ke pencalonan. Tapi, pencalonan itu layu sebelum berkembang. Sekitar sepekan lebih sebelum KLB, dia sudah kirim sinyal negatif. Dan akhirnya memutuskan menarik diri. “Saya bukan mundur, tapi menarik diri. Saya tidak mau ikut-ikutan kongres yang keabsahannya diragukan,” kata Ketua DPD RI tersebut. Drama sudah dimulai seketika itu.

Ternyata drama menarik diri itu tak berhenti di La Nyalla. Dari 11 calon ketua umum, pada akhirnya yang duduk manis di kursi sampai pemilihan selesai hanya Iwan Bule, Rahim Soekasah, dan Arif Wicaksono. Beberapa calon ketua umum memilih undur diri.

Masih pagi, voter baru saja registrasi untuk masuk ruangan di Shangri-La Hotel, Jakarta, satu lagi caketum mundur. Dia adalah Bernhard Limbong. Dan, sebelum pemilihan, giliran Vijaya Fitriyasa, Sarman El Hakim, Fary Djemi Francis, dan Aven Hinelo menarik diri dari pencalonan. Beny Erwin dan Yesayas Octavianus tidak menyatakan mundur, tapi berada di luar ruangan KLB.

Jadi, belum juga voter memilih, orang-orang yang berada di arena KLB sudah mengatakan, ketua umum baru sudah terpilih. Akhirnya terbukti dengan 82 suara dari total 85 suara dan tiga lainnya abstain. Jadi, yang berada di pikiran saya serta beberapa rekan, kira-kira paketan Exco PSSI mana yang tembus. Tentu saja, paketan orang lama yang paling favorit. Mereka yang sudah pernah jadi Exco PSSI dan selama ini familiar di telinga publik bola tanah air.

Meski berat, saya masih berharap setidaknya ada 50 persen muka baru berintegritas di kursi Exco PSSI. Tapi begitu delapan nama terpilih pada tahap pertama pemilihan Exco PSSI, saya pikir oke kita harus menerima kenyataan ini. Mereka lah yang berkuasa di sepak bola kita.

Dalam pemilihan Exco, dicari 12 nama kandidat yang bisa mendapatkan 50 persen plus satu suara. Itu artinya angka aman jadi Exco PSSI adalah 44 suara. Dari pemilihan hanya delapan nama yang memenuhi. Mereka adalah Haruna Soemitro, Dirk Soplanit, Yoyok Sukawi, Juni Rahman, Pieter Tanuri, Hasnuryadi, Endri Erawan, dan Sonhadji.

Terpaksa putaran kedua dilakukan dan terpilihlah empat nama, Ahmad Riyadh, Hasani Abdulgani, Yunus Nusi, dan Vivin Cahyani. Dari sekian nama itu, lima nama adalah anggota Exco PSSI periode sebelumnya.

Juga dari 12 nama itu, ada empat petinggi klub Liga 1, entah menjabat sebagai manajer atau CEO. Ini jelas problem lama yang bisa jadi polemik. Sebab, apabila tetap rangkap jabatan, maka konflik kepentingan bisa jadi masalah. Semoga mereka melepas jabatan di klub seperti yang dilakukan Iwan Budianto musim lalu.

Harapan tentu saja ada. Setidaknya saya masih menyimpan itu dan menunda putus asa akan sepak bola kita. Iwan Bule punya tugas berat bukan hanya memperbaiki tata kelola sepak bola dan prestasi, melainkan juga dihadapkan pada kenyataan ketua-ketua sebelumnya yang terhenti atau berhenti di tengah jalan.

Di depan mata, ada SEA Games 2019. Tinggal hitungan hari. Lalu, tantangan berat lain adalah tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Bukan hanya kesiapan venue, karena yang lebih penting menggenjot kesiapan di lapangan. Kesiapan para pemain timnas usia muda. Tentu kita tak ingin hanya sambil lalu. Sudahlah, tak perlu berprestasi, tak bikin malu saja sudah keren. Apabila prestasi, maka itu bonus.

Boleh saja nama ketua umum baru ini Iwan Bule, meski itu julukan dari nama asli Mochamad Iriawan. Semoga tak menjadikan dia ketua yang hobi masukkan bule ke timnas alias naturalisasi. Adalah penting untuk benahi kompetisi dan terus berkonsentrasi pada pembinaan usia dini. Dan, karena dia polisi, semoga bisa bekerjasama yang optimal dengan Satgas Antimafia Bola Polri yang selama ini kesulitan dalam mengungkap dan membuktikan praktik culas di sepak bola kita.

Dari sekian pernyataan yang disampaikan Iwan Bule dalam konferensi pers pertama selaku ketua, ini yang paling saya ingat dan tagih dikemudian hari, “Ayo, silakan kalau kritik membangun. Jangan kritik yang hanya menyudutkan.”

Selamat bekerja. Salam olahraga. Jangan baper dengan kritik kami.

Oh ya, mumpung belum lupa, tahun ini sudah tiga kali kongres, jadi kami berharap, voter sudah puas. Tahun berikutnya semoga hanya sekali. Amin.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, PSSI Kebanyakan Drama, Prestasi Semoga Saja

Tag: News



Gaet Milenial Jadi Staf Khusus, PPP: Jokowi Tunjukan Keberaniannya - Gudang Berita Viral Gaet Milenial Jadi Staf Khusus, PPP: Jokowi Tunjukan Keberaniannya
Jumat, 22 Nov 2019, 16:00:13 WIB, Dibaca : 0 Kali
Ridwan Kamil Keluarkan Surat Edaran UMK 2020, Jabar Provinsi Tertinggi - Gudang Berita Viral Ridwan Kamil Keluarkan Surat Edaran UMK 2020, Jabar Provinsi Tertinggi
Jumat, 22 Nov 2019, 16:00:13 WIB, Dibaca : 0 Kali
Gubernur Jatim Luncurkan KKN Kolaboratif “Brantas Tuntas” Bersama 8 PT - Gudang Berita Viral Gubernur Jatim Luncurkan KKN Kolaboratif “Brantas Tuntas” Bersama 8 PT
Jumat, 22 Nov 2019, 16:00:13 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print