Rabu, 18 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 11 Sep 2019, 16:00:06 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
Presiden: Insinyur se-ASEAN Punya Standar Kompetensi yang Sama - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang profesi insinyur dari Indonesia telah mempunyai standar kompentensi yang sama dengan negara-negara lain. Hal itu diungkapkan Jokowi saat membuka Konferensi Organisasi Insinyur se-ASEAN ke-37 (Cafeo37) di Jakarta.

“Saya senang telah terdapat muncul recognition agreement di antara insinyur-insinyur di ASEAN sehingga terdapat standar kompetensi yang sama di antara negara,” kata Jokowi saat membuka Cafeo37 yang dihadiri 1.000-an insinyur se-ASEAN di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/9).



Melalui perjanjian tersebut, kata Jokowi, memungkinkan mobilitas para insinyur antara lintas negara di ASEAN lebih mudah. Ia pun mengharapkan kerja sama tersebut dapat terus ditingkatkan antar negara di ASEAN.

“Kerja sama antarinsinyur di ASEAN ini penting untuk terus ditingkatkan dan saya yakin setiap negara ASEAN punya kekuatan masing-masing,” ujarnya.

Jokowi mengharapkan, ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) bisa memfasilitasi anggotanya untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. “Serta saling bersinergi satu dengan yang lainnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Heru Dewanto menyampaikan terima kasih kepada Jokowi yang sudah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsiyuran. PP ini, kata Heru, menjadi landasan kuat untuk mengembangkan profesi keinsinyuran, salah satunya melalui adanya standar kompetensi.

“Diberlakukannya undang-undang keinsinyuran tahun ini melalui peraturan pemerintah yang dikeluarkan Bapak Presiden, di mana setiap insinyur yang melakukan praktik keinsinyuran harus disertifikasi dan diregistrasi,” ujar Heru yang juga Chairman AFEO ini.

Ia menyatakan, regulasi tersebut jadi pintu masuk untuk menyusun database tentang keinsinyuran yang pertama di Indonesia. Nantinya, regulasi itu juga menjadi data untuk mengetahui jumlah profesi insinyur yang ada di tanah air.

“Database keinsinyuran pertama di Indonesia yang akan berisikan lebih dari 1 juta talenta-talenta terbaik bangsa, tentu nama Bapak Ir. Joko Widodo ada di dalamnya. Lengkap dengan klasifikasi dan standar kompetensinya,” ujar Heru.

Untuk diketahui, PII bersama Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) berhasil membawa Indonesia menjadi anggota Washington Accord. Artinya lulusan sarjana (S1) program studi teknik yang telah diakreditasi IABEE setara dengan lulusan prodi teknik di negara-negara anggota Washington Accord.

The Washington Accord (WA) adalah suatu konvensi atau perjanjian internasional, yang ditandatangani sejak 1989, antara lembaga/badan/institusi pelaksana akreditasi program pendidikan tinggi keinsinyuran (keteknikan) di negara-negara anggotanya. Perjanjian tersebut adalah untuk saling mengakui dan menyetarakan jenjang pendidikan tinggi dalam rangka menghasilkan insinyur profesional di bidang tertentu.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Hadapi Real Madrid, PSG Tanpa Trisula Maut  - Gudang Berita Viral Hadapi Real Madrid, PSG Tanpa Trisula Maut
Rabu, 18 Sep 2019, 02:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali
 PopSockets Rambah Bisnis Pegangan Minuman  - Gudang Berita Viral PopSockets Rambah Bisnis Pegangan Minuman
Rabu, 18 Sep 2019, 02:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Jokowi Serius Tanggulangi Karhutla di Riau  - Gudang Berita Viral Jokowi Serius Tanggulangi Karhutla di Riau
Rabu, 18 Sep 2019, 02:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print