Minggu, 25 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 06 Agu 2019, 21:00:08 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
PP Muhammadiyah Desak Presiden Bentuk TGPF Independen Kasus Novel - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dapat mengambil alih kasus penyiraman air keras penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Sudah dua tahun lebih kepolisian belum berhasil mengungkap otak pelaku kasus ini. Muhammadiyah menginginkan agar Presiden Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen.

“Tanpa mengurangi upaya yang sedang dijalankan oleh pihak kepolisian sebagai amanat dari Presiden, sebaiknya Presiden membentuk tim gabungan independen pencari fakta dengan melibatkan tokoh-tokoh dan masyarakat sipil antikorupsi serta dari unsur amnesty internasional,” kata Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Maneger Nasution di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/8).



Wakil Ketua LPSK ini pun menilai, penambahan waktu tiga bulan yang diberikan oleh Presiden Jokowi untuk pengungkapan kasus ini, secara tersirat adalah pesan untuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar segera menuntaskan kasus ini.

“Penambahan waktu selama tiga bulan oleh Presiden, sesungguhnya harapan dan pesan sangat kuat kepada Kapolri untuk dapat mengungkap kasus penyerangan ini setuntas-tuntasnya,” ucap Maneger.

Maneger meyakini, kasus yang menimpa Novel bukanlah kasus kriminal biasa. Maneger menduga, penyerangan terhadap Novel merupakan bagian dari upaya melumpuhkan KPK sebagai lembaga independen memberantas korupsi.

“Diyakini ini bukan kriminal biasa, tapi sebuah kejahatan luar biasa yang ingin membunuh dan melumpuhkan KPK, sehingga agenda pemberantasan korupsi berhenti,” jelas Maneger.

Sebelumnya, Wadah Pegawai KPK berharap Kapolri Jenderal Tito Karnavian memenuhi perintah Presiden Jokowi dalam mengung­kap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan. Kasus ini hendaknya dituntaskan sebe­lum tenggat waktu tiga bulan seperti yang diinstruksikan Presiden.

“Pernyataan tegas Presiden terhadap pengungkapan seluruh pelaku yang terlibat dalam penyerangan air keras terhadap Bang Novel dalam jangka waktu paling lama tiga bulan merupakan perintah Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan sebagai bukti komitmen dalam melindungi KPK dari segala teror dan mendukung penuh upaya pem­berantasan korupsi,” kata Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap, di Jakarta, Minggu (4/8).

Yudi mengatakan, pihaknya akan menanyakan kepada Presiden pada tanggal 19 Oktober 2019 mendatang. Jika be­lum terungkap, maka mereka berharap Presiden bisa membentuk TGPF independen langsung di bawah presiden.

“Terbongkarnya kasus Novel bisa jadi merupakan awal dari terbukanya kotak pandora pelaku teror lain terhadap KPK yang belum terungkap seperti teror terhadap rumah Ketua KPK dan Wakil Ketua KPK,” pungkas Yudi.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Lewat Petisi, Beberapa Nama Capim KPK Diminta untuk Dicoret - Gudang Berita Viral Lewat Petisi, Beberapa Nama Capim KPK Diminta untuk Dicoret
Minggu, 25 Agu 2019, 16:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Penyair, Pensyair, dan Lapis Wacana dalam Kata - Gudang Berita Viral Penyair, Pensyair, dan Lapis Wacana dalam Kata
Minggu, 25 Agu 2019, 16:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Persela vs Tira Persikabo: Tuan Rumah Ambisi Putus Tren Negatif - Gudang Berita Viral Persela vs Tira Persikabo: Tuan Rumah Ambisi Putus Tren Negatif
Minggu, 25 Agu 2019, 16:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print