Minggu, 25 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 07 Agu 2019, 19:00:07 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Polisi Ungkap Kasus Penipuan Online Internasional, 5 Pelaku Ditangkap - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap sindikat kasus penipuan online berskala internasional. Total kerugian yang ditimbulkan oleh kelompok ini mencapai ratusan miliar. Lima tersangka diamankan dalam kasus ini.

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul mengatakan, sindikat penipu online ini mencari keuntungan dengan cara membajak email untuk mentransfer sejumlah uang ke penampung dana dari beberapa perusahaan internasional di sejumlah negara.



Rickynaldo mengatakan, awalnya mereka memalsukan dokumen-dokumen fiktif perusahaan untuk menjadi syarat pembukaan rekening bank atas nama perusahaan. Dari situ, mereka menerima aliran dana dan mentransfer dana tersebut ke rekening perusahaan lain yang sudah disiapkan.

Selanjutnya uang itu dipecah menjadi mata uang asing dolar Amerika dan euro dengan cara mentransfer ke beberapa money changer. Mata uang asing ini lalu diserahkan ke beberapa jaringan sindikat lainnya.

Kasus ini terbongkar pada 31 Mei 2019. Saat itu perusahaan OPAP Investment Limited yang berdomisili di Yunani sedang melakukan audit keuangan bendahara atas nama Zisimos Papaioannou. Di situ ditemukan kejanggalan karena terdapat pembayaran sebesar 4,9 juta euro pada 16 Mei 2019 dan 2 Juta euro pada 23 Mei.

“Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, ditemukan bahwa email milik Zisimos Papaioannou selaku bendahara perusahaan OPAP Investment Limited ternyata diretas,” ujar Rickynaldo, Rabu (7/8).

Setelah itu, pihak perusahaan membuat laporan ke kepolisian siber Yunani dan Bareskrim Polri. Setelah ditelusuri, akses ilegal pertamakali dilakukan pada 8 Mei 2019. Peretas diduga memerhatikan data-data yang disimpan di email Zisimos untuk memalsukan formulir pembayaran ke PPF Banka yang berada di Ceko.

Akibatnya para pelaku berhasil melakukan transaksi di PPF Banka untuk mentransfer uang sejumlah 6,9 juta euro. Selanjutnya, uang itu ditransfer ke sebuah nomor rekening bank di Indonesia atas nama CV OPAP Investment Limited.

“Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian senilai 6,9 juta euro atau kurang lebih Rp 113 miliar,” tambah Rickynaldo.

Mendapat laporan ini, Dittipid Siber Bareskrim Polri melakukan kordinasi dengan kepolisian siber Ceko, Yunani, Inggris, Nigeria, Amerika Serikat, dan Malaysia. Dari pengembangan, para pelaku akhirnya terdeteksi berada di Nigeria, Dubai, Inggris, dan Norwegia.

Tim penyidik lalu melakukan profiling terhadap para pelaku dengan mengikuti aliran dana sindikat ini. “Kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka KS, HB, IM, DN,dan BY,” imbuh Rickynaldo.

Kelima pelaku memiliki peran berbeda-beda. KS bertugas sebagai penerima aliran dana hasil kejahatan untuk pembelian valuta asing. HB, IM, DN, dan BY berperan menyiapkan segala sesuatu berkaitan dengan penerimaan aliran dana hasil kejahatan.

Sindikat ini memulai persiapannya dengan membuat akta notaris fiktif, akta pembuatan Commanditaire Vennootschap (CV) fiktif, Surat Izin Usaha Persagangan (SIUP) fiktif, Surat Izin Tempat Usaha (SITU) fiktif, kemudian membuka beberapa rekening Bank atas nama CV yang sama dengan nama perusahaan korban untuk menampung uang hasil dana transfer.

“Bareskrim telah menetapkan status DPO dan mengeluarkan red notice terhadap tersangka dengan Inisial IR atau NR, dan BV yang merupakan otak dari sindikat ini,” pungkas Rickynaldo.

Dari tangan para tersangka, petugas mebyita sejumlah barang bukti. Diantaranya 7 unit mobil berikut BPKB, 31 dokumen pendirian CV, 7 sertifikat tanah dan bangunan, 5 buah KTP, 11 kartu debit ATM, 7 Handphone, 13 stample perusahaan, 10 kartu NPWP, 4 BPKB mobil, dan uang sejumlah Rp 742,6 juta. Dari keseluruhan barang bukti yang telah disita jika ditotal kurang lebih senilai Rp 5,6 miliar.

Para tersangka dikenakan pasal berlapis tentang transfer dana, informasi dan transaksi elektronik, serta tindak pidana pencucian uang. Mereka diancam 20 tahun penjara atas pelanggaran tersebut..




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Dengan Papua Itu Bersaudara, Sejak Dulu… - Gudang Berita Viral Dengan Papua Itu Bersaudara, Sejak Dulu…
Minggu, 25 Agu 2019, 20:00:12 WIB, Dibaca : 0 Kali
INDEF Yakin Suku Bunga Acuan Bisa Diturunkan Lagi jadi 5,25 Persen - Gudang Berita Viral INDEF Yakin Suku Bunga Acuan Bisa Diturunkan Lagi jadi 5,25 Persen
Minggu, 25 Agu 2019, 20:00:12 WIB, Dibaca : 0 Kali
Bos YLBHI Tuding 3 Anggota Pansel Capim KPK Ada ‘Main’ sama Polri - Gudang Berita Viral Bos YLBHI Tuding 3 Anggota Pansel Capim KPK Ada ‘Main’ sama Polri
Minggu, 25 Agu 2019, 20:00:12 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print