Sabtu, 24 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 05 Agu 2019, 16:00:06 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
 Polisi Bekuk Komplotan Penipu Modus Beli Rumah  - Gudang Berita Viral



gudangberitaviral.com, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya berhasil menangkap kelompok penipuan yang menyasar korban-korban yang hendak menjual rumah mewahnya.

Ia menjelaskan, modusnya, kelompok ini berpura-pura membeli rumah korban lalu mengagunkan sertifikat rumah itu untuk mendapat keuntungan.



Argo menyebut, pihaknya menerima 3 laporan polisi selama bulan Maret hingga Juli 2019 dalam kasus itu. Dalam waktu cepat, polisi meringkus komplotan yang terdiri dari D, R, S, dan A.

"Jadi kasus ini berawal dari laporan masyarakat dapat informasi dari perbankan bahwa ada anggunan. Korban kaget dan dia lapor ke polisi," katanya di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Argo mengatakan komplotan itu memiliki peran yang berbeda-beda seperti menjadi notaris gadungan hingga menjadi orang yang berpura-pura membeli rumah milik korbannya. Rumah yang menjadi sasaran komplotan ini bernilai hingga Rp 15 Miliar.

"Ini dikemas rapi sindikat ini sehingga masyarakat yang mau jual rumah rata-rata di atas 15 Miliar rupiah harganya," ujarnya.

Sementara, Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto menyebut tersangka D berperan mencari korban yang ingin menjual rumah dan berpura-pura ingin membeli, tersangka R menjadi notaris palsu, tersangka S yang menyediakan sarana dan tempat serta terangka A yang berperan memalsukan sertifikat rumah korban.

"Setelah tersangka bertemu korban terjadi nego dan ada notaris dan deal disitu disepakati harga Rp 87 M. Kemudian mereka sepakatan melakukan langkah selanjutnya mengecek sertifikat korban," kata Suyudi.

"Untuk meyakinkan (korban) mereka sepakat ketemu di kantor notaris (palsu) ini untuk korban menunjukan sertifikat dengan dalih itu sertifikat dibawa tersangka untuk dicek keaslian sertifikat ke BPN itu alasannya," sambungnya.

Setelah mendapat sertifikat itu, tersangka D menyerahkan ke tersangka A untuk menduplikat sertifikat itu. Sertifikat yang asli diagunkan ke bank agar para tersangka mendapat keuntungan.

"Sertifikat asli dibawa ke fander (bank). Fander mengecek walaupun akhirnya mengeluarkan dana anggaran sebesar Rp 5 miliar. Sertifikat akhirnya diserahkan kembali (ke korban)sertifikatnya dengan keadaan palsu," kata Suyudi.

Komplotan ini sudah beraksi menipu beberapa kali. Tercatat sejauh ini, para tersangka sempat menipu korban yang hrndak menjual rumah di kawasan Jalan Wijaya Kebayoran Baru seharga Rp 42 M dan rumah di Jalan Kebagusan seharga Rp 15 M.

"Dan ada perusahaan founder datang ke kami ada 6 yang lakukan transaksi fiktif dan founder dirugikan hampir Rp 25 M," jelas Suyudi.

Uang hasil kejahatan itu dibagikan ke seluruh anggota komplotan ini untuk memenuhi kebutuhan hidup para tersangka. Atas perbuatannya, para tersangka dikenakam Pasal 378 KUHP atau 372 KUHP atau 263 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara.

Polisi juga menyarankan masyarakat agar membuat laporan jika merasa tertipu oleh kelompok ini, sebab polisi masih terus menyelidiki kasus ini. Polisi menyediakan nomor telepon yang dapat dihubungi terkait kasus ini yakni di nomor 08128171998. [rok]




Sumber: inilah.com

Tag: News



Merasakan Jagat Star Wars di Disneyland California - Gudang Berita Viral Merasakan Jagat Star Wars di Disneyland California
Sabtu, 24 Agu 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Kementan: Angkat Eksistensi Bawang Putih Lokal - Gudang Berita Viral Kementan: Angkat Eksistensi Bawang Putih Lokal
Sabtu, 24 Agu 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Realitas Semu Demokrasi di Indonesia - Gudang Berita Viral Realitas Semu Demokrasi di Indonesia
Sabtu, 24 Agu 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print