Kamis, 17 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Minggu, 29 Sep 2019, 11:00:07 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : News
Polemik Pembacaan Doa di Sidang Paripurna, Pengamat: Lebih Baik Sudahi - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Digantinya nama anggota MPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai pemandu doa dalam agenda Sidang Paripurna MPR akhir masa jabatan 2014-2019 sempat ramai dibicarakan. Namun, alangkah baiknya jika polemik ini diakhiri.

Akademisi dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin mengatakan, jika mengacu konvensi kenegaraan sejak negara Indonesia merdeka sampai sekarang, setiap acara resmi kenegaraan termasuk acara MPR RI yang ditutup dengan acara pembacaan doa. Memang pada umumnya memang dibacakan oleh umat mayoritas.



“Karena memang yang biasanya itu diambil dari umat mayoritas (islam) tapi umat mayoritas berdoanya juga mengizinkan umat agama yang lain untuk membaca doa sesuai agama masing- masing. Itu juga menjadi kebiasaan dalam konteks kenegaraan di Indonesia ini,” ucap Ujang.

Sehingga, ungkap Ujang, ini bukan soal perempuanya. Tapi memang kebiasaanya yang dari dulu dan sekarang seperti itu ketika pembacaan doa yang kemudian diikuti oleh agama lain.

Oleh karena itu, Ujang menyarankan untuk menjaga perdamaian dan menghindari polemik yang tidak penting. Alangkah baiknya jika polemik ini diakhiri.

“Bangsa ini sedang disulitkan oleh masalah demonstrasi dan papua. Sehingga sebenarnya itu yang harus difikirkan bersama oleh para elit kita dari pada masalah ini,” tandas Ujang.

Sebelumnya, dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Jenderal MPR Ma’ruf Cahyono pun menjelaskan kalau Rahayu Saraswati diajukan fraksi Gerindra. “Tapi kemudian (MPR) memutuskan bahwa yang akan memimpin doa dalam Sidang Paripurna adalah Pimpinan MPR langsung dalam hal ini Bapak Hidayat Nurwahid, Wakil Ketua MPR RI,” kata Ma’ruf kepada awak media, Minggu (29/9).

Namun, ungkap Ma’ruf, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Gerindra, Ahmad Muzani, tidak sependapat. Menurutnya, pembacaan doa kemudian dipimpin Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

“Maka Pimpinan MPR memutuskan doa langsung dipimpin oleh Ketua MPR selaku Ketua Sidang Paripurna MPR, Bapak Zulkifli Hasan,” sambung Ma’ruf.

Sedangkan, Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani membenarkan, dirinya tidak setuju Hidayat Nur Wahid memimpin doa dalam Sidang Paripurna MPR akhir masa jabatan 2014-2019. Setelah melalui pembahasan dengan semua pimpinan maka diputuskan pembacaan doa langsung dipimpin oleh Ketua MPR.

“Setelah melalui pembahasan yang melibatkan semua pimpinan MPR, maka pimpinan MPR memutuskan doa langsung dipimpin oleh Ketua MPR selaku Pimpinan Rapat Paripurna,” jelasnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Tim Ekonomi Jokowi Jilid II Harus Bisa Cuci Piring  - Gudang Berita Viral Tim Ekonomi Jokowi Jilid II Harus Bisa Cuci Piring
Kamis, 17 Okt 2019, 05:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 LaLiga Minta El Clasico Jilid I Dipindah ke Madrid  - Gudang Berita Viral LaLiga Minta El Clasico Jilid I Dipindah ke Madrid
Kamis, 17 Okt 2019, 05:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Porsche 911 Generasi ke-8 Resmi Hadir di Indonesia  - Gudang Berita Viral Porsche 911 Generasi ke-8 Resmi Hadir di Indonesia
Kamis, 17 Okt 2019, 05:00:03 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print