Kamis, 19 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 09 Sep 2019, 07:00:03 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : Manca Negara
 Perudingan Damai AS-Taliban Temui Jalan Buntu  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Washington DC--Perundingan damai antara AS dan Taliban menemui jalan buntu setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan pertemuan dengan kelompok Taliban yang semula ditujukan untuk mengakhiri perang AS di Afghanistan selama 18 tahun terakhir.

Proses perundingan damai tersebut telah digelar di Doha, ibu kota Qatar, belakangan ini.

Pembatalan itu bermakna pula bahwa pertemuan rahasia Presiden Trump dengan Presiden Aghanistan Ashraf Ghani dan sejumlah pemimpin Taliban yang semula dijadwalkan akan digelar di tempat peristirahatan Camp David pada Minggu (8/9/2019) kemarin juga dibatalkan.



"Malangnya, untuk membangun pengaruh palsu, Taliban mengakui bertanggung jawab atas serangan di Kabul baru-baru ini yang menewaskan tentara-tentara kami yang tangguh," kata Trump lewat twitnya.

Taliban mengecam keputusan Presiden Trump membatalkan perundingan damai.

"Amerika Serikat akan menjadi pihak yang paling dirugikan di antara pihak-pihak lain sebagai akibat dari pembatalan perundingan," kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Lebih lanjut Taliban mengatakan penarikan diri AS dari proses perundingan damai menunjukkan negara itu kurang dewasa dan kurang berpengalaman.

Namun sambutan positif justru disampaikan oleh pemerintah Afghanistan dan menyebutnya sebagai keputusan yang tepat di saat yang tepat pula.

Lewat juru bicaranya Sediq Sediqqi, Presiden Ashraf Ghani mengatakan semula perundingan damai diharapkan dapat membuahkan kesepakatan gencatan senjata dan membuka pintu perundingan langsung antara pemerintah dan Taliban.

"Malangnya, hal itu tidak terwujud. Sebaliknya, kami melihat dan mengamati kemungkinan timbulnya risiko dalam semua proses perundingan karena pemerintah Afghanistan tidak diikutsertakan sebagai pemangku kepentingan utama. Dan, semua proses yang tidak dapat menjamin gencatan senjata, penghentian kekerasan dapat membahayakan semua pencapaian selama ini," jelas Sediqqi.

Dalam kerangka perundingan damai, AS akan menarik 5.400 tentara dari Afghanistan dalam waktu 20 minggu ke depan. Di satu sisi, Taliban harus memberikan jaminan bahwa Afghanistan tidak akan pernah lagi digunakan sebagai basis terorisme

Perang AS di Afghanistan dimulai ketika AS melancarkan serangan udara satu bulan setelah serangan 11 September 2001 dan setelah Taliban menolak menyerahkan pemimpinnya, Osama bin Laden.

AS menggandeng koalisi internasional dan Taliban segera digulingkan dari kekuasaan. Namun, Taliban berubah menjadi pasukan pemberontak dan terus melancarkan serangan mematikan, menggoyahkan pemerintahan Afghanistan berikutnya.

Koalisi internasional mengakhiri misi tempurnya pada tahun 2014, tetapi menyisakan tentara hanya untuk melatih pasukan Afghanistan.

AS melanjutkan operasi tempurnya sendiri, dengan skala yang lebih kecil, termasuk serangan udara. Saat ini negara itu menempatkan sekitar 14.000 tentara di Afghanistan. [bbc/lat]




Sumber: inilah.com

Tag: News



 Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik  - Gudang Berita Viral Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik
Kamis, 19 Sep 2019, 01:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Kerja Keras PHE Tangani Minyak Bocor di Sumur YYA  - Gudang Berita Viral Kerja Keras PHE Tangani Minyak Bocor di Sumur YYA
Kamis, 19 Sep 2019, 01:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Ngamuk, Higuain Tendang Pelatih dan Papan Iklan  - Gudang Berita Viral Ngamuk, Higuain Tendang Pelatih dan Papan Iklan
Kamis, 19 Sep 2019, 01:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print